Don't wanna be here? Send us removal request.
Text
2 Agustus 2002
"Tak ada satu orang pun yang bisa mengubah takdir mubram, sebab takdir tersebut telah di tetapkan oleh Allah, contohnya saat seseorang terlahir di dunia, maka seseorang tersebut tidak bisa memilih orang tua untuk dirinya sendiri. Yang harus dilakukan adalah menjadi anak sholih/sholihah bagi kedua orang tuanya agar kelak bertemu di syurgaNya."

Di suatu siang seusai jum'atan, orang-orang berhamburan kesana kemari mencari kamar di sebuah rumah sakit untuk menyaksikan sosok bayi yang baru saja menampakkan kaki ke bumi berupaya menggenggam erat bumi dengan tangannya sembari menangis ketakutan karena cairan merah pada sekujur tubuhnya belum ditangani oleh perawat rumah sakit tersebut. Sebut saja RSUD Sidoarjo, tempat dimana perjuangan dimulai tiada henti untuk memanjatkan do'a. Nampak di depan ruang tempat bayi, terdapat laki-laki gagah dan berbadan besar mengadzani bayi perempuan yang akan menjadi putri kecil kesayangannya nanti, dengan bertabur keharuan serta butiran air mata berjatuhan secara perlahan sebab mengingat buah hatinya lahir begitu sempurna tanpa ada satu kekurangan fisik maupun kekurangan lainnya, sehingga membuat nikmat syukur kepada Allah semakin bertambah. Sedangkan wanita paruhbaya mencoba menenangkan diri setelah mempertaruhkan nyawanya. Beliau rela berkorban; contohnya rela merasa kesakitan tiada henti selama mengandung 9 bulan, rela mengorbankan seluruh jiwa dan rasanya untuk darah dagingnya, menyusui dengan lapang dada tanpa harus mengeluh, merawat dan mendidik hingga darah putri kecil kesayangannya menjadi anak sukses dunia dan akhirat. In shaa Allah, Aamiin. Dengan demikian, tak salah jika syurga berada pada telapak kaki Ibu dan ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua.
Terlihat perdebatan panjang diantara mereka untuk memberi nama kepada sang putri kecil kesayangannya. Tetapi Alhamdulillah semuanya bisa diatasi dan pada akhirnya mendapatkan nama yang islami dan bermakna luar biasa. Putri kecil kesayangannya diberi nama Hikmah Cahya Utami. Hikmah : Berkah. Cahya : Cahaya. Utami : Anak pertama. Subhanallah begitu bermakna nama anaknya. Mungkin bisa diartikan pada saat itu ramadhan kemudian lahirlah saya sehingga membuat ramadhan semakin berkah dan cahayanya semakin membara layaknya cinta beliau kepada saya. Mungkin beliau mengharapkan agar anak pertamanya bisa menjadi berkah/cahaya untuk semua orang di bumi. Yang pastinya bisa bermanfaat bagi seluruh makhluk di bumi. Semoga harapan beliau bisa tercapai:)
Ketika saya lahir, banyak yang beranggapan bahwa saya bukan anak beliau karena saya terlalu jelek mungkin dimata orang-orang yang menjenguk saya pada saat itu. Berkulit coklat,berbadan kisut,dengan dipenuhi darah membuat semua orang yakin, saya bukan anak yang pantas untuk kedua orang tua saya. Intinya seperti bayi yang tertukar. Tetapi orang tua saya Alhamdulillah tidak percaya begitu saja dan tetap menganggap saya putri kecil kesayangannya. *memang ada-ada saja ya netizen, tidak ikut bayar kok komentar hehe*. Toh sekarang saya sudah remaja dan menjadi gadis manis kebanggangan orang tua saya.* So pasti nama panggilan saya ocha, yang kebetulan dari bahasa jepang, kalau di bahasa Indonesia artinya teh. You know all, tea is sweet. Jadi gak heran kalau saya dianugerahi lesung pipit kanan kiri, karena Allah tahu saya sering dibully gara-gara kulit saya coklat sekali*.
Akhirnya sang penakluk ombak (Bapak) saya kembali pada habitatnya. Pada saat itu beliau merantau ke Kalimantan Timur, mungkin setengah tahun sekali baru bisa pulang, tapi waktu pulang, yang paling kangen ya saya. *tiap hari telfon sama ibu karena kangen minta cepat pulang* Ya ibu hanya bisa bilang sabar saja 'semua akan indah pada waktunya.' Jarak memisahkan begitu jauh, namun untaian do'a selalu dipanjatkan. Berharap beliau disana juga baik-baik saja. Begitu juga degan pahlawan tanpa tanda jasa (Ibu) saya masih menikmati cuti 1 bulannya sehabis melahirkan anak pertamanya *First queen in the home*.
