dpvdorothea-blog
dpvdorothea-blog
A Fine Opus
30 posts
  fulfilled with the expectations  
Don't wanna be here? Send us removal request.
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
Media Sosial Sebagai Identitas Baru Bagi Anak Muda
Tugas Mingguan Academic Writing
 Oleh :
Dorothea Putri V.
00000026627
 Internet dianggap sebagai salah satu penemuan paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan teknologi dan media massa. Kemunculan internet memberi peluang yang besar pada perkembangan teknologi-teknologi lainnya, khususnya dalam perkembangan komunikasi massa.
Merujuk pada Everett M. Rogers, ia membagi perkembangan teknologi komunikasi dalam empat era, yaitu Writing Era, Printing Era, Telecommunication Era, dan Interactive Communication Era. (Deddy, 2005 : 42). Saat ini kita hidup pada era yang terakhir yakni interactive communication era yang merupakan era pengembangan dari era telekomunikasi. Hal ini ditandai dengan ditemukannya internet sebagai media baru (new media) yang menandakan pula bahwa teknologi komunikasi semakin canggih.
Menurut William L. Rivers (2008:19) bahwa terdapat beberapa karakteristik komunikasi massa antara lain :
1.      Sifatnya satu arah. Disini teori jarum suntik sangat relevan dengan situasi ini, dimana audiens dianggap pasif dan hanya mampu menyerap semua informasi yang diberikan melalui alat-alat komunikasi massa.
2.      Selalu ada proses seleksi. Setiap media memilih khalayaknya. Misalnya saja Koran New Yorker hanya untuk kalangan menengah ke atas saja. Di lain pihak, khalayak juga menyeleksi media, baik jenis maupun isi siaran dan berita, serta waktu untuk menikmatinya
3.      Media mampu menjangkau kalayak secara luas, sehingga jumlah media yang diperlukan sebenarnya tidak terlalu banyak sehingga kompetisinya selalu berlangsung ketat. Untuk menyampaikan berita dari mulut ke mulut tentunya diperlukan jutaan orang. Namun satu stasiun pemancar cukup untuk menyampaikan pesan itu.
4.      Untuk meraih khalayak sebanyak mungkin, harus berusaha membidik sasaran tertentu. Sebagai contoh, editor koran yang selalu mengingatkan reporter untuk mencari berita yang menuarik minat orang-orang untuk menyampaikannya kepada orang lain.
 Salah satu teknologi hasil pengembangan dari internet yang paling dianggap memiliki pengaruh besar bagi perkembangan komunikasi yaitu media sosial. Merujuk pada sistem perkembangan teknologi komunikasi yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers, media sosial merupakan salah saru bentuk new media dimana media sosial dengan internet mampu menyatukan dua bentuk media menjadi satu. Sayangnya, karakteristik komunikasi massa yang dikemukakan oleh William di atas dianggap tidak relevan dengan karakteristik yang dimiliki oleh media sosial. Hal ini menunjukkan media sosial mengubah cara seseorang berinteraksi melalui media dengan individu lain.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, media sosial adalah laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jaringan sosial. Sejak keberadaan media sosial, orang beramai-ramai mendaftarkan diri menjadi bagian dari media sosial. Media sosial dianggap mampu menembus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi. Batasan jarak, ruang, dan waktu pun memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi satu sama lain kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun dari segala kategori umur, termasuk generasi muda. Dalam hal ini, generasi muda memiliki batasan usia 16-30 tahun yang tertuang dalam UU Kepemudaan menurut Menpora Adhyaksa Dault yang dikutip dari Kompas.com.
Persepsi mengenai generasi muda juga belum memiliki patokan yang jelas. Namun pada dasarnya pengertian mengenai generasi muda merupakan suatu proses beralihnya seseorang dari masa kanak-kanak menuju masa remaja atau muda dengan disertai perkembangan fisik dan non-fisik (jasmani, emosi, pola pikir, dan sebagainya). Sehingga generasi muda juga disebut sebagai generasi peralihan. Menurut Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dalam press release tentang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2018, generasi muda juga merupakan masa dalam rentang kehidupan yang dipenuhi dengna berbagai perubahan dan dinamika. Mulai dari perubahan secara fisik-biologis yang secara natural membawa perubahan atau bahkan gejolak secara psikologis. Berbagai perubahan emosi dan pola pikir yang membuat generasi muda kerap dihubungkan dengan pencarian jati diri atau identitas sosial.
           Perkembangan teknologi komunikasi memang mejadi bagian yang penting dalam suatu proses komunikasi yang ada di masyarakat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kemunculan media sosial mampu membawa pergeseran fungsi bagi generasi muda. Media sosial telah bergeser dari yang semula berfungsi untuk berkomunikasi telah berubah menjadi ajang untuk membentuk citra diri maupun identitas yang baru (Arif, 2016). Dan tidak terelakkan bahwa sebenarnya media baru telah ikut memberikan wajah baru pada generasi muda khususnya media sosial.
           Media sosial dipahami sebagai sekelompok jenis media online yang terbagi atas lima karakteristik yaitu:
1.      Partisipasi
Sosial media mendorong kontribusi danumpan balik dari setiap orang yang tertarik. Hal ini mengaburkan batas antara media dan penonton
2.      Keterbukaan
Media sosial terbuka untuk umpan balik dan partisipasi. Media sosial mendorong voting, komentar dan berbagi informasi. Jarang ada hambatan untuk mengakses dan memanfaatkan konten-konten yang disukai.
3.      Percakapan
Apabila media tradisional adalah tentang “broadcast” (konten ditransmisikan atau didistribusikan kepada audiens) media sosial lebih baik dilihat sebagai percakapan dua arah.
4.      Komunitas
Sosial media memungkinkan komunitas untuk terbentuk dengan cepat dan berkomunikasi secara efektif. Komunitas berbagi kepentingan bersama, seperti cinta fotografi, masalah politik, atau acara TV favorit.
5.      Keterhubungan
Sebagian besar jenis media sosial berkembang pada keterhubungan mereka, memanfaatkan link ke situs lain, sumber daya dan orang-orang di dalamnya. (Ennoch, 2014)
Berdasarkan karakteristik di atas menggambarkan secara keseluruhan bagaimana media sosial mampu membuka batasan-batasan yang selama ini tidak ada dalam media komunikasi massa lainnya. Beberapa keuntungan dalam media sosial ini membuat generasi muda yang dianggap masih mencari jati diri, dapat menemukan kenyamanan dalam bersosialisasi menggunakan media sosial. Hal ini dibuktikan dalam penelitian mengenai fenomena remaja menggunakan media sosial dalam membentuk identitas diri yang dilakukan oleh Tegar Roli pada tahun 2017, menunjukkan bahwa:
1.      Secara orientasi personal, para remaja menggunakan media sosial dikarenakan mereka ingin menjalin komunikasi dengan teman-teman mereka. Sehingga mereka memutuskan untuk memiliki akun media sosial lebih dari satu.
2.      Nilai individu yang ditampilkan dalam media sosial, para remaja mencoba membuat sebuah citra positif tentang diri mereka di media sosial tersebut. Remaja suka menampilkan identitas mereka yang smart, terlihat bahagia, dan suka menampilkan hobi atau kegiatan yang mereka sukai.
3.      Para remaja cukup terbuka di media sosial dalam menunjukkan identitas mereka. Hal ini ditunjukkan dengan keterbukaan diri mereka melalui keinginan mereka untuk eksis dengan mengupload kegiatan yang sedang mereka lakukan (baik melalui foto ataupun status) dengan mengungkapkan permasalahan pribadi di media sosial, dalam bentuk tersirat.
Media sosial rupanya menjadi salah satu bentuk identitas baru bagi generasi muda dalam bersosialisasi dan berhadapan dengan lingkungannya. Anggapan-anggapan seperti ‘tidak keren tanpa media sosial’, ‘ketinggalan zaman kalau belum punya media sosial’, akan terus berdatangan dan mendorong keinginan untuk menjadikan media sosial sebagai alat untuk menunjukkanjati diri generasi muda.
