repostagoodone
29 posts
If there is no good people, at least being one. Enjoy all of good writer here which that I'm re-post about. Hopefully can give some inspiration for you! :)
Don't wanna be here? Send us removal request.
Text
Mahatahu Dia ï·»

Pic. from buku Hari Dimana Aku Tak Lagi Ada
Allah tahu engkau menyayanginya.
Allah tahu engkau sungguh padanya.
Dia tahu berapa banyak malam yang engkau habiskan menyemogakan kebaikan dan perlindungan padanya.
Dia tahu berapa banyak air matamu yang tumpah tatkala menyemogakannya di hadapanNya.
Dia Mahatahu isi hatimu dan semua yang engkau inginkan serta butuhkan.
Dia Mahatahu berapa kali kamu kecewa setiap kali mendapati sesuatu perihalnya yang diluar dugaanmu, namun kamu tidak bergeming menyemogakan kebaikan baginya.
Dia sungguh tahu, menjelang tidur engkau berdoa bukan hanya untuk dirimu, untuk kedua orang tuamu, untuk kakak dan adekmu. Dia tahu jika ada namanya disana terselip diantara doa-doamu.
Dia tahu, Mahatahu segalanya. Yang engkau suarakan maupun yang engkau pendam di dalam dada.
Dia tahu inginmu untuk bertemu dengannya, dia tahu segala yang menjadi agan rancangmu.
Dia tahu kamu selalu ingin mengetahui kabarnya, membaca tulisannya, atau sekedar mengetahui dia sedang online, ataukah dia sedang menghabiskan malam telponan bersama teman-temannya.
Dia tahu engkau ingin menjadi yang dia butuhkan, mengawali pagi dan mengakhiri malamnya.
Dia Mahatahu.. yaa Dia tahu semuanya.
Namun.. jika harus memilih, manakah yang akan kamu dahulukan.. hak Allah dan kewajibanmu menjaga diri ataukah larut dalam perasaanmu kepada seseorang yang belum berhak atasmu? Manakah yang lebih penting bagimu? Manakah yang lebih utama? Allah yang menitipkan rasa di dalam dadamu sekaligus Pencipta dari sosok yang kamu sayangi ataukah perasaan dan segala kehendakmu kepada sosok yang diciptakanNya?
Allah Mahapencemburu, Dia cemburu jika hatimu kamu penuhi dengan nama makhluknya bukan Dia. Allah ingin melihat sungguhmu, Allah ingin melihat manakah cinta yang jauh lebih berarti dan berharga bagimu. MencintaiNya ataukah mencintai makhlukNya. Ataukah mencintai makhlukNya atas dasar kecintaan kepadaNya. Sehingga ketika bertambah ketaatannya kepadaNya maka bertambah pula cintamu namun ketika menjauh ia dariNya maka menjauh pula perasaanmu kepadanya.
Maka, lepaskanlah. Kembalilah padaNya. Ikhlaskan, pasrahkan padaNya. Tidak ada yang tidak mungkin bagiNya. Bisa jadi jika hari ini kamu memilih untuk kembali padaNya, esok lusa Dia bisa saja mendatangkan dia padamu. Tanpa kamu sangka, tanpa kamu duga. Baik dalam wujud sosoknya atau sosok yang jauh lebih baik darinya.
Menjaga itu penting, keterjagaan jauh lebih penting.
Semoga.
-Fath.
156 notes
·
View notes
Text
Mengagumi manusia itu mudah kecewanya dan cepat pula hilangnya, sewajarnya dan secukupnya saja. Sama halnya mengagumi seseorang karena wajah dan fisiknya, menjadikan cepat bosan dan mudah pula hati mengkhianati. Sekilas dan sedikit saja.
Banyak yang harus dikorbankan jika yang kamu cari adalah fisik dan bentuk luar, sebab mata akan selalu lapar dan nafsu akan selalu ingin mencari meski sudah menemukan.
