Don't wanna be here? Send us removal request.
Text
---HOMEBIRTH STORY---
"Segala puji hanya milik Allah yg dengan segala nikmatNya segala kebaikan menjadi sempurna."
"Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk."
Atas izin Allah telah lahir anak ke 3 kami. Dengan cara 2vbac waterbirth masyaaAllah 😍
Hari : Selasa 29 Nov 2022
Pukul : 4.30 WIB
Lokasi : rumah
Jenis kelamin : perempuan
BB : 3kg
PB : 50cm
Riwayat lahiran pertama :
- Tgl 23 Feb 2018
- SC 42 minggu, krn kurang ilmu dan jarang olahraga. Juga terlalu banyak tekanan. Akhirnya SC di pembukaan 6 yg macet dan fetal distress.
- BB : 3,7kg
- PB : 49cm
Riwayat lahiran kedua :
- Tgl 14 Agustus 2020
- VBAC di RS
- Ditolong bidan2 RS
- BB : 3,6kg
- PB : 50cm
Ikhtiar di TM1 :
- minum vitamin d3, kalsium, tablet tambah darah, asam folat dan vit lain sesuai resep dokter atau bidan.
- makan dikit2 tp sering biar gk terlalu mual muntah.
Ikhtiar TM 2 :
- kurang lebih sama seperti TM 1, vitamin ditambah folamil genio.
- nutrisi seimbang
- makan tinggi protein
- sayur buah setiap hari
- olahraga ringan
- gymball rutin
Ikhtiar di TM 3:
- squat 50 - 100x sehari
- mulai powerwalk 30 menit s/d 1 jam di 36w 2 hari sekali
- berenang seminggu sekali
- rutin gymball
- ikuti gerakan optimalisasi janin di youtube andien, bidankita, kriwilife.
- baca2 artikel dan lihat video tentang home birth, water birth, gentle birth.
- Pelajari resiko dan keuntungannya.
- Sambil buka2 lagi buku2 jaman kuliah tentang persalinan normal.
- kasih kuliah singkat ke suami ttg lahiran dirumah dan lahiran di air. Meskipun beliau tdk 100% setuju. Krn emang planning kita mau lahiran di puskesmas aja. Cuma buat jaga2 kalo misal harus lahiran dirumah, suami sdh paham harus ngapain aja.
Beberapa kali kita memvisualisasikan gimana proses persalinan dirumah. Bahkan bersalin di air pun sering kita bayangkan, tp berakhir menertawakan ide gila itu🤣
Ikhtiar induksi alami :
- HB 2 hari sekali
- makan nanas, kurma banyak2, makan durian.
- pijat oksitosin
- minum EPO setiap hari mulai 38w
- pijat perineum dgn minyak EPO dan dimasukkan ke vagina sesuai aturan pakainya.
- minum alinamin f
- main gymball
- rebozo
- hip squezze
- mendekatkan diri pada Sang Pencipta, sadar bahwa tiap kehamilan pasti ada persalinan. Dan semua sudah di setting secara alami oleh Allah.
Pasrahkan semua pada Allah.
- dzikir pagi petang
- perbanyak tilawah
Birth story singkat :
- 38w masih kontraksi palsu
- 39w juga masih kontraksi palsu. Mungkin Allah kasih jeda untukku biar bisa quality time sm 2 kakak. Sabar pasrah. Krn setiap kehamilan pasti disiapkan juga persalinannya oleh Allah.
Tetap ikhtiar, berdoa. Sisanya pasrah sm Allah.
- 40w tgl 27 Nov 2022, terasa kontraksi lebih intens.
Udah kerasa kalo lahiran semakin dekat. Intinya dlm minggu ke 40-41 InsyaaAllah lahiran. Menikmati gelombang cinta sambil main terus diatas gymball.
28 Nov 2022
- Gak pernah turun dr gymball krn bisa nyaman banget pas kontraksi datang. Sesekali ganti posisi butterfly kalo lutut capek.