Pada akhirnya media sosial pun digunakan oleh generasi muda sebagai bentuk eksistensi diri di lingkungannya. Alasan bahwa media sosial digunakan oleh semua orang pun melekat dan akhirnya membuat media sosial tidak pernah ditinggalkan oleh anak muda. Hal ini pun memicu bagi generasi muda. Sama halnya dengan teori Interaksi Simbolis yang dikemukakan oleh George Herbert Mead (Morissan, 2013: 225). Ia menyatakan  bahwa ‘manusia membuat keputusan dan bertindak pada situasi yang dihadapinya sesuai dengan pengertian subjektifnya’. Dan juga gagasan mengenai ‘diri seseorang adalah objek yang signifikan dan sebagaimana objek sosial lainnya diri didefinisikan melalui interaksi sosial dengan orang lain’. Hal ini relevan dengan generasi muda yang mejadikan media sosial sebagai identitas diri mereka.
Keberadaan media sosial sendiri sebenarnya sangat membantu dan memberi banyak keuntungan bagi penggunanya, khususnya dalam hal ini adalah generasi muda. Mampu menciptakan komunikasi dengan orang yang ada berkilo-kilo meter jauhnya dari kita merupakan hal yang bagus. Namun bagaimana dengan orang yang ada hanya beberapa meter di hadapan kita? Atau bagaimana sosialisasi yang harus dibangun dengan orangtua dan saudara  yang berada dekat dengan kita?
Pada akhirnya penggunaan media sosial dirasa cukup meresahkan bagi sebagian besar orang. Media sosial yang seharusnya mampu mendekatkan yang jauh, justru ikut menjauhkan yang dekat. Dan parahnya lagi, hal semacam ini dianggap oleh generasi muda sebagai budaya komunikasi yang sedang ‘in’ untuk terus dilakukan di era digital ini. Inilah yang disebut sebagai identitas baru media sosial bagi generasi muda.
 Daftar Pustaka
 Buku
Morissan, Teori Komunikasi, Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana, 2013
Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005
Rivers, William L., et al., Media Massa & Masyarakat Modern. Jakarta: Kencana, 2008
 Jurnal
Arif Budi Prasetra, Trend Media Sosial di Kalangan Remaja dalam Perspektif Budaya Populer (disampaikan dalam Konferensi COMICOS di Universitas Atmajaya), Malang, 2016.
http://arifbudi.lecture.ub.ac.id/2016/07/trend-media-sosial-di-kalangan-remaja-dalam-perspektif-budaya-populer-disampaikan-dalam-konferensi-comicos-di-universitas-atmajaya/ (diakses pada : 10 Oktober 2018, pukul 20.47)
Ennoch Sindang, Manfaat Media Sosial Dalam Ranah Pendidikan dan Pelatihan, 2014.
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/40842325/1-The_Social_Media_-_Ennoch_-oks.pdf?AWSAccessKeyId=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A&Expires=1539185029&Signature=T9tGJ6MdEqMuz%2FWEfVm2q1Pb9cI%3D&response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DThe_Social_Media_Ennoch_oks.pdf (diakses pada : 10 Oktober 2018, pukul 22.29)
Ghoffar Albab Maarif, Peran Mahasiswa Melalui Gerakan Indonesia Membaca untuk Mewujudkan Pendidikan Indonesia yang Berkarakter
https://www.scribd.com/document/326219164/Ghoffar-Albab-Maarif-Peran-Mahasiswa-Melalui-Gerakan-Indonesia-Membaca-Untuk-Mewujudkan-Pendidikan-Indonesia
(diakses pada : 10 Oktober 2018; pukul 19.02)
Sutatik, Gaya Hidup Pengguna Instagram (Analisis Deskriptif Kualitatif Mengenai Kelas Sosial Menengah Dalam Penggunaan Instagram Stories Di Ruang Cyber), Surakarta, 2017. (diunduh pada : 10 Oktober 2018; pukul 19.02)
Tegar Roli A., Fenomena Remaja Menggunakan Media dalam Membentuk Identitas, Purwokerto, 2017. (diunduh pada : 10 Oktober 2018; pukul 19.02)
 Situs Daring
 https://ipkindonesia.or.id/pernyataan-ipk-indonesia/2018/10/hari-kesehatan-jiwa-sedunia-10-oktober-2018-generasi-muda-yang-bahagia-tangguh-dan-sehat-jiwa-menghadapi-perubahan-dunia/ (diakses pada : 10 Oktober 2018, pukul 23.10)
 Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, 2018
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/media%20sosial (diakses pada : 10 Oktober 2018, pukul 20.47)
Kompas.com, Batasan Usia Pemuda Disepakati 16-30 Tahun, Jakarta, 2009
https://nasional.kompas.com/read/2009/09/09/12230789/batasan.usia.pemuda.disepakati.16-30.tahun (diakses pada : 10 Oktober 2018, pukul 20.48)
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
Suara yang Terus Bersuara
UAS Take Home Feature Writing (semester 4)
 “Ketika itu aku bekerja dengan majikan baru. Pasangan suami-istri itu bekerja. Sayangnya, adik laki-laki dari majikanku ini suka datang dan menggoda, mengajak ke hal-hal yang tidak benar ketika kakaknya berangkat kerja. Aku selalu menolak dan menghindar dari adik majikanku itu. Akhirnya, aku jadi tidak merasa nyaman bekerja,” tulis Lasiyem, anggota Serikat Pekerja Rumah Tangga Tunas Mulia Yogyakarta.
“Aku merasa tidak nyaman, karena sering melihat kekerasan psikis yang menimpa pekerja rumah tangga yang full time. Majikan jika menyuruh hitungannya dua menit harus dilaksanakan. Jika tidak, ia akan membentak-bentak kami. Keluarga ini apa-apa harus dilayani, sampai minum air putih saja minta diambilkan,” tulis Parsini, anggota Organisasi Pekerja Rumah Tangga (Operata) Vila Pamulang Mas (Vipamas), Tangerang Selatan.
“Aku bekerja di Jakarta sampai 1996. Pada tahun itu aku putuskan untuk pulang karena gaji tidak pernah dinaikkan oleh majikan. Gajiku hanya Rp 25 ribu per bulan. Di Yogyakarta saja gajinya sudah Rp 70 ribu per bulan pada waktu itu. Aku baru sadar betapa bodohnya karena tidak mempunyai informasi tentang besaran gaji di Yogyakarta,” tulis Yuli Maheni, Wakil Ketua Serikat Pekerja Rumah Tangga Tunas Mulia Yogyakarta.
Itulah beberapa kutipan kisah kesedihan dan ketidakadilan para Pekerja Rumah Tangga (PRT) dalam buku ‘Kami Tidak Akan Diam: 31 Kisah Pekerja Rumah Tangga di Balik Tembok Ruang Domestik’ yang dibuat berdasarkan kisah nyata yang dialami para PRT yang tergabung dalam organisasi Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT).
Seringkali kutipan-kutipan seperti itu terdengar dalam laporan berita di televisi maupun di platform media daring langganan kita. Tampaknya hal tersebut bukan lagi hal yang harus ditutupi, melainkan harus diketahui dan didukung oleh banyak orang. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor kelancaran suatu proses dalam pekerjaan ataupun industri. Para tenaga kerja menjalankan pekerjaannya, didukung oleh suasana kerja serta sarana prasarana yang mendukung tenaga kerja untuk menjalankan pekerjaannya.. Sama halnya dengan PRT.
Menekankan istilah ‘pekerja’, bukan ‘pembantu’ maupun ‘asisten’ rumah tangga pada diri mereka, seharusnya PRT bisa mendapatkan hak-hak yang sama seperti para pekerja lainnya. Namun pada kenyataannya, kasus kekerasan terus menghantui para PRT baik yang bekerja di dalam maupun luar negeri. 31 kisah kekerasan yang dialami oleh para PRT di dalam buku mereka seakan menjadi momok mengerikan yang menghantui para PRT. Seakan kekerasan dan ketidakadilan akan terjadi apabila kamu memilih untuk bekerja sebagai tenaga kerja dalam sektor produksi ini.
 Nurlela, Pekerja Rumah Tangga Korban Kebiadaban Majikan
Nurlela merupakan salah satu PRT yang menjadi korban kekerasan oleh majikannya dua tahun yang lalu. Nurlela atau yang kerap dipanggil Nur hanya bisa duduk termenung di ruang tamu bersama pamannya saat sedang dikunjungi banyak orang pada 25 Oktober 2016. Saat itu, Nur dan pamannya sedang diwawancarai Metro TV. Tidak banyak yang bisa diucapkan oleh Nur. Trauma jelas masih terlihat dari sorot matanya. Paman Nur banyak membantu memberi keterangan tentang kejadian yang dialami Nur.
