Halo everyone! jangan baper ya, semuanya point of view dari aku^^
Don't wanna be here? Send us removal request.
Text
Kematian adalah sebaik-baiknya pengingat
Tahun 2025. Tahun penuh air mata, in a real definition, iya. Entah udah berapa kubik air mata gua kalo ditampung, bahkan baru di pertengahan tahun. Rasanya 2025 banyak banget berita sedih, kejadian sedih, momen sedih dan ngerasa kaya re-start lagi kehidupan dan isi pikiran.
27 Juli, temen gua Ais dipanggil ke pangkuan Allah, sedihh banget rasanya. Walau ngga sedeket temen-temen yang biasa di upload di sosmed, ada sesuatu yang hilang, kosong bahkan sampai hari ini gua bikin blog ini. Rasanya kaya, gue disadarin lagi tentang "cara kerja dunia yang beda sama cara kerja akhirat".
Di dunia kerja, lu akan dihormati, dihargai ketika lu bisa memimpin, memberikan segalanya, uang, kekuasaan, baru deh orang-orang akan tunduk ke elu, bahkan sampai nyembah ke elu. Tapi, akhirat ngga gitu men, surga terlalu murah buat mereka yang bisa ngebeli semuanya pake uang. surga terlalu mudah bagi mereka yang punya kekuasaan tapi malah disalahgunakan. Cara kerjanya ngga gitu. Ketika ditinggalkan, orang-orang ga akan inget lu pernah berkuasa atas hal apa, pernah mencapai titik mana, bahkan orang bisa lupa, lu siapa. Tapi orang akan inget ketika lu berbuat baik dan menghadirkan waktunya untuk mereka.
Definisi salih dan salihah sesungguhnya. Mengingatkan gua bahwa dunia ini hanya fana, mau sengoyo apapun lo kejar, kalo lo gabisa bangun hubungan yang baik dengan orang lain, ga bisa menjaga ketaqwaan, sama aja menn. sumpah.
Kalo kata ais, kita ga harus cari validasi dari seseorang, kita cari validasinya ke Allah, mau ngga Allah ngakuin ibadah lo itu yang semena-mena? yakin Allah mau ngakuin solat lu yang tergesa-gesa itu? bacaan al quran lu yang amburadul itu? kita kadang terlalu percaya diri bahwa masih ada hari esok. Padahal kita gatau, sama sekali gatau.
Lalu memberikan upaya ala kadarnya bagi hal-hal yang akan menjadi bekal kita di alam kubur. salah, itu sungguh pemikiran yang keliru teman. Semoga bisa saling mengingatkan yaa, semoga bisa saling merangkul bahwa kematian sangat dekat dengan kita.
Bahkan yang meninggal kemarin, adalah ia yang masih meninggalkan komen di instagram. Bahkan yang dicabut nyawanya kemarin, adalah ia yang masih buka whatsapp dan merencanakan meeting malamnya, sungguh, sungguh teman, kematian dekat dengan kita. Jangan sampai terlena dengan dunia dan seisinya. Semoga senantiasa mendekatkan diri kepadaNya. Aamiin
0 notes
Text
Gelisah itu Berdesir di Bawah Aliran Darahku!
akhir-akhir ini malam serasa makin panjang, ada beberapa momen diriku terhentak di tengah tidur, lalu sulit memejamkan mata kembali
bukan lagi persoalan asrama, bukan pula karena tegukan kopiku yang berlebihan di siang hari. Ini karena persimpangan itu semakin dekat. Meninggalkan semua kenyamanan saat ini hanya karena masa depan, terkadang otakku berpikir keras, apakah di depan bahagia? apakah di depan menyenangkan? di depan menjanjikan apa sampai aku berani menuju kesana?
sampai terbesit apa aku HambaNya yang kurang bersyukur? hingga terus menerus mencari kefanaan duniawi ini?
lalu mengucap Astaghfirullahal adziim, memang manusia tempatnya berkeluh kesah, padahal sedikitpun ia tidak tau apa-apa tentang masa depannya yang sudah ditakdirkanNya.
Harapanku, apapun yang akan terjadi kedepannya, semoga merupakan sebaik-baiknya takdir untukku, sebesar-besar manfaat yang bisa diberikan, semaksimal usaha yang bisa ku kerahkan agar menjadi ladang pahala dan hamba terbaikNya aamiin
0 notes
Text
Kita Rayakan Sanak Saudara itu!
dari perempuan yang jarang mendapatkan momen Raya bersama keluarga
hal yang belum pernah ku share sebelumnya yaitu sejujurnya momen lebaran bersama keluarga tahun ini adalah momen yang paling ku nantikan dan mengalahkan opsi lainnya.