Yang menjadikan dirimu istimewa dan lebih terhormat adalah apa yang kamu kerjakan, perangai yang baik dan tutur kata yang sopan. Sedangkan dirimu akan menjadi terangkat karena harga diri yang kamu jaga, tidak mudah tergiur dan terlena karena iming dunia atau sebatas kata cinta.
Jikalau sampai hari ini tidak kunjung datang sesiapa yang akan menjemput dan berbagi kisah denganmu, pertanda bahwa Allah masih menginginkan kebaikan darimu dari masa sendiri. Sebab ada banyak kebaikan yang bisa kamu lakukan saat masih sendiri.
Ada yang kecewa karena termakan oleh ekspektasi dari casing yang terlihat sangat baik, namun saat menjalani ternyata tidak seindah taman bunga. Ada yang akhirnya jatuh cinta yang begitu syahdu, karena perilaku dan perangai yang baik lagi sopan, meski di awal ia tidak melihat ada yang istimewa dari rupa dan dunianya. Tersebab kejujuran dalam menjemput dan memelihara rasa.
Ini hanya sebuah tulisan dariku yang sampai saat ini mengagumimu, bukan paras dan rupa. Juga bagian dari petuah kala tua sudah datang menghampiri, fisik akan selalu berubah dan menua tidak sesegar dulu kala kita jumpa. Tapi apa yang muncul dari hati, ia yang abadi dalam ingatan dan rasa.
Memupuk rasa.
@jndmmsyhd
694 notes
·
View notes
Text
Untukmu yang Terjatuh
Tulisan ini untukmu, yang merasa bahwa dunia mengkhianati perjuanganmu. Barangkali saat ini kondisimu tidaklah baik, sedang berada pada posisi hancurnya impian dan retaknya hati. Pada tangisan yang hanya terdengar lirih oleh diri sendiri dan berharap orang lain tidak melihat lemahmu.
Tenanglah, sebentar lagi akan habis masa sulitmu dan datang masa mudahmu. Bukankah begitu janji-Nya padamu yang mampu bersabar meski ada tangisan? Bahkan itu sebuah kenikmatan saat kamu mampu mengalokasikan banyak dari waktumu untuk selalu berdoa dan mengadu? Sebab orang yang sedang bahagia dan merasa bangga dengan pencapaiannya belum tentu dekat dengan-Nya. Nikmatilah masa-masa sulitmu.
Aku tahu bagaimana sakitnya dikhianati dan merasa gagal, aku tahu bagaimana rasanya lelah menunggu dan sulitnya merangkak bangkit. Tapi begitulah cara Allah mengajarkan dan menjadikanmu lebih kuat, memberikanmu pencerahan bahwa harapan terbaik itu hanya pada Allah.
Kesuksesan dan keberhasilanmu bukanlah dijamin oleh manusia, ketenangan dan kenikmatan hidup juga bukan berasal dari manusia, sudah waktunya kamu sadar dan mengubah jalan pikiran. Bahagia dan sengsara itu milik Allah, maka biarkan Allah yang memberikan rasa itu pada setiap hamba-Nya. Tugasmu hanya mengabdi dan menjadikan setiap perjuanganmu itu ibadah. Niat dan ikhlas.
Untuk yang sedang mencoba merapihkan kaca yang pecah karena ujian perjalanan hidup, semoga Allah memberikanmu kekuatan untuk terus berprasangka baik dan selalu optimis, bahwa setelah kesukaran ini akan ada kemudahan dan kemenangan.
Dariku yang sedang menata jalan kehidupan.
@jndmmsyhd
850 notes
·
View notes
Text
Meyakinkan Diri
Apa yang lebih menenangkan daripada hati yang lapang dan kepasrahan pada keputusan Allah? Bahkan pada waktu yang terhimpit dan sangat mustahil untuk terjadi pun akan mudah untuk mengikhlaskan, jika menempatkan "Bismillah, insyaalloh apapun yang terjadi nanti itu yang terbaik dari Allah" pada urutan kalimat pertama yang keluar dari hati dan lisan.