“Waktu saya dan teman-teman JALA PRT datang untuk menjenguk Nur itu, sedih sekali rasanya. Wajahnya lesu, banyak lebam di badan, tangan bahkan wajah, banyak luka bakar juga, rambutnya juga tipis sekali seperti tidak terawat. Nur diam saja waktu kami datang,” cerita Koordinator SK Terogong JALA PRT Oom Umiyati saat ditanya mengenai kasus kekerasan yang paling parah yang pernah ia lihat selama bergabung dalam JALA PRT.
Oom bersama dua pengurus JALA PRT lainnya, Yuni Sri Rahayu dan Lita Anggraini saat itu datang untuk menjenguk sekaligus memberi dukungan kepada Nur agar bisa melalui hal tersebut. Selain itu, mereka juga berjanji untuk membantu Nur menegakkan keadilan dan memberi perlindungan melalui organisasi mereka.
Paman Nur bercerita bahwa kesadisan majikan dan keluarganya sudah di luar batas kemanusiaan, terutama apa yang dilakukan oleh Irma dan Edi, majikan Nur. Menurut pamannya, selama bekerja di keluarga tersebut di daerah Cileunyi, Bandung, Nur bagai hilang ditelan bumi. Pihak keluarga pun sudah berusaha mencari keberadaan Nur termasuk melalui agen penyalur PRT yang menjadi perantara. Singkatnya, Nur berhasil lolos dari kekerasan itu saat majikannya sedang pergi beberapa hari dan segera kabur saat menyadari bahwa majikannya lupa mengunci pintu rumah.
Nur bercerita bahwa dirinya sering disiksa dan disiram air panas. Seringkali majikan menyuruhnya memasak air panas yang digunakan untuk menyiram Nur. Dia sangat tak berdaya karena takut. Nur menambahkan bahwa Seli, adik ipar Irma, turut andil menyiksanya. Bahkan pernah suatu hari, Seli menyuruh Nur untuk memijatnya dan di saat Nur mengantuk, Seli tidak segan-segan menyuruh Nur memakan cabai sebanyak 10-20 buah dan bawang merah dan tetap menyuruh Nur memijat badannya. Nur juga kerap disuruh memakan ikan mentah. Dan dengan mudahnya luka dan bekas luka dapat ditemukan akibat disiksa dengan menggunakan benda tajam.
Telinga Nur pernah diseterika. Kepalanya dihantam palu dan bahkan pernah dikampak. Rambutnya dengan seenaknya ditarik kesana kemari saat penyiksaan dilakukan dibagian kepala. Rambut Nur terlihat sangat tipis hingga nyaris botak. Lidahnya dicap menggunakan sendok panas, dan lebih kejam lagi Nur pernah digantung dengan badan ditekuk-tekuk dari malam hingga pagi. Namun setelah semua siksaan kejam itu, gaji yang dijanjikan sebesar Rp 250 ribu per bulan selama lima tahun tidak pernah diberikan.
 “Sebenarnya saat itu saya bingung sekali. Satu sisi saya ingin sekali membawa kasus Nur ini agar majikan kejam itu bisa dihukum. Namun, ya bagaimana ya, Mbak. Tidak ada hukum yang melindungi kami. Kalau penyiksaan di luar negeri saja, Menteri Tenaga Kerja bahkan hingga Presiden sekalipun turun tangan untuk menyelesaikannya, lah kita yg didalam ini? Akhirnya yang bisa saya lakukan hanya menguatkan Nur dan mengajak Nur untuk bergabung dengan JALA PRT yang siap melindungi Nur,” ujar Oom.
Dua tahun berlalu, Oom menepati janjinya kepada Nur. Beberapa bulan setelah peristiwa tersebut saat Nur sudah siap untuk bekerja, Oom adalah orang yang mencarikan pekerjaan untuk Nur. Ia memastikan sendiri bahwa majikan baru Nur nantinya adalah majikan yang baik dan pengertian. Nur sendiri saat ini menjadi anggota aktif dalam JALA PRT. Terbukti, saat wawancara ini berlangsung, kebetulan Nur sedang berada di kantor JALA PRT dan sempat diminta untuk berkenalan di awal kedatangan saya untuk wawancara. Kondisi Nur sudah jauh lebih baik dari yang dideskripsikan oleh Oom. Memang, bekas luka masih terlihat pada tubuh Nur seperti sayatan pada lengan Nur serta jahitan di dekat bibir atas Nur. Namun yang terpenting, Nur sudah bisa menjalani kehidupannya dengan baik
 JALA PRT, Terus Menyuarakan Suaranya
Pada 1 Mei 2018 yang lalu, para PRT yang tergabung dalam organisasi Serikat Pekerja Rumah Tangga (SPRT) ikut menyuarakan suara mereka melalui aksi demonstrasi pada hari Buruh. Dengan menggunakan baju bernuansa hitam dan merah yang bertuliskan Pekerja Rumah Tangga, para PRT datang dengan membawa alat-alat dapur seperti panci, penggorengan, spatula, baskom, dan sebagainya. Selain itu, mereka juga melakukan aksi joget bersama untuk menutup aksi demonstrasi tersebut.
“Haduh, Mbak, nggak perlu lama-lama, kita musti pulang, masak di rumah, belum lagi yang pada tetep masuk kerja, cuma izin bentar sama majikannya. Jadi kita nggak bisa ikut kayak yang lain sampai sore gitu, Mbak,” ujar Yayuk salah satu peserta aksi demonstrasi dengan polos saat ditanya mengapa demo hanya sampai pukul 10.00. Hal ini mencerminkan kesederhanaan dari para PRT yang dengan atribut seadanya mereka hanya ingin suara mereka didengar pemerintah.
Beberapa tuntutan yang diajukan kepada pemerintah yakni, menaikkan upah minim bagi para PRT, menjamin kerja layak bagi PRT, mengesahkan Undang-Undang (UU) Perlindungan PRT, serta meratifikasi Konvensi ILO nomor 189 mengikuti 52 negara lain yang juga telah meratifikasi konvensi ini.
Berkaitan dengan penjaminan kerja layak untuk PRT, 20 unsur Kerja Layak PRT sebenarnya sudah ada. Namun memang tidak semua lapisan masyarakat mengetahui hal tersebut. Di Indonesia sendiri, masih banyak yang menganggap PRT sebagai budakdan dengan seenaknya menyiksa dan menganiaya para PRT. Terlebih karena negara belum memberi payung hukum terhadap para pekerja rumah tangga sendiri, hal ini yang kemudian semakin memperparah diskriminasi terhadap PRT.
“Ya, sangat miris ya, karena PRT dianggap benar-benar rendah, Padahal dengan jam kerja yang sangat panjang dan beban kerja yang berat tidak seharusnya mereka diperlakukan seperti itu. 20 unsur Kerja Layak PRT juga sebenarnya sudah ada, namun kita bisa apa kalau dari pemerintah tidak ada upaya untuk menegakkannya,” ujar Oom.
Isi dari 20 unsur Kerja Layak PRT adalah sebagai berikut:
1.      Perjanjian kerja secara tertulis
2.      Standar upah minimum
3.      Uang lembur per-jam
4.      THR ( Tunjangan Hari Raya) = 1 Bulan Gaji
5.      Batasan jam kerja/hari = maksimal 8 jam/hari
6.      Libur/Istirahat mingguan minimal 24 jam/minggu
7.      Libur tanggal merah/pada hari libur nasional
8.      Cuti tahunan minimal 12 hari kerja/tahun
9.      Cuti Haid
10.  Cuti hamil - melahirkan
11.  Jaminan sosial:  jaminan hari  tua,  keselamatan dn kesehatan  kerja, kematian
12.  Kebebasan berkomunikasi, dan, berorganisasi
13.  Fasilitas akomodasi ruang/kamar yang sehat dan aman
14.  Fasilitas makanan yang sehat
15.  Perlindungan Keselamatan dan Kesehatan  Kerja (K3)
16.  Memegang dan menyimpan dokumen pribadinya sendiri
17.  Uraian tugas-tugas yang  jelas sesuai jam kerja
18.  Penyelesaian  perselisihan secara adil menurut perlindungan hukum
19.  Pendidikan dan  pelatihan yang diselenggarakan oleh  pemerintah
20.  Usia minimum bekerja 18 tahun.
 Berkaitan dengan pengesahan UU Perlindungan PRT dan ratifikasi Konvensi ILO nomor 189, pada tahun 2004, JALA PRT sudah pernah mengajukan UU Perlindungan PRT untuk dibahas dalam agenda rapat DPR dan Presiden. Namun, karena adanya pergantian presiden dan beberapa anggota pemerintahan, pembahasan mengenai UU Perlindungan PRT pun keluar dari agenda rapat dan tidak menunjukkan adanya penjelasan lebih lanjut.