Maksudnya da?
jadi sebenarnya sejak memutuskan resign akhir Desember lalu, ada kebimbangan hati, meski dari awal sudah mantap akan berganti tempat kerja namun dalam pertengahan diskusi bersama kepala ruangan saat itu, tercipta pilihan lain yang cukup berat. Beliau menawarkan.. bagaimana jika kontrak ku diubah dari awalnya per tahun, menjadi per 3 bulan saja?
Menarik? tentu! selain bisa mendapat income, terbebas dari pinalty, ditambah juga akan dapat THR. semakin menyala tabunganku.
Lantas, aku berpikir dan mempertimbangkan segala yang berkecamuk di kepala. Menanyakan kembali visi misi dan tujuan hidup, menilik lagi apa yang sudah dilewati kemarin. Lalu mendapati evaluasi terbesar ku tahun kemarin adalah terkait mutabaah yaumiahku. Sangat compang-camping. Kemudian diriku menyesal setelahnya, merasa Ramadhan tahun kemarin sangat tergopoh-gopoh dijalankan sembari bekerja. Banyak hal yang harusnya bisa dimaksimalkan saat bulan itu, justru terlewat begitu saja.
Termasuk, momen lebaran bersama keluarga. Lenyap. Rasanya ada hal yang tidak bisa dinominalkan dengan uang, ada rasa jauh dari lubuk hati yang disesalkan, ada momen yang ketika dilewatkan rasanya sayang seribu sayang. ((meski tidak mengecilkan mereka yang berkonsekuensi untuk tidak pulang kampung saat lebaran, kerenn, super proud!)
tapi bagiku, setiap waktu yang berjalan adalah kesempatan untuk dimaknai perjalanannya, kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kesempatan menyulam tambal hal hal yang sebelumnya perlu perbaikan.
Akhirnya, singkat cerita aku menolak pilihan itu. dengan dalih selain ingin berkumpul keluarga saat lebaran, terbesit keinginan untuk memaksimalkan bulan-bulan ini untuk melakukan hal yang kemarin belum sempat.
Lalu ku tebus dengan janji diri sendiri agar terus berupaya memaknai waktu yang diberikan. ku tebus malam-malam yang kemarin ku pakai tidur dengan berdua-duaan dengan Rabbku, ku tebus segala ucapan serapah tak bermakna dengan lantunan ayat AlQur'annya, ku bayar tuntas segala sarana silaturahmi yang kemarin banyak mangkirnya.
Memang benar, sekecil apapun perjuangan, pasti harus ada yang dikorbankan. Kini, tidak ada lagi malam suntuk yang dihabiskan untuk bekerja, tidak ada lagi tarawih yang sesempatnya, semua terasa lebih longgar. meski belum tahu tahun depan akan seperti apa tantangannya. yang jelas, Aku sangat bersyukur bisa merasakan dan memaknai momen-momen yang ada.
Bahkan sesederhana melakukan hal yang belum pernah ku lakukan seperti naik LRT, mengurus asuransi kesehatan karyawan kantor, main gamee (xixi) , (kembali) bisa karaokean dan mengisi beberapa acara. merasa fulfilled! semoga meski kedepannya mungkin nggak semudah sekarang, tapi diriku masih bisa memaknai hal-hal kecil yang terjadi pada prosesnya yaaa^^
0 notes
Text
Perempuan yang haid di 10 hari terakhir Ramadhan itu adalah aku!
kisah pencarian Jiwa yang Tenang di tengah Tarawih pasca haid-ku
Meski sejujurnya kita sudah bisa mengira-ngira kapan jadwal mens itu akan datang, tapi saat datangnya di 10 hari terakhir ada juga rasa sedihnya. Beberapa malam diriku hanya bisa melihat teman-teman yang itikaf dan bermesra-mesra dengan Allah, namun karena tidak ingin mengendurkan upaya, diriku bersikeras untuk bisa memaksimalkan amalan2 lainnya yang bisa dikerjakan.
