awesomeviewofeyes
awesomeviewofeyes
Tanpa judul
16 posts
Don't wanna be here? Send us removal request.
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Analisis Perkembangan Ekonomi di Jawa Timur 2019
Pulau jawa merupakan pusat perekonomian di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di pulau jawa bisa dikatakan yang paling maju diantara pulau-pulau lainnya. Salah satu indikator untuk mengetahui kondisi pertumbuhan perekonomian suatu daerah dalam suatu periode tertentu adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.  Salah satu provinsi yang menyumbang perekonomian yang cukup besar untuk Indonesia adalah Jawa Timur. Provinsi yang beribu kota di Surabaya ini memiliki 29 kabupaten dan 9 kota serta 666 kecamatan, dan 8.501 desa/kelurahan (BPS,2020). Provinsi Jawa Timur merupakan pusat kegiatan ekonomi sekaligus pintu gerbang aktivitas ekonomi bagi penduduk Indonesia bagian timur yang selanjutnya akan didistribusikan ke seluruh wilayah di pulau Jawa. Jawa Timur merupakan penyumbang produk domestik bruto nasional ke dua setelah DKI Jakarta dengan nilai hampir 15 persen.
Produk domestik regional bruto Jawa Timur atas dasar harga berlaku tahun 2019 mencapai Rp 2.352,43 triliun dan atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp. 1.650,14 triliun. Pertumbuhan ini mencapai 5,52 persen lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang hanya 5,02 persen. Kategori Industri Pengolahan masih memiliki peran yang paling besar terhadap struktur ekonomi dalam periode 2015-2019 di setiap triwulan dengan rata-rata setiap triwulan adalah 29,46 persen. Selanjutnya diikuti oleh Kategori Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan masing-masing distribusi sebesar 18,01 persen dan 12,65 persen.
Metode Tipologi Klassen digunakan untuk mengetahui pengelompokkan daerah menurut struktur pertumbuhannya. Matrix Klassen membagi kuadran menjadi 4 kelompok daerah dengan menggunakan laju pertumbuhan dan pendapatan perkapita sebagai indikator. Kuadran I merupakan daerah maju dan cepat tumbuh, kuadran II merupakan daerah maju tapi tertekan, kuadran III merupakan daerah berkembang cepat, dan kuadran IV merupakan daerah relatif tertinggal.
Dari hasil Tipologi Klassen, tidak ada kabupaten/kota yang termasuk pada daerah cepat maju dan cepat tumbuh. Kota Kediri masuk ke dalam kuadran II dengan klasifikasi wilayah maju tapi tertekan dimana pendapatan perkapita daerah (260,516) lebih besar dibandingkan dengan pendapatan perkapita provinsi (34,273) dan pertumbuhan ekonomi (5,36) lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi provinsi (5,44). Pada kuadran  III tidak ada kabupaten/kota yang termasuk sebagai daerah berkembang cepat. Selanjutnya yang terakhir terdapat empat kabupaten yang merupakan daerah relatif tertinggal yaitu Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Kediri.
Untuk mengetahui lapangan usaha yang merupakan basis dan non basis, juga sektor unggulan, andalan, dan prospektif dan kurang prospektif digunakan Analisis Location Quotient (LQ). Suatu sektor dapat dikatakan unggulan jika nilai LQ > 1, jika nilai LQ=1 itu menunjukkan peranan suatu sektor di suatu wilayah setara dengan peranan sektor di wilayah yang bersangkutan, dan jika nilai LQ<1 suatu sektor tidak mempunyai peran ekspor tetapi justru mendatangkan impor dari wilayah lain.
Lima kabupaten/kota yang merupakan hasil analisis Location Quotient (LQ) tertinggi adalah Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Tulungagung. Kota Kediri menyumbang kontribusi sebesar 78-80 persen dengan industri tembakau sebagai penguat ekonomi pasar. Sedangkan Kabupaten Tulungagung memiliki kontribusi terendah dengan basis tertinggi pada sektor jasa kesehatan dengan kontribusi sebesar 2,8 sampai 3,0 persen.
0 notes
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Bismillah..
Tadi pagi dapet nasehat yang uwadidaw sekaliii.. jadi ingin share~ semoga bisa menjadi nasehat buat kita semua yha.. terkhusus diriku pribadi :")
Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media
Sebenernya ngga hanya untuk perempuan ya, laki-laki pun sama. Karena emang hidup itu ya harus belajar terus.. belajar sepanjang hayat!
Semoga Allaah mudahkan yha.. Semangat belajar dan selamat bertumbuh!
Barakallahu fiikum..
Terima kasih Mbak Lola yang sudah menulis.. semoga Allaah menjaga beliau.. aamiin.