“Kita ngajuin UU itu dari 2004, ke DPR dan Presiden, itu sekaligus dengan pengajuan tuntutan ratifikasi ILO 198 supaya UU dan Konvensi ILO bisa berjalan beriringan. Cuma ya sampai sekarang belum ada kabar. Beberapa kali audiensi juga dengan DPR tapi ya tetap kalah karena yang mendukung itu 3 dari 9 fraksi,” ujar Oom
Selain tuntutan-tuntutan tersebut, JALA PRT juga membantu pemerintah dalam memunculkan isu-isu kekerasan yang dialami PRT. Melalui media sosial Facebook dan Twitter, JALA PRT sering menaikkan isu-isu kekerasan maupun diskriminasi yang dialami oleh para PRT. Harapan mereka supaya pemerintah menjadi semakin cepat menanggapi isu-isu tersebut, sehingga para PRT yang menjadi korban pun bisa segera dibantu.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh JALA PRT dalam menegakkan hak-hak para PRT, seperti demonstrasi pada hari buruh yang lalu, mengadakan audiensi dengan beberapa fraksi di DPR, seperti Nasdem dan PKB, bekerjasama dengan Komnas perempuan, bahkan mengirimkan 1000 surat untuk Presiden yang meminta untuk segera melakukan pengesahan UU PRT untuk meminimalisir kekerasan dan diskriminasi yang terjadi pada PRT. Terlebih karena mayoritas anggota yang tergabung dalam JALA PRT adalah perempuan.
“Respon dari pemerinta itu ya tetap tidak ada. Suara kita tidak pernah terdengar, makanya kita terus bersuara. Kita tidak mudah untuk mundur hanya karena tidak ada respon dari pemerintah dan fraksi-fraksi DPR yang lainnya. Makanya, kita harus terus maju supaya tuntutan kita bisa dikabulkan dan tidak ada lagi kekerasan dan ketidakadilan bagi para PRT,” ujar Oom.
 DPR dan Lambannya Pengesahan Undang-Undang
Irine Yusiana Roba Putri, anggota DPR Komisi X dari fraksi PDI-P dengan daerah pemilihan (dapil) Maluku Utara mengutarakan tanggapannya terkait kinerja DPR secara keseluruhan. Irine beranggapan bahwa dalam pembuatan dan pengesahan UU tentunya banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Terlebih karena UU PRT ini merupakan UU sektoral dari UU Ketenagakerjaan yang merupakan induk dari UU PRT. Sehingga walaupun banyak pihak yang menganggap bahwa UU PRT ini memiliki urgensi yang tinggi, namun perlu dipertimbangkan juga keselarasannya dengan UU Ketenagakerjaan.
“Jadi, UU Ketenagakerjaan harus diselesaikan terlebih dahulu, baru kemudian UU Perlindungan khusus untuk PRT yang diaatur di dalam UU baru. Namun, harus tetap dengan mengacu pada ketentuan pokok dari UU induk tersebut, yaitu UU Ketenagakerjaan. Jadi kedua UU tersebut harus berjalan harmonis,” ujar Irine saat dihubungi lewat Whatsapp.
Sedangkan untuk alasan mengapa DPR kerap kali dianggap lamban dalam melakukan pengesahan Undang-Undang, Irine menjawab bahwa pembuatan UU bukanlah suatu perlombaan. Tidak boleh mengutamakan kecepatan karena menyangkut kepentingan banyak orang. Sehingga anggapan cepat atau lamban itu memang relatif. Karena setiap pasal mulai dari istilah, kata, kalimat hingga tanda baca, harus memiliki makna yang kuat dalam UU. Sehingga dalam pembuatan hingga pengesahan tentunya ada perdebatannpanjang dari setiap anggota DPR yang beragam.
“Pembahasan harus detail dan kalimat tidak boleh memiliki tafsir ganda. Selain itu, UU yang dihasilkan nantinya harus matang. Karena kami tidak ingin setelah sebuah UU disahkan, lalu masuk ke Judicial Review di Mahkamah Konstitusi. Sehingga harus sematang dan sebaik mungkin,” ujar Irine.
PRT termasuk tenaga kerja Indonesia yang seharusnya memiliki payung hukum yang kuat dalam bekerja. Namun, lambannya pengesahan UU Perlindungan PRT serta ratifikasi Konvensi ILO nomor 189 dari pemerintah yang tidak kunjung terlaksana, membuat kekerasan dan diskriminasi terhadap PRT terus terjadi. Hak Kerja Layak PRT juga perlu untuk terus digaungkan agar seluruh lapisan masyarakat dapat semakin paham mengenai hak yang harus diterima oleh para PRT. Sehingga, kekerasan dan diskriminasi terhadap PRT dapat dihilangkan dan hak asasi manusia dapat ditegakkan. Lembaga-lembaga yang mendukung pun harus terus menyuarakan dan memperjuangkan penegakan UU Perlindungan PRT.
   Dorothea Putri V. / 00000026627
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Link
UAS Take Home TV Journalism (semester 4)
Tema : Hari Buruh (May Day)Kelompok : Emanuela LintangGeofanni NerissaDorothea Putri Maria Advensiani Steven Sung Marten AprilianoJohanito Dwi
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Link
UAS Digital News Production (semester 4)
Video  Rubrik Back to 90's untuk Majalah PDF Interactive "The Tunes" Video by: Dorothea Putri V.
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
Tomatow Bawa Pendengar Lebih Melow dalam “Curious”
Artikel Rubrik Review untuk Majalah PDF Interactive “The Tunes”
“Curious” merupakan single pertama dari Ricky Martin yang menggandeng Vanessa Victoria dalam karyanya dibawah naungan Tuvali Records. Curious sendiri bukanlah karya pertama dari Ricky sebagai Disc Jockey (DJ). Ricky yang memiliki nama panggung Tomatow ini memang telah berhasil merilis beberapa karya yang bernuansa Electronic Dance Music (EDM). Lagu-lagu yang sudah sempat ia rilis di digital stores antara lain seperti Uprising dan Vitamin. Selain itu, Ricky juga kerap kali berkolaborasi dengan para penyanyi lainnya seperti Dextrust, Kabuki, Zeru, Leila Pari serta Jfarr sebagai partner DJ yang berkolaborasi dengannya di beberapa lagu.
Curious sendiri menjadi salah satu lagu dengan genre baru untuk Ricky. Lagu yang lebih bernuansa pop ini tentunya cukup mengejutkan bagi para pendengar yang mengikuti lagu-lagu Ricky ini. Lagu ini terdengar lebih mengalun dan memiliki bagian lirik yang cukup mudah dinyanyikan yang dibawakan oleh Vanessa sebagai penyanyinya. Walaupun begitu, Ricky tentu tetap memasukkan identitasnya ke dalam lagu ini yakni EDM. Diimbangi dengan suara Vanessa yang sangat merdu dan cukup mendominasi lagu, Curious berhasil mematahkan kesan “keras” pada lagu-lagu Ricky. Pembagian peran pada keduanya pun terlihat sangat berimbang antara Ricky sebagai song director dan music producer dengan Vanessa sebagai songwriter sekaligus penyanyinya.
Kekuatan pada lagu Curious ini sangat terlihat jelas ada pada Vanessa, sang penyanyi. Vanessa berhasil menghipnotis para pendengarnya dengan suaranya yang sangat merdu. Lirik yang ditulisnya pun memiliki arti yang mendalam dan semakin menambah kekuatan pada lagu ini. Selain itu, porsi Vanessa dan beat yang dihasilkan oleh Ricky pun ikut menyumbang kekuatan single ini.
Sayangnya, sekilas saat didengarkan, lagu ini memiliki beberapa nada yang mirip dengan lagu lainnya. Terlihat kurangnya variasi nada dan pengulangan yang terus terjadi membuat lagu ini memiliki sedikit kekurangan. Biarpun begitu, lirik yang berbeda-beda di setiap bagian lagu dapat menjadi hal yang menutupi kurangnya variasi nada tersebut.
Hal lain yang semakin memperbagus lagu ini adalah Ricky dan Vanessa yang masih sangat muda. Saat ini keduanya masih menapaki pendidikan di Universitas Multimedia Nusantara. Tidak heran, ide-ide yang masih segar dan produktivitas yang tinggi membuat lagu ini terdengar enerjik dan sayang untuk dilewatkan.