Hari ini haid ku selesai, senang dan menggebu-nggebu rasanya, layaknya kuda pacu yang baru saja dilepas pembatas startnya. Diriku bergegas melaksanakan shalat tarawih, hari ini malam ke 24. Walau tidak sempat kebagian malam 21 22 23, tapi aku tidak mau kalah. Aku berupaya untuk bisa menjadi HambaNya yang berupaya itu!
Shalat Tarawih berjalan seperti biasanya, hingga tiba di rakaat ke-6, hatiku terenyuh. Surah Favoritku ternyata dibacakan oleh Imam. Surah Al-Fajr. Surah ini punya cerita sendiri bagi ku, dulu Surah ini menemaniku tercadel2 untuk menghafalnya. Meski bukan Surah yang terlalu panjang, tapi Surah ini menjadi saksi bagaimana diriku tergopoh-gopoh menjalankan agenda RK dan bekerja sehari petang saat Covid-19. Diriku hampir putus ada saat itu, namun seperti artinya "Demi waktu subuh/fajr" . Surah ini benar seperti waktu subuh yang menyapa dan menerangi hatiku saat terlalu gelap dan melekat pada Dunia.
Air mataku tidak terasa menetes, sembari mendengarkan Imam membacakannya dengan suara yang syahdu. Bacaannya dibagi menjadi 3 rakaat karena mungkin terlalu panjang bagi makmum. Tapi setiap ayatnya membawaku ke dalam kontemplasi ingatan yang menamparku. Kini, aku kehilangan tiap bait ingatan ayatnya. Miris, sedih, hatiku terluka, lalu kembali teringat dosa-dosaku yang membuatku kehilangan memori ayat Surah ini.
Kadang kita terlalu duniawi, lebih tepatnya aku yang terlalu duniawi. hal yang hilang di dunia rasanya begituuu menyedihkan, diulang2 dan diceritakan ke teman betapa sesuatu itu menyakitkan. Lalu, ketika aku kehilangan ingatan hafalan, seperti tidak terjadi apa-apa. Melenggang begitu saja menjalani dunia beserta kenikmataNya. Astaghfirullohaladziim, Aku malu yaAllah, Aku malu atas segala dosa yang diperbuat hingga Kau cabut nikmat hafalanku😢���😭
Dosa apa yang ku buat hingga Kau tak perkenankan Surah ini menempel di otakku😭 Isi pikiran yang mana yang membuat Kau tak sudi daya ingatku mengingat Surah ini. Air mataku terus menerus menetes, lantunan surah al fajr kembali membawa nostalgia ku dulu, saat aku berusaha mengalun tiap ayatnya. Tangisku pecah saat memasuki ayat ke 27-28
Yaaa ayyatuhan nafsul mutma 'innah, Irji'iii ilaa Rabbiki raadiyatam mardiyyah
yang artinya: "Wahai Jiwa yang Tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya."
Rasanya ditampar dengan kenyataan, tersungkur, terperdaya malu, seketika Aku ingin kembali kepadaMu yaAllah, Aku ingin kembali merasakan nikmatnya dekat denganMu, segala hal yang bersifat duniawi ini rasanya berat jika ku pikul semua bebannya di pundakku. Aku butuh Engkau yaAllah😣😣😖😖😖😖
Rakaat pun selesai, aku berusaha mengusap air mata itu. Rasanya tarawih pertamaku setelah beberapa haid kemarin penuh makna dan menyentuh. Aku serasa diingatkan, diajak kembali, dirangkul lagi untuk dekat denganNya terlebih di 10 hari terakhir Ramadhan ini.
Yaallah, semoga Hamba termasuk ke dalam Hamba yang engkau Ridhoi mendapatkan laylatul qadr itu, YaAllah bantu hamba yaAllah, semoga bisa terus mengupayakan yang terbaik di malam-malam yang engkau hadir disepertiganya. Aamiinn🙏🏻🙏🏻🩵
0 notes
Text
Hidupku emang Kocak dan Unpredictable!
jodoh dengan Juicy Luicy yang ke-dua kali
Sore ini setelah kerjaan kantor selesai, aku keluar memandang awan. Setelah diguyur hujan di tengah hari, bau tanah yang basah dan embun tetesan dedaunan masih bisa ku rasakan. Aku bergumam dengan temanku, "sepertinya enak kalau kita jogging? lagian katanya jogging di waktu mendekati buka bagus loh, bisa bakar lemak lebih turbo!"
temanku mengiyakan, dia memang sudah sering menemani ku jogging re: jalan, meski kadang kalau di puteran Rotunda dia hanya memandangku di tepian, ngadem di bawah pohon sambil belagak seperti pelatih yang menghitungi jumlah putaranku.