Yang kurang darimu bukanlah orang dalam, tapi keyakinan bahwa Allah yang memberikan rezeki. Yang lemah darimu bukanlah kekuatan atau uang, tapi tawakkal yang maksimal. Kamu tidaklah sedang berlomba untuk mengumpulkan dunia ini, tapi kamu sedang berlomba untuk berbuat kebaikan. Mencari penghidupan agar bisa beribadah dengan baik dan agar bisa berbagi juga bagian dari kebaikan. Perbaiki lagi niatmu jika hanya untuk mengumpulkan dunia.
Kelak, kamu akan menyadari bahwa yang benar-benar akan menolongmu itu bukanlah harta dunia, tapi amal kebaikan yang selalu kamu utamakan. Sebab dunia akan selalu menipumu.
Atur kembali niat, jangan sampai menuhankan atau menjadikan dunia sebagai tujuan. Ia hanya perantara dan kendaraan saja yang kamu pun bisa memilihnya atau tidak.
Selamat berjuang dan memperbaiki hati.
@jndmmsyhd
832 notes
·
View notes
Text
Setiap kita akan ada keraguan, pada keputusan untuk melanjutkan atau berhenti, atau mungkin pada pilihan mengubah arah atau membuka jalan sendiri. Tentunya setiap pilihan akan selalu berbeda jalan dan ujiannya. Dan tetap percayalah pada setiap keputusan yang diambil bahwa Allah akan selalu ada, Dia akan menjaga dan menolong setiap niat baik kita. Rancang, jalani, doakan.
Sudah berulang kali diingatkan, bahwa hati itu suka bergonta-ganti rasa. Pagi ia semangat dengan tekad bulat, ketika malam tiba mulailah datang keraguan dan dilema, saling bersahutan dan menjadikanmu ragu untuk melanjutkan langkah.
Bukan hanya soal cinta, tapi soal dunia perkuliahan, meneruskan dan mengambil pekerjaan, atau mungkin pada keputusan-keputusan penting dalam keluarga. Semua akan mengalami cepat atau lambat.
Saat ia tiba, cobalah untuk bersikap tenang, jangan dulu termakan kata orang atau tergesa-gesa memutuskan. Berikan sejenak waktu untuk menimbang, mendiamkan agar tidak semakin keruh pikiran. Jangan terlalu lama juga mendiamkan, sebab hidupmu haruslah berlanjut, tidak boleh berhenti terlalu lama.
Percayakan pada Allah bahwa semua akan indah pada waktunya, titipkan pada Allah semua impian dan tujuan. Dan biarkan Allah menunjukkan jalan terbaik untukmu. Jangan lupa bismillah.
@jndmmsyhd
924 notes
·
View notes
Text
Akhlak yang banyak disalah Pahami.
âAkhlak itu ketaatan kita pada syariat, kalau kita taat, maka akhlak kita baik, kalau kita gak taat maka akhlak kita burukâ
Sekilas penjelasan dari Musryfah saya saat kami duduk melingkar mengkaji kitab berbahasa arab dalam pembahasan Akhlak.
Saya langsung menganggukkan kepala tanda âoohâ.
Selama ini saya pikir akhlak adalah murah senyum, tetep lemah lembut sama orang walau dijahatin, toleransi, tidak berkata kasar dst dst.
Guru saya memperjelas sebenarnya dalam Islam gak ada pembahasan soal akhlak secara detail sebagaimana membahas soal sholat, sistem pemerintahan, zakat, jihad. Hanya bisa diambil kesimpulan akhlak yaitu ketaatan pada syariat. Perbuatan kita tidak dinilai atas dasar suka/tidak suka, tapi sesuai syariat/gak.
Jadi, jujur, berbuat baik, toleransi, tidak berkata kasar, lembut sama orang walau dijahatin, tidak dinilai berdasar perbuatan itu sendiri, melainkan dia dinilai berdasar apa kata syariat. Karena akhlak adalah ketaatan pada syariat maka kita harus bersikap sesuai dengan syariat. Bukan berdasarkan perasaan kita.