  Dorothea Putri V. (00000026627)
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Link
Project UAS Bussiness Journalism (semester 4)
Membuat website yang memuat berita-berita ekonomi (per orang minimal 3 artikel/infografis)
Dorothea Putri: 1.  Pemerintah Pusat Desak DPR Percepat Pengesahan RUEN (Artikel) 2.  Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Antarkota pada Mei 2018 (Infografis) 3.  Bahan Makanan, Penyumbang Inflasi Terbesar Jelang Lebaran (Infografis) 4.  SooKoon, Olahan Buah Rasa Indonesia (Artikel) Kelompok: Dorothea Putri Emanuela Lintang Geofanni Nerissa Maria Advensiani Kathlea Benina
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Photo
Tumblr media
UAS Bussiness Journalism (semester 4)
Infografis 2: Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Antar Kota Mei 2018
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Photo
Tumblr media
UAS Bussiness Journalism (semester 4)
Infografis 1: Bahan Makanan Penyumbang Inflasi Terbesar Jelang Lebaran
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
SooKoon, Olahan Buah Rasa Indonesia
Tugas UAS Bussiness Journalism (semester 4)
SERPONG - Bisnis keripik merupakan salah satu bisnis di bidang kuliner yang menjanjikan. Makanan ringan yang sangat digemari masyarakat di Indonesia ini kerap kali dijadikan cemilan di waktu luang atau dapat dipadukan juga  dengan makanan lainnya.  Citarasa keripik yang gurih, asin dan renyah juga dapat menambah kenikmatan tersendiri saat disantap. Salah satu bisnis keripik yang tengah menanjak saat ini adalah SooKoon.
SooKoon merupakan olahan keripik yang berbahan dasar buah sukun. Keripik ini memiliki cita rasa khas bumbu Indonesia dan dikemas dalam tampilan yang menarik. Diproduksi oleh mahasiswa-mahasiswi jurusan Bisnis di Universitas Prasetya Mulya, BSD City, Tangerang, sukun dipilih sebagai bahan dasar karena dirasa memiliki potensi yang cukup besar di pasar keripik.
Ide dari pembuatan SooKoon ini lahir dari keprihatinan para mahasiswa melihat sedikit generasi muda yang tidak mengetahui kekayaan buah-buahan lokal. Sukun merupakan salah satu dari sekian banyak jenis buah ‘tradisional’ yang jarang diketahui. Masih menjunjung kekayaan kuliner khas Indonesia, SooKoon mengusung tiga varian rasa yakni rasa khas Minangkabau yaitu Rendang, rasa khas Lamongan yaitu Soto, serta rasa khas Manado yaitu Rica-Rica.
“Sukun itu satu dari banyak buah lokal yang jarang diketahui oleh para generasi muda. Kemudian kami berpikir, bagaimana wisatawan luar negeri bisa tahu kekayaan lokal kuliner Indonesia kalau kitanya sendiri tidak tahu. Makanya target market SooKoon ini tidak hanya wisatawan luar negeri tapi juga orang lokal, selain untuk mengenalkan kuliner lokal, juga untuk mengedukasi generasi muda kita sendiri. Lagipula, rasa sukun itu enak, kok, pasti pada suka,” ujar Chief Operating Officer (COO) sekaligus salah satu dari empat penggagas utama ide SooKoon, Olivia Kasih Setiawan.
Beranggotakan 13 orang, produk SooKoon terus diproduksi setiap bulannya oleh tim mereka sendiri tanpa bantuan karyawan. Sistem mass production diterapkan dalam memenuhi 250 hingga 290 target produksi setiap bulannya. Dalam dua bulan awal produksi yakni pada Januari dan Februari, terjadi fluktuasi produksi dan pembelian produk yang cukup tinggi. Walaupun begitu, grafik tersebut cenderung stabil dalam tiga bulan terakhir. Hasilnya, setiap bulannya, SooKoon meraup omzet sebesar Rp 5 juta.
Saat ini SooKoon sendiri dapat dipesan melalui website serta sosial media di Official Line dan Instagram SooKoon dengan harga Rp 30.000. Selain itu, SooKoon juga sudah mulai memasarkan secara offline di 13 gerai yang ada di BSD, Gading Serpong, Cibinong, Bekasi, Bogor, dan Depok dengan sistem  sharring profit.
Dengan niat dan kegigihan yang dari setiap anggota kelompoknya, SooKoon berhasil mendapatkan gelar Best Product dalam acara bazaar Entrepreneur Day yang diadakan oleh Universitas Prasetya Mulya sebagai salah satu acara puncak penilaian untuk ide-ide bisnis para mahasiswanya.
“Ya, harapannya semoga SooKoon dapat mencapai visi kita untuk mengenalkan dan mengedukasi para generasi muda tentang kekayaan kuliner lokal serta bisa menginspirasi generasi muda bahwa bisnis itu bisa dimulai sejak dini. Karena tidak ada yang tidak bisa dilakukan, yang penting harus terus berinovasi dan maksimal dalam melakukan setiap pekerjaan,” ujar Via.
Dorothea Putri (00000026627)
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
Desak Pengesahan RUEN untuk Tingkatkan Investasi Minyak Bumi
Tugas Mingguan 5 Bussiness Journalism (semester 4)
JAKARTA – Pemerintah Pusat meminta Badan Legislasi untuk mempercepat pengesahan Undang-Undang Rencana Umum Energi Nasional (UU RUEN). Hal tersebut dianggap sebagai salah satu langkah untuk dapat meningkatkan investasi dalam sektor energi minyak bumi dalam negeri.
Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya W. Yudha, Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi energi terbarukan. Ada tujuh jenis energi terbarukan yang ada di Indonesia, salah satunya adalah minyak bumi. Jumlah energi minyak bumi ini hampir mencapai 25% dari total keseluruhan energi terbarukan yang dimiliki oleh Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam Plenary Session yang dilangsungkan dalam acara The 42nd International Petroleum Association (IPA) 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC) pada Kamis (3/5)
Sektor minyak bumi memang sempat mengalami penurunan beberapa tahun terakhir. Namun hal ini yang akhirnya mendorong pemerintah pusat untuk mengupayakan kesegeraan pengesahan RUEN oleh Badan Legislatif. Dilansir dari laman Sekertariat Kabinet Republik Indonesia, RUEN sendiri merupakan kebijakan pemerintah pusat mengenai rencana pengelolaan energi tingkat nasional yang merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang bersifat lintas sektor untuk mencapai sasaran KEN.
RUEN ini merupakan salah satu rencana pemerintah dalam jangka panjang, yakni hingga tahun 2050 sebagai salah satu upaya pengelolaan dan pemanfaatan energi nasional seta pelestarian potensi energi terbarukan di Indonesia.
Upaya-upaya pemerintah ini seperti menakarkan minyak sebanyak 25% di tahun 2050, meningkatkan kontribusi dari Pemerintah untuk sektor hulu migas, mendukung Enhanced Oil Recovery (EOR) serta upaya untuk mencapai 100% reserve replacement pressure di tahun 2025 dengan meingkatkan tiga kali lipat kegiatan eksplorasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Proyek untuk Sektor Energi KPPIP, Triharyo Soesilo.
“Salah satu bentuk upaya pemerintah dalam sektor minyak ini, kami sedang ada pontang-panting melaksanakan proyek kilang di Indonesi, yaitu 6 kilang. Dan nantinya akan kami bagikan yang lainnya.”
Maka dari itu menurut Triharyo, untuk mencapai target-target RUEN tersebut, Pemerintah harus mengundang investor-investor asing untuk mau berinvestasi di dalam negeri. Karena secara tidak langsung hal ini tentu akan membantu meningkatkan pendapatan devisa negara.
Namun, ia juga mengungkapkan adanya kendala dalam pelaksanaan RUEN ini, yakni belum disahkannya RUEN ini oleh DPR RI. Selama ini, RUEN masih terhambat di badan legislatif. Hal ini tentunya semakin menghambat kinerja pemerintah pusat dalam menarik investor-investor asing untuk berinvestasi di dalam negeri. Sehingga pada akhirnya Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional pada 2 Maret 2017 sembari menuggu pengesahan Undang-Undang (UU) RUEN tersebut.
“Coba bayangkan, bagaimana kerja pemerintah tidak terhambat? Hingga saat ini RUEN saja masih terhambat di Badan Legislasi. Lalu Pemerintah terus disalahkan atas lambannya perbaikan iklim investasi di Indonesia. Banyak peraturan migas yang memang perlu diperbaiki. Ya, tapi kembali lagi ke Badan Legislasi,” ujar Triharyo Soesilo.