"Yuk gas" kata temanku, tak lama aku pun berganti baju, setelan jaket dan training andalan, tak lupa sepatu Nike Run-ku yang tak pernah terpakai sesuai fungsinya, karena dipakai hanya walking to the moon. (judul lagu itumah da) HAHA, oke next
sampainya di area jogging, aku melihat ada sekawanan motor parkir di dekat Balairung, alih-alih biasanya ku parkir di Masjid UI, aku tergoda untuk parkir disana, karena jelas akan lebih dekat dan nggak riweh berbelok2. Akhirnya aku menepi, temanku sempat menolak, karena kita belum pernah parkir disitu, tapi karna jiwa mental coba-cobaku meronta, kita coba saja dulu.
Akhirnya kita parkir disana, Kita terheran karena pelataran balairung ramai tak seperti biasanya. Ada banyak stand dan kaka-kaka panitia yang entah sibuk warawiri di tengah. Temanku nyeletuk "Aih, hari ini kan ada Uan Juicy Luicy Da!"
Mataku berbinar, bergegas aku mencari gate masuk ke dalam acaranya. Pikirku pendek, meski belum punya tiket, semoga ada yang jual On The Spot. lalu kita mengikuti antrean, belagak sudah siap menjadi penonton tapi meragu saat ada pengecekkan tiket.
Karena kami si-empunya UI (hahaha), kita putar otak untuk mencari jalan masuk lain, dan Yapp kita menemukan tangga menuju tribun atas. Masih sama, dengan gaya santainya, kita mengikuti alur. Sampai di pintu masuk tribun, ku pandangi orang2 sebelumku, apakah ada pengecekkan tiket?
lalu ku berpura-pura menelpon teman, agar pengintaian ku tak kasat mata HAHA, temanku sudah terbiasa melihat perangai gilaku, ia hanya mengekor ku dari belakang. Ternyata tidak ada pengecekkan tiket untuk area tribun gais!!
setelah dirasa aman, kita melanjutkan langkah, dan memilih seat strategis. dan yaaa, nonton Juicy Luicy ini GRRRRRAATIIIIS. Ku urungkan niat jogging, semoga suaraku yang melengking sama persis dengan kalori yang terbakar saat ku jogging🤣🤣🤣
sekian cerita mendadak kita hari ini, dari aku yang emang suka spontanitas dan hal unpredictable lainnya😊🤝
0 notes
Text
Letupan Prestasi
Para bedebah itu perlahan mulai mengepakkan sayapnya.
Dulu kita berangkat dari keadaan yang masih sama-sama udik, berusaha menggantungkan keberuntungan di ibu kota ini. Terkadang terhuyung mengikuti euforia kota, lalu tersadar bahwa diri ini bagian dari harapan keluarga. Menjadi dewasa merupakan bagian hidup paling misterius, hari ini bisa saja fancy dinner di steak gyukaku lalu besoknya tidak tau harus makan telor ceplok atau dadar. se-ironis itu
Lalu di tengah proses penjemputan mimpi itu, kita berusaha menemukan kesamaan dengan kelompok, berikrar untuk terus support dan membersamai dalam suatu kondisi -yang kemudian dinamai Peer. Mengenal, berinteraksi, merajut asa hingga tak jarang berjumpa pada persimpangan, menuju mimpinya masing-masing. Temanku tidak banyak, hanya itu-itu saja, alih-alih menjadi social butterfly aku malah kelimpungan untuk terus bisa maintenance pertemanan ini.
Terkadang selaras, tapi tak jarang beradu pikiran hingga tengah malam. Tapi tidak pernah ada niatan untuk meninggalkan. Hingga satu persatu mulai menggenggam keinginannya masing. Satu orang mulai paham bagaimana rencana pernikahan impiannya akan terwujud, mengambil peran sebagai istri dan menjalin kehidupan di pulau Bali bersama suami tercinta. Satu orang lainnya mulai tak ragu untuk menapakkan harapan agar terus bisa melanjutkan pendidikan, mengesampingkan urusan asmara yang tak kunjung kelar dan bersedia memperpanjang status rantaunya di Pulau Jawa.
