Don't wanna be here? Send us removal request.
Text
Ajining diri gumanting ono ing lathi
Ajining sarira gumantung ono ing busana
Ajining sukma gumantung ono ini busana
Ajining awak gumantung ono ing tumindak
0 notes
Text
Pesan Penutup di Akhir Pekan
Di usia yang kian waktu terus bertambah, semoga lekas juga mendewasa dalam arti yang genap. Harus mulai lebih peduli dengan sisa usia yang Allah berikan, tertata dalam mengatur rencana dan bijak dalam mengambil sikap.
Jangan memulai sesuatu karena orang lain. Mulailah sesuatu, mau itu kecil atau besar, sedikit atau banyak adalah dari kesadaran diri; tujuan yang jelas, niat yang lurus, menjalani dengan ikhlas, dan spirit totalitas dalam menjalankannya.
Sebab, apalah arti lelah jika tidak berbuah pada keridhoan Allah. Tiadalah kerugian bagi siapapun yang menjadikan ridho-Nya sebagai orientasi tujuan. Meskipun fisik terasa lelah, hati terasa sakit, dan luka-luka lainnya, keridhoan-Nya akan menjadi penyejuk di tengah kegersangan itu.
Tiada kata kecewa, sebab pada hasil burukpun, penilain-Nya akan selalu jauh lebih bijaksana dan adil untuk hamba-Nya. Allah tahu yang terbaik untukmu, Allah juga tidak pernah sedikitpun berlaku tidak adil padamu. Siapalah lagi yang tahu tentang dirimu, jika bukan Rabbmu?
Pesanku, semoga kehidupan kedepan semakin mengajarkan arti kesungguhan iklhas dan ridho dalam menjalani segala ketetapan-Nya, menjadikan insan yang sepenuhnya iman dengan-Nya.
Aamiin yaa Rabbal 'alamin.
55 notes
·
View notes
Text
Mengusahakan Takdir yang Baik
Jangan pernah mendasari sebuah keputusan berdasarkan 'kayaknya'. Meskipun ilmu dan kemampuan manusia terbatas, sehingga manusia tidak tahu risiko dan konsekuensi keseluruhan apa yang didapatkan, selama masih ada kesempatan untuk 'memastikan', tetap harus diusahakan.
Kita bukan bermaksud untuk meragukan takdir yang kita akan peroleh nantinya, namun kita juga tidak berpangku tangan menunggu nasib tanpa mengupayakan sesuatu yang kita anggap baik. Bahwa hasilnya berbeda, itu hal lain, yang terpenting dari itu adalah bagaimana kita membangun proses dalam mengawali dan menjalaninya.
“Takdir yang baik” itu harus diupayakan, dengan mengerahkan ilmu, pertimbangan, dan ikhtiar terbaik. Karena sejatinya, manusia hanya dituntut untuk berusaha sebaik mungkin, bukan untuk menjamin hasil. Allah-lah yang menetapkan akhir dari setiap perkara, namun usaha kita adalah wujud kesungguhan dalam menghormati karunia akal, waktu, dan kesempatan yang telah Dia titipkan.
Pada akhirnya, bukan semata hasil yang akan berbicara, melainkan nilai dari perjalanan itu sendiri.
"Apakah kita sungguh-sungguh mencari yang halal, yang tepat, yang bermanfaat bagi diri dan orang lain?" "Apakah kita menempuhnya dengan hati yang bersandar kepada-Nya, sambil tetap rendah hati menerima apa pun ketentuan yang ditetapkan?"
Dengan begitu, keputusan yang kita ambil bukan sekadar “kayaknya”, melainkan buah dari usaha serius yang diiringi doa dan tawakal. Di sanalah letak kemuliaan, kita berikhtiar dengan sepenuh jiwa, dan berlapang dada menerima ketetapan-Nya.
Surakarta, 22 Agustus 2025
140 notes
·
View notes
Text
Ngga up story pas sedih atau marah
Milih untuk maafin diam diam
Sholat Dhuha walau sibuk
Nahan lisan berkata kasar
Nyisihin receh untuk sedekah
Doa setiap aktivitas
Rendah hati dan tolong menolong
Bersyukur atas nikmat kecil dan semua nikmat
0 notes
Text
Bahagia Karena Diuji
Ngobrol sama mentor emang seringkali dapat POV yang lain, sesuatu yang nggak kami lihat. Memang tidak bisa memungkiri, bahwa pengalaman dan umur yang lebih banyak, memberikan lebih banyak sudut pandang pada seseorang.