661 notes · View notes
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Jika ingin berbahagia, perbanyakkan mendengar, kurangi bicara, senyum selalu, seringlah tertawa, mencintai dengan setia, kuasai hasrat untuk marah, cepatlah memaafkan dan bersyukur atas yang telah kau miliki..
99 notes · View notes
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Menilai seseorang yang baik, bukan dari postingan di media sosialnya.
Karna mungkin seseorang tak pernah update status tentang kebaikan, apalagi nasehat-nasehat dalam agama lalu kita menganggap ia bukan orang yang baik.
Bisa jadi orang tersebut sedang mati-matian menyembunyikan segala amal baiknya. Supaya hanya penduduk langit yang tau, tak perlulah penduduk bumi juga tau.
Tapi di media sosial, memang banyak pula yang tulus membagikan tulisan tentang nasehat agama, karna ia mengerti bahwa nilai baik seharusnya ditebarkan seluas-luasnya kepada semua manusia.
Silakan pilih cara mana yang menurutmu baik. Tapi ingat, jangan nilai hitam putih seseorang hanya dari media sosialnya saja.
Karna setauku banyak sekali contoh manusia yang ingin menutupi keburukan yang dilakukan, kemudian mencitrakan baik di media sosialnya. Serta banyak pula yang akhlak dan agamanya sungguh baik,tetapi justru ingin dilihat sebagai orang yang biasa-biasa saja.
354 notes · View notes
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Tumblr media
Nona dan Tuan,
Jangan hanya berpikir bahwa kamu sedang berusaha sendirian.
Kita tak pernah tahu bahwa di belahan dunia ini mungkin ada seseorang yang sungguh-sungguh berdoa minta dikuatkan.
Minta diberikan kaki yang tak lelah mengayuh doa dan harapan
Agar segera dipertemukan dengan kalian.
Nona dan Tuan,
Aku pun paham menunggu bukan satu hal yang menyenangkan.
Tapi, biarkan kita menunggu kejutan dari Tuhan.
Siapkan diri kalian,
Sebentar lagi kayuhan doa mereka akan segera Tuhan kabulkan.
Mari sabar dalam penantian :)
49 notes · View notes
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Aku dan TPKI  : Sibuk atau Produktif?
Kalian pernah ga ngebayangin dapat matakuliah dengan sks paling sedikit tapi paling banyak tugasnya?
Ga terasa udah pertemuan terakhir aja nih untuk mata kuliah Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Matakuliah inilah yang mencetus tulisan-tulisan yang ada di blog ini. Mulai dari tema yang ditentukan sampai isi hati yang tertuangkan.
Dari kecil aku ga pernah suka yang namanya menulis bahkan sampai sekarang. Tapi dalam hati ingin sekali seperti orang-orang yang pandai berbicara di media karena suka membaca dan menulis. Memang susah jika pembiasaan itu dimulai dari sejak kita dewasa. Butuh effort yang kuat.tapi bukan berarti tidak bisa.  Menjadi orang yang banyak wawasan itu enak, asyik diajak ngobrol, dan tidak membosankan. Seperti contohnya Najwa Shihab, yang diajak ngobrol tentang apa saja, obrolannya tetap nyambung.
Yang teringat tentang dosen TPKI adalah  Mbak Najwa. Selalu menarik saat memaparkan materi di depan kelas dan bikin otak berpikir karena tegang takut ditanya-tanya. Apapun isu pasti menarik bagi beliau (Ibu dosen). Semangat beliau begitu menular saat kita melihat beliau berbicara.
Selama satu semester belajar TPKI ada perasaan tertekan dengan tugas yang ada. Bukan banyak sih, tapi bayangin aja ketika kalian disuruh mengerjakan apa yang kalian tidak sukai pasti cepat jenuh dan ingin berhenti. Dalam pikiran ‘kenapa sih di dunia ada pelajaran kayak gini?’. Ha..ha..ha..
Waktu itu Ibu dosen menyuruh membuat tulisan tentang pengalaman yang paling emosional dalam hidupku. Aku menulis tentang perjalanan hidup dan perjuangan selama masa sekolah sampai dapat kampus yang diimpikan banyak orang. Di sana aku belajar bagaimana menulis agar sampai ke pembaca. Untuk membuat alur cerita yang menarik dan mengena di hati pembaca itu memang harus dari hati.
Tulisanku tentang perjalanan hidup dibaca oleh beberpa teman. Mereka bilang ‘de kamu harus tanggung jawab karena sudah buat aku nangis baca tulisanmu’. Disitu aku senang sekali karena merasa dihargai. Itu salah satu karya yang sangat simpel dan membuat bahagia. Dari situ aku sadar kalau menulis itu seru. Ternyata produktif juga ya hehe
Tapi…
Kalau tulisan TPKI itu butuh pemikiran yang fokus buat ngerjain penelitian-penelitiannya jadi ga semudah buat cerita curhatan hehe..