- Seharian belum mandi sama sekali. Krn fokus bgt sm kontraksi.
- Bergerak kesana kesini cuma ngeladenin 2 kakak aja. Selebihnya full diatas gymball.
- Tapi belum pengen periksa ke bidan, krn takutnya blm bukaan. Gak mau GR dulu.
- 21.30 udh mulai intens, tp firasatku masih bilang klo ini blm buka banyak. Bisa jd masih fase laten.
Anak2 menghiburku sambil ngobrol sama adek bayi. Yuk dek, cepet keluar ya. Biar kita bisa main bareng. Meleleh banget.
Dalam hati masih mikir, melahirkan itu bukan tentang seberapa banyak usaha dan doa yg telah ku lakukan. Melainkan tentang belas kasihan Allah. Seperti bunda Hajar yg berlari ke Sofa dan Marwah, apa yg beliau cari? Bukan air. Bukan. Krn air zam zam muncul di hentakan kaki Ismail, jauh dari tempat berlarinya.
Tapi ia mencoba mengetuk pintu langit, memohon belas kasihan Allah, meratap dan berserah pada Allah dengan segala daya dan upayanya.
Begitupun aku kini, aku tidak ingin menyombongkan ikhtiarku, krn memang aku tak punya daya dan upaya selain bantuan dr Allah.
Krn hasilnya semua Allah yg tentukan. Intinya harus tawakkal setelah ikhtiar dan doa maksimal.
Bbrp lama kemudian keluar mucus plug. Tp cuma sedikit.
Dalam hati bersorak alhamdulilah, persalinan makin dekat.
- 23.30 suami pulang kerja. Alhamdulillah bawa bakso. Makan berdua sambil nikmatin kontraksi.
- Curhat2 sm suami, udh ngrasa hampir putus asa ngrasain kontraksi. Kok rasanya masih lama ya lahirannya.
- Alhamdulillah suami tetep yakinkan aku klo kita bisa lalui ini semua. Ada Allah. Minta pertolongan sm Allah.
Oke, bismillah, semoga Allah mudahkan.
29 Nov 2022
- 01.00 selesai ngobrol sm suami, sudah lega juga di pijat oksitosin, rebozo dll.
- Suami udh tidur.
- Aku masih fokus sm kontraksi. Keluar mucus plug kecoklatan.
Disela2 kontraksi disempetin tidur. Krn emang ngantuk bgt.
- Tiap kali kontraksi datang, lgsg bangun dari tidur dan langsung naik gymball sambil nafas perut.
- 3.30 bangunin suami untuk sholat subuh.
Disitu aku udh rasa pengen mengejan. Tp kalo blm bukaan lengkap kn gk boleh mengejan. Jd ku tahan2 sambil tiup2.
Berusaha ingat2 afirmasi positif. Senyum senyum. Nafas nafas.
Sambil minta tolong suami masak air krn pengen mandi.
- 04.00 Masuk kamar mandi. Jebur jebur. Kontraksi datang. Wah. Berendam enak kyknya. Akhirnya aku ambil bak besar. Tuang air hangat, masuk bak sebentar. Nyesss. MasyaaAllah enaknyaaa.
Tp kok rasanya pengen mengejan lg ya.
Aku nafas tiup2 lagi. Tp ini beda bgt. Rasanya gede banget. Masa udh mau lahiran si. Krn emang sejak kontraksi datang belum cek pembukaan sama sekali. Jd dalam hati gak ada patokan pasti harus kapan lahirannya. Dilalui sealami mungkin.
Langsung kuraba vagina, ternyata ada selaput ketuban utuh yg udh hampir lolos dr tempatnya.
MasyaaAllah.
- aku berusaha robek selaput ketubannya dan cuuur.
Setelah itu disusul kepala bayi yg crowning.
Kuraba lagi, sambil berkata dlm hati.
