Yang Tercipta olehNya Tiada yang sia sia. Ada yang mau disampaikan? ceritakan saja.
Don't wanna be here? Send us removal request.
Text

Menemukan seseorang yang menjadi penghujung dari segala tanya, pasti penuh tanjakan, lika-liku dan jatuh-bangun.
Sebab akan ada beberapa pertemuan dengan orang yang salah pada waktu yang tak tepat di persimpangan takdir, akan ada pula ekspektasi yang menguji relung perasaan, menumbuh-layukan harapan, yang sarat dengan pelajaran yang mendewasakan.
Menemukan seseorang yang menjadi muara atas segala doa-doa, memerlukan kesabaran yang panjang juga keberserahan. Namun, seringnya kita terlalu jumawa akan rahasia takdir. Hanya karena hadir perasaan menginginkan "seseorang", kita pikir rasa "ingin" itu adalah tanda dari-Nya bahwa "seseorang" itu adalah yang terbaik. Kita lupa betapa lemah dan betapa mudah biasnya perasaan kita karena godaan-godaan yang menggoyahkan keimanan.
Pada kenyataannya, yang terbaik seringnya tak pernah kita duga sosoknya, yang mungkin selama ini selalu berdiri dihadapan kita tetapi luput kita perhatikan sosoknya, yang mungkin selama ini semesta telah banyak memberikan isyarat namun kita tidak pernah peka.
Pada kenyataannya, yang terbaik seringnya adalah sosok asing nan meneduhkan yang meminta kita secara baik-baik dan beradab pada kedua orang tua dengan penuh keberanian. Yang niatnya penuh kejujuran dan kesan kehadirannya ke dalam hidup kita begitu sederhana namun sarat makna.
Sungguh, pada kenyataannya, waktu dan seseorang yang tepat adalah yang tak pernah kita tahu "kapan" dan "siapa". Penanda bahwa pengetahuan kita begitu terbatas tentang takdir. Maka sudah semestinya kita senantiasa meminta petunjuk dan pertolongan-Nya untuk mencari tahu jawabannya.
Kelak, ketika rahasia-Nya telah terbuka, akan ada banyak butiran-butiran hikmah yang terhampar untuk menjawab segala tanda tanya yang selama ini selalu bergemuruh di dada.
Kelak, ketika rahasia-Nya telah terbaca, segala sebab-akibat dalam hidup yang telah terjadi di masa lalu akan melegakan hati seperti hujan gerimis yang basah oleh haru dan syukur...bahwa segala penundaan, penolakan dan kekecewaan yang pernah terasakan mengandung pelajaran terbaik yang tak tergantikan.
Bahwa selama ini, mencari dan menemukan itu tentang "saling". Saling melalui titian-titan doa tak kasat mata yang kita langitkan. Saling dibentur-hancurkan untuk dibentuk menjadi lebih baik oleh-Nya sebelum saling menggenapkan. Kita diperbarui sebelum saling mengisi. Kita disembuhkan sebelum saling menumbuhkan kebaikan bersama-sama. Kita saling didewasakan oleh hidup dan perjalanannya——agar ketika kapal ini berlayar mengarungi samudra rumah tangga; kita tidak goyah, tidak menyerah dan atas seizin-Nya kita akan saling selamat di dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabb
Usai hujan reda di tanah Rantau, 14 Maret 2023 12.40 wita
501 notes
·
View notes
Text
Memeluk Kerinduan dalam Kesendirian
15 Februari 2023
Tak pernah Aku mengira bila akhirnya begini, menghela nafas sedalam mencari mata air. Sejak berapa tahun belakangan yang telah mengukir berbagai macam sejarah, Aku tak mengira ini semua akan berakhir sendiri. Seperti itulah adanya, Aku memeluk rindu yang tak akan kembali kurasakan padanya. Hanya melihat disebatas foto dan rekaman suara. Serta video semenit tak membuatmu kembali lagi.