Meskipun ngerasa terbebani dan seakan-akan terpaksa menulis tapi sangat terasa manfaatnya. Sekarang aku udah punya gambaran akan sesibuk dan seberat apa nanti ketika tingkat akhir. Jadi sudah tau akan memanajemen waktu seperti apa.
Terimakasih untuk Ibu Siska yang sudah memberikan pengalaman berharga. Ini adalah pengalaman yang sangat bermanfaat untuk menyusun tugas akhir nanti.
0 notes
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Si Pandemi Merawat Bumi
Tahukah kamu bahwa bumi sedang ‘sakit’?
Yaa.. semakin hari bumi semakin terluka akibat kita. Satu orang berusaha menyembuhkan tetapi beribu-ribu orang menyakitinya. Seakan-akan Kita tidak memberikan bumi ruang untuk bernafas sedetik saja. Kembali Kita lirik ke belakang, tahun 2018 terjadi gempa bumi besar di bagian tengah Indonesia, kebakaran hutan di Australia yang menyebabkan polusi udara dan juga ribuan satwa mati Dan kehilangan tempat tinggal sejak pertengahan tahun 2019, dan diakhir tahun 2019 sampai hampir pertengahan tahun 2020 bumi digerogoti virus COVID-19 yang penyebarannya dimulai dari Kita Wuhan, China. Bumi sudah tidak sehat,terluka dimana-mana namun tidak ada yang khawatir dengan kesehatannya.
Tahun 2020, virus Corona mulai menyebar ke berbagai negara di semua belahan bumi. Berawal dari hanya satu orang Dan merambat menjangkit banyak orang. Penduduk bumi ketar-ketir khawatir akan terjangkit virus ini. Kita mengunci diri di rumah dan meninggalkan aktifitas yang biasanya dilakukan. Tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh belahan bumi.
Sektor pariwisata menurun drastis, tidak ada manusia kemana-mana. Dunia pendidikan dan dunia kerja dialihkan ke rumah. Tidak Ada perkumpulan. Perekonomian sudah melemah. Banyak toko yang tutup dan persediaan kebutuhan semakin sedikit akibat penutupan akses keluar masuk. Industri banyak yang tidak beroperasi karena mempekerjakan banyak orang akan mengumpulkan masa dan hal itu dilarang. Karyawan terpaksa diliburkan. Sungguh banyak aktifitas yang tertunda oleh pandemi ini.
Sekarang bumi sudah sedikit membaik tanpa perlu sentuhan manusia. Lingkungan kita sudah lebih sehat. Biasanya kita keluar rumah pagi-pagi menggunakan kendaraan yang menyebabkan polusi. Sekarang asap-asap itu sudah hampir tidak Kita produksi karena tertutupi polusi udara. Sudah cerah langit kita dan segar udara yang kita hirup.
Aktifitas berbelanja dan lainnya suah jarang dilakukan. Kita lebih sering menggunakan apa yang ada di rumah yang sudah kita stok Dan sebisa mungkin irit menggunakannnya. Tidka banyak sampah yang kita tumpukkan pada permukaan bumi ini. Hampir semua penduduk bumi membersihkan tempat tinggal dan lingkungannya untuk mencegah segala penyakit.
Halo kita! Kemana saja kita selama ini. Sadarkah kita begitu banyak egois dengan semua yang kita lakukan? Ketika kita diperlakukan tidak nyaman, kita memberontak Dan banyak mengeluh. Begitu pula bumi, tapi bumi tidak bisa berteriak dengan perlakuan yang kita berikan. Bumi hanya diam dan menunggu keajaiban.
Lalu apakah kita tetap diam dan membiarkan pandemi ini yang terus merawat bumi? Jangan!
Tetapalah sehat bumiku! Biarkan pandemi ini pergi dan kita yang merawat bumi sebagai pengganti.
0 notes
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Keputusan
Tumblr media
Setelah ujian tengah semester yang dilaksanakan kampus, kami kuliah seperti biasanya. Namun diminggu pertama jadwal sangat sedikit. Banyak jadwal yang di pending oleh dosen karena sedang mendampingi mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Jogyakarta. Hari Jum’at di minggu pertama setelah UTS adalah pertemuan terakhir kami di kelas untuk belajar bersama. Tak pernah terlintas di pikiran untuk berpisah secepat itu setelah seminggu sebelumnya kami mengadakan malam keakraban yang membuat kami semakin mengenal dan merasakan hangatnya keluarga rantau seperjuangan.
Berita tentang virus yang menggerogoti dunia sudah ada sejak tahun 2019 di China dan Alhamdulillah di Indonesia masih aman. Covid-19 merupakan virus yang sangat cepat menular dari masnusia satu ke manusia lain. Oleh karena itu, setiap orang harus waspada terhadap apapun yang disentuhnya. 