Kalo emang aku harus lahiran disini berarti perineumku harus utuh.
Oke. Pelan2. Mengejan pelan2. Tiup tiup.
- 04.30 kepala sdh keluar masyaAllah. Tahan mengejan. Tiup2 lagi. Tak lama kemudian spontan badannya juga lahir ke air masyaaAllah. Semua terjadi begitu cepat. Tanpa intervensi dari siapapun. Tanpa panduan teriakan ayo ayo dari provider, tanpa suara2 berisik. Benar2 bisa berpikir jernih.
- langsung ku angkat sambil panggil suami minta tolong ambil kain untuk adek bayi.
Beruntungnya subuh ini suami gak berangkat ke masjid. Biasanya jam 4 sdh ngacir aja. Beliau kaget dong. Kok sdh lahir aja. Bukannya td mau mandi. Haha.
Dengan santainya aku lanjut IMD sambil nunggu plasenta lahir. Lalu keluar dari bak air krn sdh penuh darah.
- jalan ke kamar untuk lahirkan plasenta. Tp darah masih bercucuran.
Alhasil lantai rumah bersimbah darah. Haha. Maafkan aku suamiku, ini bener2 di luar planning. Jadinya ngepel darah subuh2.
- akhirnya menetap di kamar mandi sambil nunggu plasenta lahir.
- setelah plasenta lahir lengkap, adek bayi dibawa suami ke kamar dan aku lanjut mandi. MasyaaAllah.
Masih gak nyangka bisa secepet itu prosesnya. Tp aku bener2 sesantai itu.
Tidak panik sedikitpun.
Hanya observasi perdarahan sambil massage rahim biar cepet kontraksi.
- Setelah bersih, aku ke kamar peluk2 adek bayi.
- tanya suami, kira2 ada robekan perineum apa gak. Kata suami gak robek. Cuma lecet sedikit.
- tak lama kemudian 2 kakak bangun dan kaget adek bayi sudah lahir. Bahagia banget lihat wajah2 polos yang sumringah bahagia dengan kehadiran adeknya.
- minta persetujuan suami untuk panggil bidan. Krn adek bayi juga perlu diberi vitamin dll.
- bidan datang saat semua sdh bersih.
Beliau hanya cek perineum, gunting tali pusat, kasih salep dan vitamin buat adek bayi.
Lalu pulang.
Jadi mikir, seandainya aku kmrn mempersiapkan perlengkapan persalinan itu semua mungkin aku gk perlu panggil bidan subuh2 dan bikin panik beliau. Krn emang cuma sesimple itu. Dirumah juga sudah ada partus set sisa jaman kuliah dulu.
Tp gpp. Yg penting semua sdh terlewati dgn damai, nyaman, tenang. Tanpa intervensi dari siapapun. Persalinan impianku, berlangsung secara alami dan sesuai fitrah.
Alhamdulillah Allah beri kemudahan proses bersalin sangat minim trauma. Ternyata persalinan aman dan nyaman tidak hanya menjadi mimpi. Kebahagiaan itu bisa kuhadirkan sendiri dalam kehidupanku. Alhamdulillah. Proses indah ini akan menjadi cerita yg sangat membahagiakan. 3x melahirkan yang sangat unik. Semua memiliki cerita masing2 yang tidak akan pernah terlupakan. Terimakasih ya Allah.
Terimakasih suamiku, selalu mendukung ide2 gila istrimu. Meskipun kadang kita tidak sejalan, tapi kau selalu berada disisi, tak pernah sedikitpun meragukanku. Semoga kita bisa bersama sampai surga.
Terimakasih anak2ku, penyejuk hatiku.
Terimakasih anak pertamaku Hamzah, sangat pengertian dan kooperatif saat kontraksi datang.
Ikut sedih saat melihatku merasa kesakitan saat gelombang cinta datang.
Selalu berusaha jd kakak pertama yg baik untuk adeknya.