Saya tumbuh menjadi anak kecil yang aneh *dan sampai sekarang juga aneh*. Pada waktu itu baby sister saya laki-laki, dia ditugaskan untuk membuat saya doyan makan. Ocha kecil gak suka makan, kalaupun mau makan itu pasti ada maunya. Saya mau melahap makanannya tapi harus lihat onyet makan pisang di rumah tetangga saya. *mungkin saya senang melihat kembaran saya juga makan*. Terkadang, saya diajak ke sawah untuk melihat derasnya air sungai *Alhamdulillah nya baby sister saya gak menenggelamkan tubuh ini ke sungai*. Terima kasih Ya Allah sudah diberikan makhluk yang sabar untuk menghadapi tingkah aneh saya. Tetapi tak lama kemudian, baby sister saya mengundurkan diri sebab ada kepentingan sekolah pada saat itu. Dan akhirnya baby sister saya diganti oleh seorang perempuan. Sebut saja namanya mbak Nurul. Beliau hebat sekali, bisa membuat saya dan membujuk saya dengan mudah. Bahkan saat mbak Nurul melangkah kemana-mana saya selalu mengikutinya. Contohnya; mbak Nurul menyapu, saya ngikut dibelakangnya dan membuat saya terpental karena kena pantatnya mbak Nurul wkwk, ironisnya pada saat mbak Nurul ke kamar mandi untuk BAK saya justru dengan senang hati mengantarkannya, padahal di depan kamar mandi lantainya licin sekali.
N : Ochaaa tunggu di dapur saja, mbak Nurul mau BAK bentar
O : Iyaa, hmm..
N : Tunggu ya sayang...
O : *saya gak betah nunggu lama-lama akhirnya otw ke kamar mandi untuk memastikan mbak Nurul ada di kamar mandi atau tidak. Baru saja melangkahkan kaki, terpeleset lah saya karena terkena ujung ubin yang tajam*.
Mbak Nurul kaget dengan kejadian yang saya alami karena hidung saya berlumuran darah. *kalo hewan-hewan yang melihatnya pasti suka, lah kalo manusia melihatnya pasti nangis kan*. Mbak Nurul mendadak menangis dihadapan saya,mungkin merasa bersalah dan akhirnya di bawalah saya ke puskesmas terdekat. Hidung saya harus di jahit berkali-kali agar bisa normal kembali *haduh yang awalnya hidung biasa aja, eh semakin mancung ke dalam*. But, selalu saya syukuri. Apapun kejadiannya pasti ada hikmah dibalik semua ini.
Gambarnya no sensor karena masih belum baligh. Maaf ya jadi ketahuan saya dulu body goals banget. Secara gitu, waktu kecil banyak yang dandanin saya biar jadi imut.
Ah sudahlah ya... Intinya 2 Agustus 2002 sangat berkesan bagi saya... Hidup dengan orang-orang yang mencintai saya dengan tulus hati. Apalagi saya diperlakukan seperti seorang ratu kayak lagunya sibad yang sedang trending topic wkwk.
Setelah kejadian itu, mbak Nurul lebih berhati-hati untuk melindungi dan menjaga saya. Hahaha saya suka sekali dimanja, apalagi dibelikan jajan yang banyak. Uwuuh hidup saya gak ada bebannya *tapi itu dulu, waktu saya masih kecil*. Saya sering main ke rumah mbak Nurul dengan celana pendek dan kaos pendek karena memang di rumah gak ada temannya. Saudara saya banyak yang laki-laki.
Lambat laun saya mengerti, pak de saya menginginkan untuk menjadikan saya sebagai anaknya sebab beliau tidak punya anak perempuan. *Ya Allah berasa jadi rebutan kalau gini haha*. Tapi sekali lagi Alhamdulillahnya orang tua saya masih sangat menyayangi saya dengan sepenuh hati, ya kayak merawat dan membesarkan malika. Padahal pak de saya dapat orang jepang loh. Tapi bapak saya tidak mau membiarkan putri kecil kesayangannya diambil orang lain, ya meskipun saudara kandungnya.
I love them very much, big thx for them:)

1 note
·
View note