Sedangkan aku, masih menjalani hal-hal yang kadang tidak sesuai dengan rencana awal. Tapi tak apa, segala sesuatu yang berjalan dalam kehidupan dan membawa ke arah yang lebih baik kita namai saja kemajuan.
Rasanya terharu melihat mereka yang mulai mengepakkan sayapnya, ada yang mulai menjalani hari-hari sebagai Dosen, bahkan orang yang selama ini menjadi panutan saat bekerja juga mendapat jabatan baru sebagai Dekan, bukti bahwa hidup terus berjalan dan menempatkan kita pada posisi-posisi tak terduga.
Pesannya, apapun perubahannya, selama menuju kebaikan adalah suatu progress yang harus diapresiasi. Fitrah manusia memang terus bergerak, layaknya air yang akan keruh jika hanya berdiam pada kubangan. Sedangkan, menjadi jernih dan penghidupan ketika mengalir dan bergerak. Semangat selalu Alda dan teman-temanku, segala sesuatu yang terjadi adalah bagian hidup paling indah dan akan mewarnai proses pendewasaanmu.
1 note
·
View note
Text
Pola Pikir Manusia
Kadang suka bingung ya kalau ngertiin sikap dan perilaku seseorang?
Ya jawabannya karena mereka manusia, kadang suka bingung.. kok dia gini ya ke gue? kok dia sikapnya gitu sih? kok dia berubah?
lalu muncul pertanyaan mematikan: "emang gue salahnya apa?" "gue kurang dimana ya?" seolah-olah penyebab dia pergi adalah kita. Ya walau ngga sepenuhnya salah, tapi pikiran-pikiran seperti itu menguras energi kita banget. Padahal dia yang pergi, dia yang ninggalin kita, dia sendiri yang mungkin pikirannya berkecamuk sampai akhirnya mengambil keputusan itu?
kok kita yang repot? jawaban paling bisa dimaklumi ya karena dia MANUSIA. bisa seenaknya, bisa mengecewakan, bisa bikin sedih dan termasuk bisa ngilang gitu aja. Kita ngga pernah tau apa isi pikiran seseorang, selagi kita makhluk sosial yang bakal butuh orang lain dalam hidup kita, ya mau ngga mau, suka ngga suka akan menghadapi berbagai perangai sikap manusia yang seperti itu.
Yang bisa kita usahakan adalah sikap kita, respon kita dan apa yang akan kita lakukan pada saat mengalami fase itu. Hal-hal yang bisa kita kontrol sendiri dan bisa kita lakuin ya tadi, daripada terus menerus bertanya yang tidak ada ujungnya, lebih baik memikirkan WHAT'S NEXT BRUHH??
oke dia pergi, ttt tapii gue bisa:
- Upgrade diri dengan self care
- Hang out sama temen-temen, jalin silaturahmi, dapet insight dari cerita-cerita mereka
- susun lagi mimpi dan impian, buat realistic plannya
- kalo lagi kepikiran, ya nangis boleh kok alda, tapi jangan sampai terlarut pada perasaan yang nggak jelas itu, lagian PR kita sebagai manusia dan hamba Allah masihh buanyaakk banget, ya ibadah ya khalifah, ya anak yang berbakti kepada orang tua, hablum minannasnya juga
WOW banyak yaaa bun.
kadang gue juga bertanya-tanya , kalau ujungnya ngilang kenapa Allah datengin dia ke hidup kita ya? terus gua nemu jawaban paling ciamiknya, yaitu ada pelajaran yang hanya bisa didapat dari rasa sakit dan kecewa, ada pelajaran yang kita bisa nangkep setelah disakitin dulu baru kita ngerti, AlQuran diturunkan ngga cuma tulisan yang dipelajari, tapi juga dialami dan dirasakan, sampai kita bisa ambil hikmah dari suatu peristiwa yang kita alami.
Mungkin dari rasa sakit itu kita belajar untuk tidak menaruh harapan pada orang lain, mungkin dari rasa kecewa itu kita belajar bagaimana bersikap dan membangun relasi dengan orang lain, mengolah hati dan fitrahnya perasaan cinta - ceilahhh sa ae lu da
dann masih banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari rasa sakit dan kehilangan ini. intinya apapun dinamika kehidupan yang terjadi, nggak lepas dari kehendakNya dan terdapat suatu pelajaran dibaliknya.
Semangat belajar di fase kehidupan lainnya yaa, Hamasah!
5 notes
·
View notes