Terimakasih anak keduaku Hamdan, darimu aku belajar tentang perjuangan persalinan normal.
Membuatku bisa merasakan bahwa melahirkan itu bisa seindah ini.
Untuk anak ketigaku Mim, sholihah. MasyaaAllah.
Terimakasih sudah lahir di dunia ini, atas izin Allah bersama2 kita bisa bekerjasama menciptakan persalinan impian, proses yang sangat indah dan mengharukan. Hadirmu melengkapi kebahagiaan kita❤️
0 notes
Text
---VBAC STORY---
Perjalanan vbac ku di mulai sejak aku tau kalo aku hamil.
Waah niat bgt ini kudu bisa lahiran normal. Krn lahiran pertama cukup traumatis. Sudah bukaan 6, ternyata harus sc karena fetal distress (gawat janin), djj 180. Pdhl sebenernya karena aku sdh stress sejak bukaan 1, krn kurang memberdayakan diri, kurang olahraga. Kupikir dengan hanya olahraga sekali2 mungkin bisalah lahiran normal. Baca buku2 gentle birth, simak youtube bidan2 yg pro normal. Alhasil jd pembukaan lamaaa, dan malah ku genjot naik turun tangga dlm sehari itu. Otomatis ototku kaget. Pdhl selama 9 bln aku agak males2an🙈
Dan saat pembukaan berlangsung, aku sebenernya pengen dengan pikiran tenang dan posisi senyamanku. Tidak harus berjalan. Krn jujur aja betis udah pegel bgt. Aku pengen duduk di gymball, duduk bersila posisi butterfly, atau jongkok2. Tp apalah daya tidak boleh dilakukan sm providerku.
Udah gitu hpl sudah lewat 2 minggu, tp kontraksi tak kunjung tiba. Dan itu salah satu penyebab fetal distress.
DJJ 180, buru2 dirujuk tengah malem dengan keadaan pembukaan 6. Tiba di RS swasta yang rumah dokter obgynnya berhadapan dengan klinik. Otomatis lgsg acc SC hari itu juga.
Dengan penuh rasa sedih tapi khawatir. Mencoba ikhlas dengan takdir Allah.
Tiba saat nya persiapan operasi. Sambil kontraksi tapi harus ditahan di posisi terlentang. Di pasang kateter yang rasanya lebih gak enak daripada kontraksi. Lamaaa bgt nunggu di ruang operasi yang dingin mencekam dengan sehelai kain yg sangat tipis. Mbak bidan pasang lagu2 ceria, seolah tidak peduli penderitaan ku. hwaaa wkwk.
Lamaaa dokter belum jg datang. Ternyata dokternya lagi ngopi. Ya Allah tega pen guling2 gak sih. Ini dah kyk gini banget rasanya. Allahuakbar. Mau kabur aja dari ruangan ini wkwk.
Tibalah waktu pembedahan. Sambil nahan nangis. Ya Allah, semoga kontraksiku selama sepekan kemarin menjadi pengugur dosa2ku. Ikhlaskan aku ya Allah.
Akhirnya Alhamdulillah atas izin Allah yang Maha Kuasa
Anak pertama lahir
Tgl 23 Februari 2018 jam 23.30
BB : 3700 gr
PB : 49 cm
Ketuban jernih (padahal td katanya pas usg udah keruh dan berkurang banyak)
Alhamdulillah semoga kisah ini bisa jadi pelajaran untuk diri sendiri. Agar tidak terlalu bermudah2 dan kurang gigih dalam berikhtiar. Qadarullah. Semoga ampuni dosa2ku.
Lanjut lagi. Di kehamilan kedua.
Mulai baca2 birthstory vbac. Nyontek kiat2nya, ditulis dan ditempel di tempat yang mudah terlihat. Kuusahakan tiap hari istiqomah.