Menurut IPA President, Ronald Gunawan mengatakan, selama ini sebenarnya sudah banyak investor-investor asing yang tertarik untuk berinvestasi melihat potensi sumber energi minyak bumi yang ada di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat partisipasi perusahaan-perusahaan dari sektor minyak yang berpartisipasi dalam International Petroleum Association.
“Perkara investor, sudah banyak yang tertarik, kok. Bisa dilihat dari Company dan Associate Members di IPA ini. Buktinya exhibition kita pun sudah banyak dari sektor minyak. Jadi kalau perkara investor sebenarnya sudah banyak yang tertarik. Tinggal dari sisi regulasi pemerintahnya yang kerap kali masih dianggap belum siap dalam menetapkan standar regulasi pengelolaan sektor minyak,” ujar Ronald.
Sedangkan Ketua SKK Migas Amien Sunaryadi menuturkan bahwa selain pengesahan RUEN yang harus segera dilakukan, sosialisasi terhadap pemahaman RUEN itu sendiri penting untuk dilakukan. Hal ini selain akan mempermudah investasi di sektor minyak, juga akan memperkuat perpindahan informasi antara perusahaan dan investor.
“Kurangnya di negara kita itu selalu dibagian sosialisasi. Apapun sudah bagus dan baik disusun, namun sosialisasinya kurang tepat. Hal ini yang kemudian akan membuat RUEN nantinya tidak dimengerti oleh seluruh lapisan,” ujarnya.
 Dorothea Putri (00000026627)
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
WISATA DESA PENGARUHI TPK HOTEL BINTANG DI JAWA BARAT
Tugas Mingguan 4 Bussiness Journalism (semester 4)
 TANGERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Klasifikasi Bintang di Jawa Barat terus mengalami kenaikan hingga bulan Februari 2018. Usaha pemerintah Jawa Barat dalam mendongkrak pariwisata khususnya dalam mengembangkan potensi wisata desa, turut menjadi salah satu faktor penyebab adanya peningkatan angka TPK Hotel Klasifikasi Bintang di Jawa Barat.
Dalam Berita Resmi Statistik BPS, Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Februari 2018, menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada angka TPK Hotel Klasifikasi Bintang di Jawa Barat. Tercatat adanya kenaikan sebesar 4,94%, yakni dari 53,04% pada Januari 2018 menjadi 57,98% pada Februari 2018. Selain itu, kenaikan juga terjadi sebesar 4,39% dibandingkan dengan bulan Februari pada periode sebelumnya yakni 53,59%.
Dilansir dari Pikiran Rakyat (1/2), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menekankan beberapa hal terkait rencana untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada 2018. Salah satunya dengan rencana untuk mendongkrak pariwisata di Jawa Barat. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) I Kepariwisataan dan Kebudayaan Jawa Barat di Bandung pada (31/1)
Lebih lanjut, Aher menekankan inovasi dan visi besar dalam pengembangan pariwisara di Jawa Barat. Pengembangan ini yang memiliki nilai tambah dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Inovasi ini dapat berupa tempat pertunjukan untuk mewadahi karya seni, maupun destinasi wisata unggulan. Salah satu contohnya adalah pengembangan potensi wisata desa.
           Keberadaan desa hampir seluruhnya memiliki potensi yang dapat dikembangkan di kabupaten Bandung. Hal ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui program desa mandiri.
           Kepala Bidang Hukum Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bandung Alo Sobirin mengatakan, hampir semua wilayah pemerintahan desa memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi obyek wisata lokal. Hal ini dilansir dari Jabar Ekspres (5/4). Menurut Alo, konsep desa wisata ini sangat cocok untuk terus dikembangkan. Terlebih dengan adanya dukungan dari pemerintah dalam mencapai target kunjungan wisatawan di tahun 2018 ini.
           Nantinya apabila program ini berhasil dikembangkan, bukan tidak mungkin hasil tersebut juga akan memberikan dampak bagi pendapatan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar desa wisata tersebut. Dan tentunya hal ini akan dapat terus meningkatkan angka pariwisata Jawa Barat sendiri khususnya di TPK Penghunian Kamar Hotel Klasifikasi Bintang yang turut dipengaruhi oleh obyek wisata di Jawa Barat.
 CUACA BURUK SUMBANG KENAIKAN INFLASI CABAI
Dorothea Putri V. (00000026627)
 TANGERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan komoditas bahan makanan mengalami inflasi pada Maret 2018. Dari kelompok bahan makanan tersebut, subkelompok bumbu-bumbuan mengalami inflasi tertinggi. Hal ini terjadi salah satunya dikarenakan sejumlah daerah mengalami cuaca yang buruk.
Direktur Statistik Harga Nurul Hasanudin menyatakan bahwa terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) di 82 kota pada Maret 2018. Kenaikan tersebut yakni 132,32% pada Februari 2018 menjadi 132,58% pada Maret 2018 atau sebesar 0,20%. Inflasi ini ditunjukkan berdasarkan naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, sandang, kesehatan dan lain sebagainya.
Dampak inflasi yang paling dirasakan masyarakat muncul dari kelompok bahan makanan. Pada Maret 2018, bahan makanan mengalami kenaikan indeks dari 145,87% pada bulan Februari 2018 menjadi 146,08% pada Maret 2018. Inflasi ini setara dengan 0,14% pada kelompok bahan makanan.
Subkelompok bumbu-bumbuan mengalami inflasi paling tinggi dibandingkan dengan subkelompok lemak dan minyak, padi-padian, umbi-umbian dan daging, yakni sebesar 7,74%. Komoditas cabai merupakan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yakni sebesar 0,07% untuk cabai merah.
Kenaikan harga cabai pun dirasakan oleh sejumlah pedagang dan pembeli di beberapa daerah, salah satunya dari Sidoarjo. Dilansir dari Jawa Pos (8/3), harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar memang kembali naik. Menurut Susiati, pedagang di pasar Larangan, Sidoarjo, harga per kilogram cabai mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu. Harga ini merupakan lonjakan harga yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan harga sebelumnya yakni hanya Rp 30 ribu per kilogram.
Dijelaskan lebih lanjut, kenaikan harga cabai ini disebabkan oleh sejumlah hal, seperti transportasi yang sulit serta penurunan kualitas cabai. Namun, faktor penyumbang kenaikan harga yang terbesar adalah cuaca yang buruk. Hujan lebat terus mengguyur mayoritas wilayah di Jawa Timur. Hal ini tentunya membuat petani mengalami gagal panen yang besar. Selain itu, cuaca buruk juga ikut mengganggu kelancaran pengiriman barang. Akibatnya permintaan di pasaran terus naik akibat distribusi yang tersendat cuaca buruk.
           Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Fenny Apridawati mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah untuk mengatasi kenaikan harga cabai. Fenny mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke pasar-pasar di Sidoargo untuk menggelar operasi pasar.
Dorothea Putri (00000026627)
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
FISKAL INDONESIA, FISKAL YANG SEHAT
Tugas Mingguan 3 Bussiness Journalism (semester 4)
JAKARTA – Pemerintah mencatat adanya defisit anggaran di tahun 2017 yang lebih rendah dari target APBNP 2017 itu sendiri yakni 2,5%. Dengan demikian, fiskal di Indonesia dinilai masih tergolong fiskal yang sehat.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers pada Selasa (3/1), mencatat adanya realisasi penerimaan perpajakan di tahun 2017 yakni sebesar Rp 1.339,8 triliun. Angka berhasil mencapai hingga 91% dari target APBN-P 2017 yakni sebesar Rp 1.450,9 triliun.
Tanpa memperhitungkan hasil Program Amnesti Pajak, penerimaan perpajakan tersebut tumbuh sebesar 12,6% dari target. Menurut Sri Mulyai, penerimaan perpajakan tersebut merupakan penerimaan paling tinggi sejak tiga tahun terakhir.
"Ini merupakan penerimaan tertinggi sejak tiga tahun terakhir. Tahun 2015 hanya 8,2% dan capaiannya hanya 83,3%. Tahun 2016 bahkan dengan tax amnesty, adalah sebesar 83,5% atau tumbuh 3,6% dan bila tax amnesty dihilangkan, growth-nya negatif 4,8%," ujar Sri Mulyani dalam konferensi yang dipimpin langsung olehnya di Aula Mezanine Gedung Juanda 1
Lebih rinci pula, Yon Arsal, Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Kementerian Keuangan mengatakan, penerimaan pajaknya sendiri terhitung hingga 31 Desember yakni mencapai Rp 1.151 triliun dengan angka 89,74% dari target APBNP 2017 yakni sebesar Rp 1.283.6 triliun. Hal itu tentunya patut disambut dengan baik dalam perkembangan perekonomian di Indonesia.