Jujur misalnya tidak selalu jujur itu adalah akhlak yang baik, kenapa? karena kadang kala jujur malah jadi akhlak yang buruk, kapan jujur jadi akhlak yang buruk? saat dimedan perang bertemu musuh, karena diposisi ini bohong adalah akhlak yang baik, sedangkan jujur pada jual-beli merupakan akhlak yang baik dan bohong pada jual-beli merupakan akhlak yang buruk.
Begitupun dengan berbuat baik semisal ngasih duit orang, ngasih duit orang tidak selalu menjadi akhlak yang baik, karena kalau yang dikasih malah untuk beli khamr, maka memberi duit ini jadi akhlak yang buruk.
Dan seterusnya seperti itu, akhirnya membuat saya berfikir, kalau kayak gini nih agama, sampe mati gue gak boleh berenti belajar, kenapa? karena banyak banget yang mesti dipelajari agar benar-benar bisa menjadi Muslim yang baik & benar dalam menjalankan syariat Islam.
Dan menahan diri untuk gak ngekonsumsi hal-hal yang diharamkan walau lagi trend merupakan akhlak yang baik, jadi inget banget dulu karena sering lihat drama korea nenggak wine jadi mikir rasanya gimana, temen yang masih lurus bilang â sabar aja, ntar kalau Allah ridho dengan rasa penasaran kita soal wine dan karena sikap menahan diri itu kita dimasukkan surga, di surga bisa kita cobain, 1 ember kalau perluâ Kami berdua langsung tertawa terbahak-bahak.Â
Menutup aurat saat sholat itu akhlak yang baik, membuka aurat saat sholat itu akhlak yang buruk, menutup aurat saat keluar rumah itu akhlak yang baik, membuka aurat saat keluar rumah itu akhlak yang buruk. Dan seterusnya demikian.
Jadi siapa orang yang gak ada akhlak itu? orang yang gak pernah taaat pada syariat Allah, itulah orang yang gak ada akhlak.
80 notes
·
View notes
Text
Menyukai itu hal yang mudah, bisa tersirat tawa ketika bersama dengan desir waktu yang terus kian mengalir diantara kebersamaan setiap harinya tanpa sengaja, atau karena gesekan kebutuhan yang tidak sengaja dipertemukan karena suatu masalah yang bahkan tidak disengaja.Â
Setiap orang selalu menata hatinya, untuk tetap utuh tidak jatuh berserak ketika angin tanpa sengaja menghembusnya. Bahkan jika badai menerpa dengan riuh gemuruh petir didalamnya. Duar, tapi kadang hati bisa luluh lantah hanya karena serpihan kecil tsb telah menemukan celah yang hilang sebelumnya.Â
Bagaikan bunga yang tumbuh dari benih nya yang berupa biji-bijian, yang dengan kasih sayang pemiliknya selalu diberikannya air dan perawatan yang maksimal. Tidak lupa juga dengan matahari yang selalu membantu untuk bisa berfotosintesis dengan baik.Â
Atau kata orang bagaikan batu yang keras, ditetesi air terus menerus akan bolong juga. Begitulah sekiranya. Tapi, pada akhirnya semua akan menemukan jawabnya.Â
Bagaikan kartu telfon, jika sinyal tak sampai lebih baik ia memutuskan untuk mengganti providernya. Jika bermain dengan fashion baju, jika tak cocok yasudah lebih baik mengganti baju yang lainnya,
Tapi kadang kala kesalahpahaman bisa menjadi suatu bumerang besar bagi setiap orang yg tidak bisa jujur dengan perasaanya, dalih gengsi atau tidak perduli atau mungkin malu, karena tak berani mengakui perasaan sendiri. Atau dilain sisi dia kebingungan dihadapkan pada perasaan yang tak biasa yang baru saja ia rasakan setelah mati beberapa tahun lalu, karena terkubur dengan rutinitas sehari-hari.