TM 1 masih agak males, bahkan aku blm pernah periksa ke dokter sampe tm2. Karena jujur saja kehamilan ini aku sangat frustasi. Trauma di persalinan yang lalu masih sangat jelas di ingatan. Rasanya gak mau hamil dulu. Tp Allah sudah takdirkan. Huhu. Mencoba ikhlas dan sabar. Sampe ada temen yg mengingatkan bahwa skrg lg pandemi, semua ibu hamil harus ada anc terpadu dan serangkaian tes. Apalagi aku riwayat sc dan #pejuangvbac pasti resiko tinggi.
TM 2 mulai semangat senam hamil, makan telor rebus 2 butir setiap hari, madu 2sdm perhari, kurma 5-7 butir perhari, air minimal 3 liter perhari, makan protein lebih banyak, agar rahim sehat sempurna seperti sebelum sc. Karbo dikurangi agar bayinya tdk terlalu gendut.
Mencoba healing trauma, sambil mulai periksa ke puskesmas dan usg ke dokter.
Semua dokter spog yg aku datangi tidak ada yg mendukung vbac dibawah 2 th. Resiko ruptur uteri katanya. Setiap datang selalu di ingatkan bahwa beliau tidak mau menolong jika aku tetap memaksa ingin VBAC.
Mencoba cari dokter lain, tp hasilnya nihil. Apalagi bidan. Tidak ada satupun yang mau support VBAC.
Baiklah, gpp, yg penting skrg ikhtiar dulu. Pokoknya aku hanya memastika janinku sehat ketika di USG. Dokternya marah2 pun kuterima dengan lapang dada. Dan urusan lahiran, pasrah sama Allah.
Masuk TM 3 semakin semangat olahraga, jalan cepat pagi setiap hari sambil dengerin murottal atau dzikir, senam hamil, squat minimal 50x perhari, naik turun tangga, makan protein tinggi, diet ketat, gak makan manis2, semua makanan kesukaan seperti coklat, donat, pempek, ciki2, gak pernah kumakan lagi.
Tapi aku happy. Pdhl dulu sumber kebahagiaanku adalah makanan manis, tp skrg enggak. Waaw haha.
Di TM 3 ini aku juga menemukan grup pejuang vbac. Waaah rasanya bahagiaaaa. Bisa berkumpul dengan orang2 seperjuangan. Saling menguatkan, memahami dan mengingatkan. Membuatku semakin yakin kalo vbac itu mungkin. Hempas semua keraguan. Allah pasti bantu, walau seluruh dunia menolak impianmu. Tenang, ada Allah.
Selain itu, aku juga rutin dzikir pagi dan petang, tilawah surah2 pilihan sambil main gymball, pokoknya harus selalu mendekat pada Allah.
Masuk usia kehamilan 36 minggu sudah ketar ketir, membayangkan gimana nanti ya.
Semakin semangat olahraga, aku sdh mulai induksi alami, krn targetku lahiran di 37-38 minggu.
Di usia 38 minggu tgl 12 agustus kmrn, aku periksa ke spog, beliau menolak bantu vbac, kalo aku ngotot, silahkan cari dokter lain. Krn beliau trauma setelah nolong ibu riwayat sc blm 2 th hamil lagi, dan bayinya meninggal saat vbac.
Disitu aku disuruh ttd menolak sc.
Tanggal 14 agustus 00.30 ketuban pecah, surrr surrr. Habis 4 kain besar buat nampung basahan. Disertai kontraksi, tdk terlalu sakit. Tp intens.
Jam 07.00
Hilang kontraksinya, aku induksi alami.
Jam 10.00
Semakin rapet kontraksinya, makan kurma, nanas, durian, dan kangen water buat ganti ketubanku yg tumpah. Aku usahakan 1 liter 1 jam seperti saran mbak D yg sukses vbac dgn KPD 36 jam.
