asdasdidi
asdasdidi
.Little Miss Sunset.
15 posts
Don't wanna be here? Send us removal request.
asdasdidi · 3 years ago
Text
Tumblr media
Here’s to the girl who doesn’t give a damn ‘bout anything but cares too much at the same time. Here’s to the broken girl with so much love to give but doesn’t know how to love, yet by the end of the day she still stand up and stay true to her ground. ∞♡
2 notes · View notes
asdasdidi · 4 years ago
Text
Dan ketika aku mencinta, semuanya menjadi abu. Tapi disanalah maknanya. Bisa jadi semua ini realita yang harus dijalani. Karena pada akhirnya, segala pergerakan manusia dijalani sesuai takdir sang Kuasa. Kita sebagai manusia, hanya bisa belajar terus menerus caranya mengikuti jalanNya dengan amanah.
Tuhan, apapun hasil akhirnya, aku berdoa semoga ini jalan terbaik yang engkau berikan terhadapku. Terima kasih sudah membuatku menjadi manusia yang kuat dan bijaksana seiring waktu.
1 note · View note
asdasdidi · 4 years ago
Text
Jika Tuhan memang berjanji untuk selalu mengabulkan permintaan hambaNya, mengapa setelah ribuan kiriman doa dan keyakinan yang abu, kenyataan tak berbanding lurus dengan harapan?
6 notes · View notes
asdasdidi · 4 years ago
Photo
Tumblr media
by closefriendsfabricio
42K notes · View notes
asdasdidi · 4 years ago
Text
Tumblr media
8K notes · View notes
asdasdidi · 4 years ago
Photo
Tumblr media
55K notes · View notes
asdasdidi · 4 years ago
Text
Lima belas juli.
Pukul 4.47 pagi. Gelap. Gelisah. Geram. Banyak sekali rasanya yang berlari di pikiran.
Kecemasan. Kerinduan. Kesepian. Semua elemen yang mengubah energi manusia menjadi negatif, sementara singgah sebentar di hari yang seharusnya, bahagiaku.
Rasanya cukup pedih harus merayakan ulang tahun sendiri, jauh dari rumah dan teman. Sedikit gak menyangka bakal pecah juga tangis kelemahan ini. Aku kira aku kuat.
Risaunya lagi, ketika aku sadar umurku bertambah dan masih belum bisa memberi amal kebaikan atau ilmu. Sungguh. Sangat malu. Hidupku tanpa sengaja berputar seperti roda.
Ngeri kecil ketika sesekali merasa putus asa. Tapi yakin manusia kecil ini akan bangga dengan dirinya sendiri sepuluh tahun lagi ketika membaca ini. Karena dirinya tau ketika semua orang berkicau dan meragukannya, hanya diri dia sendiri yang bisa melihat bahwa niatnya selalu baik.
Tuhan, terima kasih sudah memperbolehkan hidupku lebih lama di dunia. Terimakasih atas segala nikmat dan terjalnya dunia. Aku masih ingin percaya bahwa akan ada waktu dimana hidup terasa lebih bermakna.
Selamat ulang tahun,
Adzra.
I am proud of you.
0 notes
asdasdidi · 5 years ago
Text
Tumblr media Tumblr media
41K notes · View notes
asdasdidi · 5 years ago
Text
Capek, sesek, ngerasa bodoh, air mata pun udah gak bisa keluar. Terlalu banyak kekecewaan yang gue lewati hari ini. Rasanya bener-bener gak wajar dan melewati kapasitas.
Entah sampai kapan harus merasa kecewa kayak gini. Sejujurnya masalahnya nggak seberapa, tapi efeknya luar biasa. Mungkin masalah ini bisa disepelein, tapi engga.
1 note · View note
asdasdidi · 5 years ago
Text
Tumblr media Tumblr media Tumblr media
One beautiful day
6 notes · View notes
asdasdidi · 5 years ago
Photo
Tumblr media
33K notes · View notes
asdasdidi · 5 years ago
Photo
Gives me vibes, feeling beautifully nostalgic. Simply love this for no exact reason.
Tumblr media Tumblr media
260K notes · View notes
asdasdidi · 5 years ago
Text
03/05/2020
Tidak kok, tidak ada yang istimewa di hari ini. Namun hanya sedikit merasa harus mencurahakan perasaan saja.
Sebelumnya, kalau dipikir-pikir, waktu cepet banget ya berlalunya? Terakhir nulis 3 tahun lalu dengan membawa luka yang sangat dalam, lalu sekarang kembali ke wadah yang sama, membawa luka yang sama.
Namun bersyukurnya, aku bebas dari keraguan disini. Ironis rasanya ketika aku sadar bahwa ternyata aku tidak punya siapapun untuk berteduh, selain disini.