"Jadi momentum luar biasa tingginya. Hal ini menunjukkan penerimaan perpajakan dalam APBN kita telah menunjukkan tren makin sehat dan menopang kita untuk menjaga APBN yang sehat dan kredibel," kata Sri Mulyani. 
Tiga bidang mesin pertumbuhan ekonomi
Dilihat dari agenda demand atau permintaan yang dicatat, Sri Mulyani menuturkan adanya tiga bidang yang menumpu dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tiga bidang tersebut yakni konsumsi, pemerintah dan investasi.
Dari segi konsumsi di tahun 2016 ini, Sri Mulyani mencatat adanya konsumsi yang lebih baik dari tahun lalu 2015. Hal ini disebabkan adanya tekanan yang cukup besar terhadap APBN sehingga mengakibatkan kredibilitas dan sustainability yang tidak berdiri dengan kuat.
Bahkan di tahun 2016, Sri Mulyani mengaku melakukan beberapa peraturan terhadap APBN. Hal ini dilakukan demi mewujudkan APBN yang diharapkan akan terus menjadi instrument yang efektif namun juga kredibel dan sustainable.
“Untuk tahun 2016 ini, konsumsi lebih baik dari tahun lalu. Diperkirakan sekitar 5,0% konsumsi  rumah tangga, sedangkan sektor pemerintah tahun ini relatif sangat flat. Hal ini karna kami melakukan beberapa penyesuaian terhadap APBN 2016, sesuai yang sdh diumumkan lewat Pilpres 2016,” ujar Sri Mulyani
Sedangkan dari sisi investasi, Sri Mulyani mengatakan adanya pembentukan-pembentukan modal baru, dimana nilai total bruto yang masih sebesar 4,7%.  Hal tersebut juga mendorong pembukaan pasar modal serta motivasi untuk melakukan koordinasi dengan OJK dan Bank Indonesia.
“Tadi pagi pembukaan pasar modal dan terus berkoordinasi dgn OJK dan Bank Indonesia untuk melihat kredit dan grossnya dari perbankan. Kemudian capital market dan juga dari BKPN dari sisi penerangan modal, baik itu domestik bruto maupun dari BMA, agar terus terpacu,” ujar Sri Mulyani
APBN sebagai instrument kebijakan
Pada penyelenggaraan konferensi pers di tahun ini, Sri Mulyani mengatakan bahwa ia memang lebih menekankan pada realisasi pelaksanaan APBN-P 2016. Maka dari itu, konferensi tersebut mengangkat tema “Menjaga APBN sebagai Instrumen Kebijakan yang Kredibel, Efektif, dan Efisien serta Berkelanjutan.”
Sri Mulyani sendiri mengatakan bahwa dalam konferensi itu, ia berharap momentum-momentum peningkatan ekonomi di Indonesia akan dapat terus terwujud di 2017.
Maka dari itu, besar harapan Sri Mulyani agar masyarakat dapar terus memacu reformasi ekonomi dalam segala aspek dan bidang anggaran. APBN sebagai instrumen kebijakan agar dapat terus menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, serta menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif di Indonesia.
“APBN di tahun 2016, kita bisa kelola pada akhirnya, untuk tetap fokus menjalankan instrument yang sangat penting ini secara kredibel, efektif dan efisien serta berkelanjutan. Jadi ini adalah tema yang terus menerus, yaitu bagaimana APBN sebagai instrumen kebijakan ia bisa kredibel, efektif, efisien dan berkelanjutan.”
Dorothea Putri V. (00000026627)
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
Bayar Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Akhir Maret Turun
Tugas Mingguan 2 Bussiness Journalism (semester 4)
 JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah Indonesia merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi terjadinya penurunan cadangan devisa pada akhir Maret 2018 ini.
Diambil dari Katadata Indonesia, data terakhir menunjukkan jumlah utang luar negeri Indonesia pada November 2017 bertambah sebesar USD 5,5 miliar menjadi USD 347,29 miliar atau setara dengan Rp 4.618 triliun.
BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Maret 2018 ini adalah sebesar USD 126,00 miliar atau setara dengan Rp 1.754 triliun. Walau masih cukup tinggi, namun angka ini sudah lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2018 yakni sebesar USD 128,06 miliar atau setara dengan Rp 1.790 triliun. Hal ini menunjukkan adanya penurunan sebesar Rp 36 triliun terhadap cadangan devisa Indonesia.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.,” ujar Pj. Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Junanto Herdiawan pada Jumat (6/4)
Selain pembayaran utang luar negeri pemerintah, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi oleh stabilisasi nilai tukar rupiah. Stabilisasi nilai tukar rupiah ini dianggap baik terlebih di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
“Penurunan cadangan devisa pada Maret 2018 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,”
BI juga memandang cadangan devisa tetap akan memadai seiring dengan terjaganya keyakinan terhadap prospek perekonomian domestik yang membaik dan kinerja ekspor yang tetap positif.
 Dorothea Putri (00000026627)
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
Berlin, Destinasi Baru Scoot untuk Wisatawan Indonesia
Tugas Mingguan 1 Bussiness Journalism (semester 4)
JAKARTA – Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah atau LCC (low-cost carrier) milik Singapore Airlines (SIA) Group, akan memperluas jaringannya ke Berlin, ibukota Jerman sebagai destinasi jarak jauh ketiganya setelah Athena, Yunani, dan Honolulu, Amerika Serikat.
           Penerbangan empat kali seminggu melalui Singapura sebagai pintu gerbang menuju Jerman dan Eropa Barat ini, akan dimulai pada tanggal 20 Juni 2018. Dioperasikan oleh pesawat berbadan lebar (wide-body) dan gang ganda (twin-aisle) Boeing 787 Dreamliner, akan memberikan pengalaman menaiki maskapai penerbangan full-service dengan mengutamakan biaya rendah bagi para penumpangnya.
           Perluasan jaringan ke Berlin ini dilakukan demi memenuhi permintaan yang terus meningkat terhadap penerbangan destinasi jarak jauh dengan biaya rendah. Pemilihan Berlin sebagai salah satu destinasi baru ini dianggap menarik untuk ditawarkan kepada para penumpang dengan keinginan untuk berkelana ke destinasi di Eropa.
           “Dengan lebih dari 110.000 kunjungan ke Jerman, Indonesia menjadi pasar yang penting bagi Jerman, dan kami dengan senang hati menyambut wisatawan Indonesia untuk merasakan langsung beragam daya tarik yang ditawarkan oleh Berlin dan kota-kota lain di Jerman”, ujar Chun Hoy Yuen, Director Marketing and Sales German National Tourist Office (ASEAN).
           Selama periode 2014-2016, kunjungan ke Jerman dari Indonesia meningkat lebih dari dua kali lipat dari 50.000 kunjungan menjadi 110.000 kunjungan. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara dari segi lalu lintas global ke Jerman.
           Scoot sendiri sebagai maskapai penerbangan milik Singapore Airlines Group yang melakukan merger dengan Tigerair Singapore pada bulan Juli 2017. Scoot menawarkan beragam tarif penerbangan kelas ekonomi (Economy Fly) pulang pergi mulai dari kisaran Rp 6.310.000 hingga Rp 6.955.000 dengan pilihan keberangkatan Denpasar, Jakarta, Surabaya, dan Palembang. Serta kisaran harga Rp 20.700.000 untuk tarif penerbangan kelas bisnis (Scootbiz) dengan lokasi keberangkaran dari Singapura.
           “Berlin merupakan kota modern yang menarik, bahkan telah menempati peringkat kota terbaik dunia untuk millennial, sangat cocok dengan target pasar Scoot,” ujar Vinod Kannan, Chief Commercial Officer (CCo) Scoot.