Aku happy2, main gymball, rebozo, quantum touch (ngobrol sama adek bayi, bilang terima kasih, maaf, menyesal dan i love you juga), nangis2an sama suami, ketawa2, peluk2 anak. Bahkan anakku yg pertama ikut ngrasa sedih saat aku kontraksi, dia peluk2 aku sambil bilang, adek keluar yuk. Ayo main sama mas :')
Jam 15.00
Kontraksi udah semakin aduhai rasanya, akhirnya ngajak suami ke klinik, buat cek pembukaan aja.
Bukaan masih 2. Bhaiiq.
Gini bgt ya rasanya, padahal masih bukaan 2🙈
Sepertinya ini lebih sakit drpd kontraksi yg anak pertama dulu.
Disitu aku sdh mulai nyerah, karena jujur aja ambang sakitku kecil bgt. Pembukaan 2 rasanya dah mau nyerah. Mulai bicara dengan diri sendiri. Apa yang harus aku lakukan. Pengen bgt rasa ini berakhir. Tapi kam kalau kontraksi artinya bayi mau lahir.
Galau melanda.
Jam 16.00
Trus aku ke RS SW. Mbak bidan kaget krn aku ada riwayat sc, kok gak dtg dari tadi saat ketuban rembes. Aku bilang karena belum ada kontraksi haha. Pokoknya mbak bidan emosi. Ternyata dokter spognya gak bisa dihubungi.
Mungkin lagi weekend ya.
Aku ngobrol sama suami. Kita mau maju vbac atau nyerah nih? Suami bilang kalo dia rela apapun pilihanku, dia gak tega lihat aku kesakitan kayak gini. Ternyata hilang semua briefingku dulu, sdh kusuruh kalo aku kendor, suami kudu nguatin. Tp ternyata suami gak tegaan :')
Kalau lanjut vbac kita pulang. Kalau mau SC kita ke RS. Pada akhirnya aku memutuskan untuk datang ke RS.
Baiklah, aku manut aja kalo memang harus SC lagi. Aku siap dengan memilih jalan ini. Yang aku pikirkan skrg, aku ingin rasa ini segera berakhir aja. Aku akan ikhlas apapun takdir Allah untukku.
Jam 17.00
Akhirnya aku ke RS S yg kmrn sdh ku tanda tangani menolak SC. Alhasil diomeli dokternya dong, kmrn menolak, skrg mau apa?
Anda sdh meremehkan saya, skrg malah cari2 saya. Saya ga ada urusan. Jedieeerr.
Hanya kata maaf yg mampu ku ucap.
Beliau bilang, enak aja bilang maaf. Aku diem aja :(
Akhirnya dokter jadwalkan sc jam 20.00.
Di periksa masih bukaan 3. Waaah masih lamaaa. Ketuban sudah hijau.
Bidan ugd pasang infus dan ijin memasukkan obat pereda nyeri katanya dari dubur. Biar gak seberapa sakit sampe nnti nunggu sc jam 20.00.
Oke baik.
Jm 18.00
Ini kenapa kontraksi bukannya berkurang malah tambah sering dan semakin aduhai🙈pengen ngeden2 rasanya.
Jam 18.30
Sdh siap dibawa ke ruang rawat inap dan persiapan operasi. Pas kamarku masih disiapkan aku sempet berdiri dan ngeden, tapi dilarang mbak bidannya karena takut ketuban makin habis.
Jam 19.00
Rasa mules makin kuat, pengen BAB, udah pengen ngeden. Aaaak. Gak kuat. Gmn kalo aku lahiran normal aja kalo giniiii.
Sampai di ruang rawat inap, aku ganti baju operasi, disitu bidan minta ijin untuk cek pembukaan, ternyata sudah pembukaan lengkap. Waaaw masyaaAllah.
Waaaah. Rasa sakit langsung hilang, ganti happy. Dari tadi hormonku gak karuan bgt. Afirmasi2 gak ngefek. Ilmu2 yg aku pelajari sdh ilang semua. Rasanyaaa aduhaaai aja.