Pada suatu hari, beberapa waktu yang lalu. Kami berkunjung ke mentor kami untuk menceritakan masalah yang sedang kami hadapi dan mencari titik butanya, agar kami bisa melihat lebih luas permasalahan ini dan lebih tenang menjalani masalahnya. Salah satu kalimat yang keluar di akhir pembicaraan ini : "Tahu nggak sih, waktu kalian cerita tadi. Aku bahagia lho kalian lagi ngalamin masalah itu." Padahal masalah itu nggak sederhana sama sekali. Tapi ia malah sangat excited kami ketemu sama masalah tersebut. "Kalau orang lain, mungkin akan langsung depresi. Tapi kalian enggak. Kalian tu lagi ditempa buat megang amanah yang lebih besar di masa yang akan datang. Aku seneng kalian datang ke sini masih bisa ketawa, meski dipikir-pikir itu harusnya bikin orang udah putus asa. Itu artinya, masalah itu sama sekali nggak melilit kalian. Beda loh antara punya masalah dan terlilit masalah. Kalau sampai terlilit, kalian mungkin akan putus asa, nggak bisa lihat peluang, dan mungkin juga bakal gagal nangkep hikmah-hikmah yang tadi kita bahas." Baru pertama kali ini kami dengar secara langsung, ada orang yang bahagia karena kami lagi ngalamin masalah yang gede banget. "Ayok! Nanti apa yang bisa kubantu, kabarin aja ya. Aku seneng banget karena bisa belajar juga dari sini. Kalau bukan karena kalian juga, mungkin aku nggak akan ikutan belajar sama masalah ini. InsyaAllah ada jalan keluarnya. Yang sabar aja, meski emang ini bakal bertahun-tahun. Jalani aja ya..." Obrolannya berakhir seiring adzan berkumandang. Kami akhirnya memahami, bagaimana rasanya punya masalah, tapi nggak sampai terlilit sama masalah tersebut. Rasanya masih punya energi dan optimisme, rasanya penuh dengan keyakinan bahwa akan kemudahan yang kami temui. Bismillah... (c)kurniawangunadi
99 notes
·
View notes
Text
Sesuatu yg terjadi tidak boleh dijadikan bahan menyalahkan pihak manapun.
Yang penting kita fikirkan solusi pengamanan saat ini.
Ini yg penting fikirkan solusi langkah pengamanan yg terjadi saat ini. Bukan membahas masalah nya. Tapi membahas langkah solusi nya.
Sebagaimana kita tidak boleh menyalahkan siapapun atas takdir yg sudah terjadi
0 notes
Text
Berpalinglah dari semua yang membuatmu berpaling dari Allah dan menjauhlah dari setiap yang membuatmu menjauh dari Allah; Karena berpaling dan menjauh dariNya adalah sebab segala musibah.
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. Dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thaha: 124)
©Fajar Sidiq Bahari (@fajarsbahh)
144 notes
·
View notes
Text
Semakin dekat impian yang ingin kita tuju, seolah tinggal sejengkal jarak antara harapan dan tujuan, malah semakin merasa pasrah akan keputusan yang terbaik yang bakal Allah kasih nanti. Lepas dari pengharapan pada makhluk-Nya nyatanya memang lebih menenangkan. Maka dari itu, apapun ya Allah, asal Engkau ridho.
133 notes
·
View notes
Text
بسم الله الرحمن الرحيم
🍂" DO'A DI PENGHUJUNG JUM'AT
Pada hari Jum’at terdapat satu waktu mustajab untuk berdo'a. Salah satu pendapat ulama mengatakan waktu tersebut berada di penghujung hari Jum'at, yakni setelah 'Ashar sampai menjelang Maghrib.
Yuk, panjatkan do'a yang sangat lengkap ini di hari Jum'at
اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، وَمَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ مِمَّا سَأَلَكَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِمَّا تَعَوَّذَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَمَا قَضَيْتَ لِيْ مِنْ قَضَاءٍ فَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ رُشْدًا
Allohumma innii as aluka minal khoiri kullihi, 'aajilihi wa aajilihi, maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam, wa a'uudzu bika minasy syarri kullihi, 'aajilihi wa aajilihi, wa maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam, wa as alukal jannata wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au 'amalin, wa a'uudzu bika minannaari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au 'amalin, wa as aluka mimmaa sa-alaka bihi muhammadun ﷺ , wa a'uudzu bika mimmaa ta'awwadza bihi muhammadun ﷺ , wa maa qodhoita lii min qodhoo-in faj'al 'aaqibatahuu rusydaa.
Artinya:
"Ya Allah, aku meminta seluruh kebaikan, baik yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui, dan aku berlindung dari seluruh keburukan, yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui.
Dan aku meminta surga dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan, dan aku berlindung dari neraka dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan.