Oh iya, harus dicatat bahwa Bumi sedang sangat berduka tahun ini, dimulai dari pandemi dunia, protes rasisme, ataupun krisis ekonomi. Sudah kurang lebih 3 bulan kita mendekap dirumah untuk menyelamatkan nyawa-nyawa lain. Bisa dibilang, kejadian ini sangat nggak masuk akal, di tahun yang semua serba ada dan serba bisa. Tapi kita optimis kalau ini akan segera berlalu. Ya, sedikitnya itulah ringkasan sedikit mengenai setengah tahun di dua ribu dua puluh.
Hari ini, menjalankan aktivitas dalam rumah seperti biasa, semua tampak membaik saja. Hingga suatu di tengah hari, entah darimana datangnya itupun, pikiranku tertampar. Sejujurnya susah untuk dideskripsikan, tapi intinya, I realized my life was a lie.
Banyak sekali tahun ini rasanya toxic traits dari energi manusia lain yang bikin kehilangan arah diri sendiri. Antara terlalu bodoh atau terlalu naif, selama ini aku selalu berfikir selalu ada, setidaknya rasa empati di setiap manusia, mau se-jahat apapun itu. Tapi aku salah, ternyata ada manusia yang kehilangan rasa tega. Entah sudah berapa banyak energi dan pengorbanan yang ku kuras dan aku sama sekali tidak mendapatkan hal yang sepantasnya sama.
Aku sudah dimanipulasi, dibohongi, disepelekan, dimanfaatkan, dijatuhkan, dan dikecewakan berangsur-angsur tidak hanya oleh satu orang, tapi lebih.
2 notes · View notes
asdasdidi · 7 years ago
Text
Akhir.
Aku berhasil.
Berakhir sudah, seharusnya, siksaanku. Berakhir sudah, seharusnya, tangis malam yang harus kunikmati sendiri. Berakhir sudah, seharusnya, rasa sakit yang berkepanjangan ini.
Seharusnya.
Tetapi kadang ekspetasi tak mau bersahabat dengan kenyataan. Mau seberdarah apapun jiwa ini, mengapa kemarahan sulit untuk berontak dan kesedihanlah yang menjadi juara? Sudah cukup rasa sakit menyatu selama ini, tapi mengapa ketika kurelakan, sakit masih terjebak didalam duniaku? Sudah cukup, sungguh sudah cukup, aku tak sebaja itu.
Tak perlu strategi cerdasmu itu, atau segala macam usaha licik untuk membuatku tidak bahagia, karena hanya dengan mengingat betapa banyak luka yang kau goreskan, aku sudah seutuhnya hancur. Aku yang disini berjuang mati-matian untuk kembali normal, malah dibuat korban. Seolah akulah manusia terjahat karena telah meninggalkan. Tolong, bangun. Bisa gila aku dibuatmu. Tak terbayang berapa banyak hempasan verbal dan fisik lagi yang harus kutelan jika aku masih mempertahankanmu hingga detik ini. 
Kamu hebat. Sangat paham bagaimana caranya menghancurkan hidup insan dalam hitungan singkat. Selamat, kamu berhasil melakukannya dengan sempurna, setidaknya untuk saat ini. Tapi tak tau esok bagaimana. 
2 notes · View notes
asdasdidi · 8 years ago
Text
Hidup Hanya Sesingkat Pagi dan Sore
Ucapmu.
Bahwa benar, waktu berjalan dengan cepatnya hingga tak terasa, beribu metamorfosa kehidupan telah kita jalani. Apa arti waktu selama ini? Yakinkah setiap detik yang berlalu bisa dijadikan hikmah atau hanya terbuang sia-sia? Satu minggu, satu bulan, satu tahun bersamamu, mungkin belum lah pertanyaan ini menjadi patokan diantara kita. Namun, apa jadinya? Lihat kita sekarang. Terlalu sibuk menyalahkan "kemana waktu pergi".
Lalu satu persatu, akar yang lain pun muncul, mulai mempertanyakan tujuan dibalik semua ini. Memang, kita terlalu memutarkan hal-hal yang sepatutnya mudah; namun tanpa sebuah keraguan yang luar biasa ini, bagaimana cara kita mengetahui keputusan terbaik? Paham bahwasanya tidak akan ada insan yang yakin betul akan jalan hidupnya, hanya ada pasrah dan usaha yang berperan sebagai elemen terkuat.
Dibalik semua kegelisahan yang ada, hanya tersirat satu alasanku untuk bertahan; cinta. Tak peduli kalian bilang basi atau klise, namun perasaan yang takkan pernah bisa dipaksa ataupun dibuat-buat ini mampu mengalahkan segalanya; mampu menumbuhkan rasa kepercayaan, mampu merelakan hal-hal yang tak pernah kita sangka, bahkan hingga tahap rela menyampingkan ego sendiri. yang rela menyerahkan diri sepenuhnya, seutuhnya tanpa keraguan apapun, walau pada akhirnya hanya menghasilkan luka.
Hidup hanya Sesingkat Pagi dan Sore, Ucapmu.
Begitu juga dengan semua pergorbanan yang telah engkau perjuangkan.
0 notes