Padahal di resepsionis suami sdh ttd untuk sc, beli peralatan untuk post sc dll.
Akhirnya dgn kasur rawat inap, aku di dorong ke ruang bersalin.
Semua sibuk, bidannya bingung, gmn ini dokter blm dtg, ini udh crowning. Gapapa ditolong aja, kata bidan yg lain. Nanti kita kabari via tlp dokternya.
Pasang oksigen krn djj sudah 180.
Kata bidannya, inikan yg mbak mau. Jadi ayo kita hadapi bersama. Bismillah, ikhlaskan semua biar lancar ya mbak.
Dlm hatiku, ya Allah gak nyangka aku sdh bisa melewati kontraksi sampai pembukaan 10. Sungguh aku tdk ada kekuatan jika membayangkan semua itu.
Dari pagi blm makan nasi, cuma kurma, duren dan nanas yg ku makan. Juga air berliter2 hahaha.
Ketika datang ke rs aku sdh pasrah, ikhlas, relaaa jika harus sc ulang. Semua dokter dan bidan memberi konseling ttg resiko vbac bla bla blaaa.
Iyaaaaa aku sdh tauuu semua ituuu.
Gpp aku relaaa kalo harus sc lagi.
Kulupakan semua mimpiku ttg vbac, aku hanya ingin rasa ini segera berakhir dan segera ktmu bayiku.
Suami ikhlas, ibupun ikhlas.
Tapi ternyata Allah berkehendak lain, pembukaan dibuat secepat kilat.
Allahuakbar, tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah. Dengan segala daya dan upaya orang2 berusaha mengantarku untuk sc ulang. Tapi Allah, Maha Pengatur Segalanya, mengantarku pada impian vbac, juga impian orang2 disekitarku. Mungkin disana juga ada doa2 orang2 yg sampai ke langit, menembus segala kemustahilan di dunia ini.
Ya Allah, sungguh aku tdk ada kekuatan jika bukan karenaMu.
Kontraksi sdh semakin kuat, rasanya sdh pengen ngeden.
Bidan menuntunku bernafas panjang, ya Allah lupaaa, seperti apa bernafas panjang itu. Pengen ngeden aja pokoknya.
2x ngeden belum keluar.
Rasa pengen ngeden kok jd hilang, tp gpp harus ngeden 1x lg. Tambah kekuataaaan.
Erangan terakhir dan bruuulll. Keluar bayinya, hilang semua rasa sakit. Berubah bahagia, haru, tidak percaya, pengen ketawa. Hahahaha
Di dalam ruang bersalin ibu dan suami menyaksikan semuanya. Saking sibuknya mbak bidan sampe tdk peduli kehadiran mereka berdua. Prosedur covid agak longgar gegara drama yg kubuat.
19.30
Bayiku lahir spontan vbac, dgn jarak kehamilan 22 bln, di usia kehamilan 38 minggu, maju 17 hari dari HPL, KPD 18jam, ketuban hijau, bayi sehat, tdk sesak apgar skor 7-8 dengan berat 3,6kg (hasil usg 2 hari yg lalu 3,1kg dong🙈) panjang 50cm, jenis kelamin laki-laki.
Jam 20.00
Dokter spog datang, langsung cek usg rahim.
Keadaan rahim bagus, tdk ada robekan rahim, perdarahan bagus, plasenta lahir lengkap, perinium robekan derajat 2🙈
Pas periniumku dijahit, aku cuma bisa ketawa2, ga nyangka bisa melewati semua ini. Dan memang robekan itu juga atas kesalahanku sendiri, jarang kegel apalagi pijat perinium. Haha.
Dokter nulis2 advice di buku lalu pamit pulang tanpa komen apa2. Tp aku sdh bahagia beliau mau datang❤️
Semua sehat, langsung imd, rawat gabung dan besoknya boleh pulang. Alhamdulillah❤️
5 notes
·
View notes