Bagaikan kapal dengan nahkodanya, jika kapal tersebut bertemu dengan nahkoda yang terbaik. Maka akan jadilah pelayaran itu menjadi pelayaran terbaik sampai pada tujuannya. Dan begtiu pula sebaliknya.
Belajar tentang kecocokan, adalah pelajaran yang bukan dengan teori. Melainkan pemahaman akan perasaan sendiri, bukan dibaca dan dihafalkan, tapi mengenai kejujuran diri sendiri.
NUDE, 24 Juni 2020.
0 notes
Text
Tanpa title
Kamu tahu, dewasa ini banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Jatuh cinta, karier, masa depan, ambisi, keinginan, cita-cita, bahagia, diperhatikan, menjadi favorit, disukai semua orang, berguna, bermanfaat, menjadi yang dapat diandalkan. Berebut mimpi, diantara banyak cita dan suka - suka & cita. Pertemanan, permusuhan, alih alih dapat menjadi satu hal yang dapat membuat gagal fokus terhadap mimpi. Terlalu memperhatikan dunia luar, tanpa sadar bahwa didekatmu ada kehidupan, terlalu membenci diri sendiri, tidak sadar bahwa kamu punya kelebihan dalam diri.
Semua rasanya begitu cepat berputar, orang-orang hidup dengan perasaan mereka sendiri. Ada yang berprasangka baik terhadap sesama, ada juga yang kadang salah prasangka. Ada yang tak tenang, dan ada yang menenangkan. Ada yang jatuh cinta lalu nantinya bisa jadi berbuah manis, atau sakit hati lalu menjadi lara, ada yang terlalu berambisi lalu nantinya pecah tangis karena ego sendiri, ada juga yang bilang âgue engga pernah perduli dengan omongan orang lain terhadap diri gue.â tanpa sadar mereka telah meletakkan peduli tanpa permisi terhadap tanggapan orang lain.
Ada yang suka ada yang tidak suka, ibarat partai. Banyak yang memilih, banyak juga yang tidak. Hidup kadang timpang, tapi kadang juga seimbang. Sebenarnya yang Maha Kuasa adil membagikannya. Tapi, kadang sebagian dari sebagian banyak menginginkan bagian yang lain. Tapi juga masih banyak peduli terhadap yang lain.
Kadang orang bilang hidup itu rumit, kadang juga ada yang bilang hidup itu tidak rumit hanya pikiranmu saja yang sempit. Kadang ada yang bilang hidup itu jalanin aja, tapi kenyatannya engga cuma sekedar jalanin aja, tetap pakai perhitungan. Cuma jangan itung-itungan.
0 notes
Text
"Tidak semua dari kita bisa menjadi pendengar yang baik. Tapi setidaknya, dengarlah tanpa harus menghakimi. Anugerah yang luar biasa di kelilingi orang baik, dengan support yang luar biasa baik."
Terimakasih.
0 notes
Text
Kalau kamu punya masalah, paling engga kamu punya satu orang pendengar yang baik. Yang bisa mendengarkan keluh kesahmu tanpa menghakimi. Selain itu, jangan lupa satu-satunya hal yang tidak boleh lupa, kamu masih punya Allah.
Bersyukurnya, punya orang orang yang luar biasa. Menjadi pendengar yang baik. Dan bisa support segala sesuatunya dengan baik.
-notes from England.
0 notes
Text
Menangislah Jika Itu Menenangkan
Perkara hati adalah perkara yang tak mudah diprediksi. Seorang lelaki gagah pun bisa saja tiba-tiba menangis karena kehilangan. Seorang lelaki parlente pun bisa saja berkali-kali menangis karena ditinggalkan. Rupanya hati tak pernah bergantung pada rupa, predikat, pekerjaan, kekayaan, dan kedudukan. Hati adalah alam sendiri yang bisa bahagia dan sedih semaunya.