Dan aku meminta segala sesuatu yang diminta oleh Nabi Muhammad ﷺ dan berlindung dari segala yang diminta perlindungannya oleh Nabi Muhammad ﷺ .
Dan apapun yang Engkau takdirkan untukku, maka jadikanlah kebaikan pada akhirnya."
📚 (HR. Hakim dan dishahihkan oleh Syeikh Albani)
Semoga kita dapat menghafalkan dan membaca do'a ini di manapun kita berada. Aamiiin.
✒️ Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri حفظه الله تعالى
0 notes
Text

Semoga segalanya tetap dan akan terus baik-baik saja. Andaikata tidak, juga tidak mengapa. Kamu tidak harus selalu tampil sempurna. Ada waktu kamu gagal, kamu berbuat salah, atau melakukan hal-hal bodoh. Sekali lagi, tidak apa. Kamu hanya manusia biasa.
Meski dari jauh, aku berdo'a dan ucapkan selamat bertumbuh menjadi manusia yang terus membaik dari waktu ke waktu. Jika dalam melaluinya perjalanan terasa begitu sukar dan lambat, kamu tidak perlu menyesalinya. Hidup bukan perlombaan siapa paling cepat.
Nikmati saja perjalanan ini. Setiap perjalanan yang Allah hadirkan, berusahalah untuk tinggalkan karya-karya terbaik yang bisa kamu upayakan. Tidak harus indah, maupun megah, yang terpenting dari itu adalah ada.
355 notes
·
View notes
Text

Semoga segalanya tetap dan akan terus baik-baik saja. Andaikata tidak, juga tidak mengapa. Kamu tidak harus selalu tampil sempurna. Ada waktu kamu gagal, kamu berbuat salah, atau melakukan hal-hal bodoh. Sekali lagi, tidak apa. Kamu hanya manusia biasa.
Meski dari jauh, aku berdo'a dan ucapkan selamat bertumbuh menjadi manusia yang terus membaik dari waktu ke waktu. Jika dalam melaluinya perjalanan terasa begitu sukar dan lambat, kamu tidak perlu menyesalinya. Hidup bukan perlombaan siapa paling cepat.
Nikmati saja perjalanan ini. Setiap perjalanan yang Allah hadirkan, berusahalah untuk tinggalkan karya-karya terbaik yang bisa kamu upayakan. Tidak harus indah, maupun megah, yang terpenting dari itu adalah ada.
355 notes
·
View notes
Text
Yang Ingin Tumbuh, Harus Siap Robek dari Dalam
Kalau kamu sungguh ingin tumbuh, kamu harus berani mencoba. Lebih dari itu, kamu harus berani melawan sesuatu dalam dirimu sendiri.
Kadang, bukan dunia yang menghalangi. Tapi keyakinanmu yang sudah usang, rasa aman palsu dari pola lama, dan suara dalam kepala yang bilang, "jangan berubah, di sini saja."
Padahal, tumbuh artinya menyakiti bagian-bagian lama dalam dirimu. Melepas kenyamanan. Meninggalkan suara yang kini mengurung, meski dulu menolongmu bertahan.
Ada yang harus dikorbankan. Dan sering kali, itu adalah dirimu yang sekarang.
Letakkanlah yang tak lagi berguna. Bukan karena itu buruk, tapi karena fungsinya sudah selesai. Seperti daun yang gugur agar pohon bisa bertunas kembali, ada bagian dari dirimu yang harus kamu relakan demi versi dirimu yang lebih utuh.
Mungkin akan terasa seperti kehilangan. Tapi sebenarnya itu ruang yang dibersihkan untuk sesuatu yang lebih sesuai. Sesuatu yang kamu butuhkan untuk berjalan ke depan.
Tumbuh adalah keputusan berulang: untuk tidak lagi jadi siapa yang kamu tahu, demi menjadi siapa yang kamu bisa.
Beranilah.
Karena kadang, satu-satunya cara untuk menemukan cahaya adalah berani melewati pintu gelap yang kamu hindari terlalu lama.
170 notes
·
View notes
Text
Orang cerdas adalah yang banyak membgingat kematian
-Kematian bisa menghadirkan kelonggaran kelapangan hati, lapang dada.