Dorothea Putri (00000026627)
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
“Sex, Lies and Cigarettes”
Tugas Analisa Dokumenter Sociology Communication (emester 3)
             Rokok telah menjadi isu internasional dalam masyarakat dunia. Rokok juga dianggap sebagai salah satu penyebab terbesar kematian yang terjadi di banyak negara di dunia. Merokok merupakan suatu hal yang biasa dan lumrah terjadi di masyarakat Indonesia.  Rokok sendiri dapat dibeli dengan bebas oleh semua kalangan umur dan dapat dilakukan dimana saja di Indonesia. Menurut data yang dihimpun dalam film documenter “Sex, Lies and Cigarettes” terdapat 400.000 orang yang meninggal per tahunnya dikarenakan penyakit yang berhubungan dengan penggunaan tembakau di Indonesia. Dan jumlah kasus kematian ini diduga akan berlipat 4 kali lipat lebih anyak dalam kurun waktu 20 tahun. Hal ini berarti merokok tidak hanya membunuh para pemakainya, namun juga orang-orang yang ada disekitar si perokok.
           Menurut Mitch Zeller, Former FDA Official dalam film documenter tersebut, rokok merupakan satu satunya produk yang apabila digunakan dengan benar akan membunuh separuh dari penggunanya dalam jangka panjang. Di Amerika, hampir satu decade pemerintahnya berhasil mengurangi jumlah pengguna rokok. Anak-anak yang merokok saat ini jumlahnya berkurang hampir 50 persen, dan ditahun 2007 jumlah perokok di Amerika mencapai titik terendah dalam 40 tahun, yakni hanya sekitar 20 persen dari jumlah penduduk di Amerika. Hal ini dikarenakan karena pemerintahnya terus menggalakkan kampanye tentang kesehatan dan bahaya merokok, serta pemerintahnya yang berani untuk menghentikan industry rokok dan tembakaunya. Hal ini kemudian berdampak pada ekonomi dimana harga rokok kemudian melambung tinggi karena terkena Sin Tax, dan juga berdampak pada lingkungan sosial dimana kemudian para perokok yang masih merokok akan bersembunyi karena malu dirinya adalah perokok.
           Melihat fakta di Amerika, hal tersebut sangatlah jauh berbeda dari fakta yang ada di Indonesia. Merasa tidak akan berkembang di negara maju, mereka pun mulai mengubah target pasar mereka dan beralih pada negara-negara berkembang dimana target pasarnya dianggap berpendidikan rendah dan masih kurang akan sosialisasi rokok dan kesehatan. Merasa didukung dengan kebebasan jual beli rokok dari peraturan pemerintah, industri tembakau pun dengan bebas menggunakan haknya untuk menjual dengan harga murah dan kepada semua konsumen. Para pengiklan sangat berhasil mencuci otak konsumennya lewat banyak pilar-pilar untuk iklan rokok di jalanan, di iklan TV dan dimana-mana. Lokasi peletakan iklan pun tidak pandang bulu. Bahkan ada yang didepan sebuah sekolah. Iklan-iklan yang dipasarkan ini kemudian menghubungkan rokok dengan gambaran kebebasan, petualangan dan paling banyak dipasarkan adalah gaya kaum muda. Dari sini terlihat jelas bahwa sebenarnya, sasaran konsumen yang dirasa bebas ini cenderung mengarah kepada kaum muda, pelajar, dan anak-anak dibawah umur. Bahkan sampai salah satu contoh kasus yang diangkat dalam film documenter tersebut ialah Bayi Aldi berumur 2 tahun di Sumatra yang menjadi viral karena videonya merokok. Hal inilah yang semakin meningkatkan penjualan rokok dan merajanya industri tembakau di Indonesia.
           Kebenaran bahwa indutri rokok sebenarnya menargetkan kaum muda ini dibantah oleh pihak-pihak dari industri tembakau baik dari pabrik rokok, distributor maupun industry pengiklan. Mereka beranggapan bahwa mereka tidak pernah menargetkan anak-anak dibawah umur dalam target pemasaran dan periklanan. Padahal dipaparkan oleh salah seorang ahli yang pernah bekerja di insdutri ini, bahwa sebenarnya secara resmi target pemasaran rokok adalah untuk umur 18 tahun ke atas, namun target tidak resminya adalah anak-anak sekitar 14 tahun. Hal ini dilakukan oleh industry tembakau karena mereka selalu berpikir bahwa pemerintah cepat atau lambat pasti akan mengeluarkan peraturan baru terkait industry ini. Sehingga kemudian pihak industry mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan permulaan dan menginvestasikan rokok pada golongan muda. Sehingga nantinya apabila pemerintah akan mengeluarkan peraturan terkait larangan dan segala macamnya, banyak pihak yang akan membantu pabrik-pabrik rokok untuk menentang ketentuan tersebut.
           Film documenter ini merupakan film documenter yang menurut saya sangat bagus. Hal ini dapat dilihat dari cara pengemasan film yang baik, ide-ide yang akan disampaikan pun tergolong mudah dimengerti oleh para penontonnya sehingga pesan yanghendak disampaikan tentang larangan merokok tersebut sangat dapat dimengerti oleh para penontonnya.
           Terkait dengan aspek komodifikasi, dimana berkaitan dengan proses transformasi barang dan jasa dari nilai gunanya menjadi komoditas yang berorientasi pada nilai tukar di pasar, menurut saya sudah sangat baik. Dimana dalam pengemasan isu yang mengangkat soal rokok ini dapat dikemas dengan sangat baik sehingga nilai-nilai informasi yang ada didalamnya kemudian mendapat nilai yang baik dalam pemasarannya. Untuka spek spasialisasinya, dimana berkaitan dengan proses transformasi batasan ruang dan waktu ini, menurut saya film okumenter ini sudah dengan baik memanfaatkan spasialisasi yang ada dimana film documenter ini bersifat tidak terbatas ruang dan waktu sehingga penontonnya dapat menonton film ini kapan saja dan pesan yang hendak disampaikan tetap dapat diterima dengan baik. Dan untuk aspek strukturasinya dimana hubungan dengan gagasan agensi, proses sosial dan praktek sosial dalam analisa struktur film ini sangat baik sehingga kita dapat melihat dari banyak sisi narasumber dan lapisan-lapisan yang dianggap bertanggung jawab dalam industry tembakau ini.
Dorothea Putri (00000026627)
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Text
Tanda Tanya Legalitas Penduduk di Bantaran Rel Kereta Api
Tugas Mingguan News Writing (semester 3)
JAKARTA - Status legalitas kependudukan di bantaran rel kereta api antara Stasiun Tanahabang dan Palmerah masih mencapai jalan buntu lantaran RT 07, 08, 09 yang berlokasi di pinggir rel kereta tersebut menempati tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Yang bilang legal siapa? Kok nanya saya, kan yang punya tanahnya PT KAI,” tutur Sekretaris Kelurahan Petamburan Nurul Huda, Rabu (14/12).
Melansir data resmi Kelurahan Petamburan, terdapat 1768 warga yang tinggal pada ketiga RT tersebut. Adapun jumlah ini belum bisa disebut sebagai data akurat lantaran angka tersebut hanya menunjukkan warga yang terdaftar di sistem kelurahan tersebut.
Warga yang terdaftar di sistem kelurahan merupakan warga yang tercatat sebagai penduduk Jakarta dan memiliki KTP Jakarta. Selebihnya, warga yang tidak tercatat berarti tidak memiliki KTP Jakarta dan belum melaporkan dirinya untuk didata oleh kelurahan setempat
“Sekarang kalau mereka tidak lapor, gimana cara kita tahu kalau ada yang belum KTP Jakarta?” pungkasnya.
Secara teknis, penduduk non Jakarta yang berpindah dan menetap di Jakarta harus memberikan surat keterangan pindah dari daerah asalnya. Hal ini, menurut Nurul, akan memudahkan kelurahan lantaran warga tersebut akan masuk dalam sistem pencatatan di kelurahan.
Kembali ke persoalan semula, penduduk yang tinggal di bantaran tersebut masih belum mendapatkan legalitas dari pihak manapun. Bahkan, KTP Jakarta sekalipun tak menjamin bahwa penduduk yang memilikinya dapat tinggal secara legal di daerah tersebut.
Meski demikian, Nurul mengaku tidak mengetahui mengenai alamat yang dicantumkan penduduk berstatus KTP Jakarta yang tinggal di daerah tersebut. Pasalnya, dalam pembuatan KTP terdapat kolom alamat yang harus diisi dengan alamat tinggal saat pembuatan KTP tersebut.
  Kelompok:
Andreas Pranatalta Denny Wirya Tama Dorothea Putri V. Emanuela Lintang Geofanni Nerissa A. Ivan Jonathan I.
0 notes
dpvdorothea-blog · 6 years ago
Photo
Tumblr media
UAS News Graphic and Design (semester 3)
Tema: Kopi (untuk dilombakan ke Beritagar.id X Smartfren4G LTE)
0 notes