Menangislah dan jangan berhenti jika itu menenangkanmu meski hanya untuk sesaat. Menangislah dan resapi jika itu mengurangi dukamu meski tak lama. Tangisan bukan tanda kelemahan. Menangis adalah tanda hatimu masih hidup meskipun redup, tanda masih bisa berharap dan membuat pilihan dalam hidup. Bersyukurlah karena rindu nan sendu itu berhasil membuatmu menangis, bahkan berkali-kali. Hatimu lembut. Jangan salah, yang menangis hari ini belum tentu akan terus hidup dalam sedu-sedan di masa depan.
Jika kamu adalah orang yang kehilangan, ditinggalkan, atau telah menyia-nyiakan kesempatan atas sebongkah hati manusia, sekalipun susah tapi bersyukurlah saja. Bersyukur karena kamu hanya kehilangan manusia, bukan kehilangan Allah. Bersyukur karena kamu hanya ditinggalkan manusia, bukan ditinggalkan Allah. Bersyukur karena Allah tak pernah berpaling dan selalu memberi kesempatan yang sangat luas sekalipun kamu terlalu sering menyia-nyiakan-Nya.
Jangan kamu tolak rasa sedih dan sendu itu. Kamu bisa jadikan itu energi untuk melawan balik. Bukan balas dendam, tapi untuk melanjutkan hidup dengan versi terbaik dari dirimu. Pengalaman pahitnya kehilangan adalah pengalaman yang berharga, yang mengajarkan kamu untuk menjadi pribadi lebih baik yang menghargai sesuatu dan kesempatan yang kamu punya.
Well, kehilangan memang berat. Tapi kita adalah orang-orang yang percaya. Yang percaya bahwa takdir itu ada, yang percaya bahwa jodoh itu ada. Saat kehilangan terasa begitu berat, bayangkan saja bahwa kamu akan dipertemukan dengan seseorang yang akan menyerahkan hati sepenuhnya untukmu. Jangan jadikan dia yang di masa depan itu menjadi sia-sia untuk yang kesekian kalinya, karena kamu berkewajiban memberikan hatimu padanya tanpa ada luka segores pun.
Barangkali kamu hanya butuh waktu untuk kembali pulih. Nikmati saja jika memang harus menangis. Al-Qurâan adalah obat dan penawar, cobalah sembuhkan hatimu dengan membacanya perlahan. Aku tak tahu kapan kamu akan pulih, tapi setidaknya percayalah bahwa Al-Qurâan adalah penawar hati yang luka. Tangismu itu akan lebih bernilai jika diiringi bacaan Al-Qurâan meskipun sambil terbata.
Jangan berhenti memikirkan masa depan. Masa lalu adalah bagian dari dirimu yang tak akan hilang, tapi kamu tak lagi hidup di situ. Dimensi tempatmu hidup adalah hari ini yang terus berjalan maju. Akan banyak sekali tempat yang kamu singgahi dan orang yang kamu temukan. Aku adalah orang yang sangat percaya, bahwa kelak kamu akan menemukan seseorang yang menjadi tempat pulangmu, yang akan membuatmu bersyukur memilikinya, dan yang akan menghapus penyesalanmu yang telah lalu.
Allah tak pernah meninggalkanmu, Sahabatku.
âDo not lose hope. Nor be sad.â (Surah Ali Imran: 139)
â Taufik Aulia
5K notes
·
View notes
Text
"Terkadang, menghentak bukan berarti membenci. Karena membenci pun tak tulus disampaikan dengan ujaran kebencian lewat tingkah laku diri."
0 notes
Text
Sekali di didiamkan tetap cinta, sekali di hempas tetap rindu, sekali di hentak tetap menjadi bagian yang paling ditunggu.
Itu yang sebenarnya kau cari,
Diantara koma, tanpa titik.
2 notes
·
View notes
Text
âOne small crack doesnât mean youâre broken. It means you were put to the test and you didnât fall apart.â
â Linda Poindexter
1K notes
·
View notes