-Kematian itu bis menjadi kontrol dalam kehidupan. Kalau sempit bisa menjadi lapang, kalau lapang bisa mengontrol kehidupan
-Ziarah kubur dianjurkan oleh nabi
-Agama itu sesuai dengan agama temannya. Penting utk memilih sahabat utk pergaulan. Karena bisa membuat kita terseret pada perbuatannya. Pilihlah teman yang mengajak kepada kebaikan. Rasulullah SAW pernah membangun persahabatan dengan Uqbah bin Abi Muid seorang pembesar Quraisy. Beliau pernah memanggil Nabi utk mampir, Nabi memenuhi undangannya. Semua hidangan di rumahnya dihidangkan kepada Rasulullah SAW. Nabi mau mencicipi hidangan dengan syarat syahadat. Uqbah termasuk orang yang berpengaruh, maka tokoh Quraisy memanggil Uqbah utk ditanya apakah benar2 mengikuti agamanya Muhammad? Uqbah akhirnya menceritakan kisahnya. Tokoh pembesar Quraisy memberikan pilihan dg masuknya kafir Quraisy :
1. Bisnis tutup, memutus keakraban persaudaraan dg Quraisy.
2. Membatalkan keislaman, mengumumkan ppembatalan islamnya, meludahi Nabi.
Sayangnya Uqbah memilih yg kedua. Begitulah pengaruh teman. Kisah ini disebutkan dalam Al-Quran Al Furqan 27 : Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman setia.
Teman yg memiliki karakter krg baik, akan menyeret kita pad hal krg baik.
Program yng menjaga keimanan yg lainnya adalah
4. Menjenguk orang sakit
5. Hadir di majelis ilmu
Semoga kita tidak meninggal kecuali dalam keadaan beriman. Walaa tamuutunna illa wa antum muslimun.
0 notes
Text
*Kasih sayang seorang ibu*
Kasih sayang seorang ibu adalah bentuk cinta yang paling tulus, murni, dan tak bersyarat. Sejak seorang anak masih dalam kandungan, ibu sudah menunjukkan kasih sayangnya melalui perhatian, pengorbanan, dan doa-doa yang tak pernah putus.
Kasih ibu bisa terlihat dalam hal-hal kecil: dari bangun pagi menyiapkan sarapan, menyisir rambut anak,hingga mendampingi anak dalam doa setiap malam. Ia rela lelah, bahkan sakit, asalkan anaknya sehat dan bahagia.
Dalam Islam, kasih sayang ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah ﷺ bersabda ketika ditanya siapa yang paling berhak mendapat perlakuan baik, beliau menjawab: "Ibumu." Tiga kali disebut "ibu", baru kemudian "ayah".
Kasih ibu tidak menuntut balasan, namun kita sebagai anak wajib membalasnya dengan berbakti, taat, dan menghormati. Kata-kata mungkin tak akan cukup menggambarkan besarnya kasih sayang seorang ibu, namun perbuatan kitalah yang bisa membuktikan rasa cinta dan hormat kita kepadanya.
Kasih sayang ibu bagi seorang santri ibarat lentera yang tak pernah padam, menerangi setiap langkah dalam menuntut ilmu. Sejak kecil, ibu mengajarkan adab kepada anaknya.
Ibu adalah sosok pertama yang membimbing lisan seorang santri agar lembut, menuntun hatinya agar ikhlas, dan mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan diri. Saat seorang santri jauh di pondok, ibu tetap menjadi sosok yang tak henti-hentinya mendoakan, menangis di sepertiga malam, memohon kepada Allah agar anaknya menjadi orang yang shalih, berilmu, dan membawa manfaat untuk umat.
Ibu rela menahan rindu, menahan letih bekerja demi biaya pendidikan anaknya. Tak terucap oleh lisan, tapi seluruh perjuangannya adalah wujud cinta yang nyata. Dalam diamnya, ibu menitipkan anaknya kepada Allah, karena ia yakin bahwa ilmu yang berkah dimulai dari hati yang ridha dan doa yang tulus.
"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua."
(HR. Tirmidzi)
0 notes
Text
*Adab berjalan di*
*berjalanan*
●Berjalan dengan lurus artinya ia tidak menoleh kekanan dan kekiri jika tidak ada keperluannya. tidak bergerak dengan gerakan yang tidak pantas.
•Tidak mempercepat jalannya dan tidak pula lamban . Juga ia tidak makan (sambil berjalan) ataupun bernyanyi-nyanyi atau membaca bukunya sedangkan ia sedang berjalan.
●Jika berjalan bersama teman-temannya maka jangan mengajak bercanda,mengeraskan suara,atau mengolok olok
●Mengucapkan salam kepada orang yang di temuinya.
•Menundukkan pandangan
Menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang
Rasulullah bila berjalan:
1.Langkahnya cepat tapi tidak tergesa-gesa
2.Tidak menengadah atau membusungkan dada
3.Menebarkan senyum dan salam
```Adab dalam berjalan menunjukkan kerendahan hati seseorang. Rasulullah mengajarkan kita agar tidak berjalan dengan sombong, karena kesombongan tidak disukai oleh Allah```
0 notes