Kita bertemu dalam keramaian, dan kita saling memandang dalam kejauhan. Memberi tatapan yang dalam itulah isyarat penyampaian isi hati.
7 notes
·
View notes
Text
"Untuk apa kamu menulis jika tidak ada yang membaca? bahkan tidak ada yang tahu eksistensi mu di dunia ini"
Meski tak ada yang membacanya, aku mencintainya, karena aku merasa hidup setelah menulis, dan berbicara dengan kata-kataku. Aku percaya suatu saat akan ada setidaknya satu orang yang membacanya dan pernah mengingatnya.
28 notes
·
View notes
Text
02 Februari 2023
Masih menampakkan kilauan cahyanya sejak berjalan diatas air yang melintang keseluruh pejuru bumi. Seperti lautan, yang tak kan terputus tak jua temukan penghujungnya.
Begitulah adanya kehidupan, serupa tapi tak sama dalam permasalahan yang telah terjadi pada diri sendiri. Entah itu karna dosa padaNya atau karna ulah kita yang sengaja menguji TuhanNya. Sebut saja “Permen Kehidupan”, seperti rasanya yang bermacam-macam. Manis, asam, pahit, pedas bahkan memiliki tekstur lembut, keras atau sekali terkena lidah lenyap seketika.
Saat telinga mendengar dengan mata tak berhenti melihat,hingga timbul reaksi seseorang, ada hati yang menggeram, mencabik rasa amarah, sedih dalam diam, tertawa leluconnya, dan ikhlas menerima. Seperti alurnya memutar mutar tak sampai ketujuan akhir. Inikah kenikmatan disetiap rasa permen itu?...
Seperti berperang pada diri menghabisi masa yang tak kunjung ada jawaban. Mustahil bagi kita bisa bertahan dalam permen kehidupanNya. Jika menyadari apa yang kini dirasakan, itulah kita yang terpilih diantara milyaran manusia. Berat beban yang dipikul dipundak, tak ada apa-apanya saat kita berbuat dosa dalam keadaan sadar di dahapanNya.
1 note
·
View note
Text
“Aku minta maaf segala kejadian yang lalu,..” pintaku “Sudahku maafkan, tak apa..”jawabnya sambil tersenyum “Iyalah,, kapan lagi aku bisa minta maaf kalau bukan sekarang.”
Kalimat terakhir yang kuucapkan padanya, sebenarnya ada yang lebih sulit untuk mengatakan maaf, ‘menurunkan ego dan mengalah untuk memperbaiki keadaan’. Air mataku hampir menetes. Karna aku tau, aku lah pemilik hati yang lembut nan rapuh. Hanya saja mulut terkadang tak sejalan dengan hati.
Ternyata.. kesalahan, amarah, egois, putusnya hubungan yang biasa kita sebut silahturahmi takkan membawa kemanapun kecuali pada kematian. Hari ini Tuhan memberi aku kesempatan untuk meminta maaf pada siapapun, tak perlu melihat siapa yang salah dan benar, aku hanya ingin memiliki hati yang lembut dan pemaaf. Walau berat untuk seseorang mengalahkan ego, tapi percayalah hatimu perlahan akan ringan seperti beban yang terpendam selama ini menghilang.
Tak ada yang sia-sia untuk mengalah, “bila api kau bakar dengan api terbakarlah akhirnya. Maka jadilah air agar bisa menyelamatkan dirimu dalam setiap keadaan.”
Nabastulateduh, 08 September 2022 (Tanjungbatu, Kab. karimun)
3 notes
·
View notes
Text
Perpisahan itu sebenarnya tidak melukai kita, akan tetapi cara perpisahan itu yang menjadikan kita terluka. Sama dengan pertemuan, yang menjadikannya istimewa dan mahal adalah cara bertemunya.
Jika ingin bertemu, maka mulailah dengan cara yang baik, andai harus berpisah pun, maka lakukan dengan yang baik juga. Setiap kita pasti akan berjumpa dan setiap kehidupan ini pasti akan ada perpisahan.
@jndmmsyhd
378 notes
·
View notes