Setelah pengumuman resmi presiden pada tanggal 2 Maret 2020 bahwa terdapat 2 warga negara Indonesia yang terkena virus corona. mendengar hal itu penduduk Indonesia bisa dikatakan ‘panik’. Banyak penduduk yang langsung menyerbu toko, minimarket, dan supermarket untuk membeli masker, hand sanitizer, bahan makanan pokok, dll. Tetapi banyak juga yang santai dan tetap waspada.
Merespon pengumuman presiden tersebut pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk meliburkan kegiatan tatap muka dan menggantinya dengan kegiatan online. Baik pada pendidikan maupun kegiatan masyarakat luas lainnya.
Saya mendapat kabar dari grup whatsup bahwa kampus menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua minggu. Saya tidak berpikir untuk pulang, toh juga hanya dua minggu. Namun, teman depan kamar saya langsung siap-siap untuk pulang keesokan harinya setelah ada pengumuman tersebut. Dia menghasut saya untuk pulang karena tidak ada orang di kos dan sebelum Jakarta semakin parah dan sulit untuk mendapatkan akses apapun. Terdengar seperti keputusan yang salah karena seharusnya kita menjaga lingkungan dan keluarga di kampung tetap sehat karena yang kita ketahui virus ini sangat cepat menyebar.
Hari itu saya bimbang. Namun, dalam pikiran saya, melihat keadaan negara yang sudah terkena dampak virus ini tidak secepat itu bisa sembuh. Butuh berminggu-minggu bahkan sampai sekarang belum terbebas dari virus tersebut. Oleh karna itu, saya meyakinkan diri untuk memutuskan pulang mumpung keadaan masih cukup aman dan belum darurat. Dengan persiapan yang ala kadarnya saya hanya membawa pakaian satu ransel dan beberapa buku untuk belajar di rumah jika sekiranya akan dibutuhkan.
Minggu pertama PJJ, kami diliburkan tapi bukan berarti bisa liburan. Banyak teman-teman lama yang pulang karena belajar daring namun tidak bisa semudah itu bertemu karena saya harus mengisolasi diri dulu selama 14 hari. Sampai di rumah, saya tidak memeluk bahkan mencium tangan orang tua juga tidak. Saya langsung bersih-bersih dan mengganti pakaian untuk menghindari hal negative terjadi.
Pertama kali PJJ saya terlambat mengupload tugas karena materinya harus di dimengerti dahulu sebelum mengerjakan tugasnya sehingga waktunya terlewat. Pengalaman yang berharga dan dapat pelajaran untuk memanage waktu dengan baik.
Saya teringat cerita-cerita lama ibu saya mengenai kehidupannya di masa lalu. Tidak ada internet, belajar mandiri, selalu mencatat penjelasan guru karena tidak ada handphone untuk memotret tulisan di papan tulis. Banyak sekali hikmah dari PJJ ini salah satunya otak selalu diajak berpikir untuk menjawab kebingungan-kebingungan yang terjadi meskipun kadang tidak terpecahkan.
Tetap waspada ya teman-teman. Selalu jaga kebersihan dan jarak dari orang lain. Batasi diri untuk keluar rumah. Dan yang paling penting tetap berdoa untuk kesembuhan bumi kita.
0 notes
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Kesetaraan Gender : Pelecehan terhadap perempuan dibiarkan menjadi budaya Indonesia?
Tumblr media
Kesetaraan Gender merupakan tujuan Sutainable Developmet Goals (SDGs) yang ke-lima. Gender adalah perbedaan peran, atribut, sifat, sikap, dan perilaku yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Dan peran gender terbagi menjadi peran produktif, peran reproduksi serta peran social kemasyarakatan (Kementrian PPPA). Pengertian kesetaraan gender  merujuk kepada suatu keadaan setara antara laki-laki dan perempuan dalam pemenuhan hak dan kewajiban .
Perempuan biasanya dipandang lemah oleh kaum laki-laki. Mereka mengira perempuan tidak dapat mengambil peran besar dalam kehidupan. Sebetulnya hal-hal tersebut harus dihapus dari pemikiran kita. Perempuan itu bisa bermanfaat di banyak hal terutama dalam mendidik generasi dalam keluarganya.
Sudah sangat sering kasus-kasus mengenai pelecehan pada perempuan diberitakan di media sosial baik itu pelecehan oral maupun fisik. Menurut Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan jumlah kasus kekerasan pada perempuan untuk incest (perkosaan oleh orang yang memiliki hubungan darah) masih cukup tinggi dilaporkan pada tahun 2018, mencapai 1071 kasus dalam 1 tahun dan  untuk hubungan seksual dengan cara yang tidak diinginkan dan menyebabkan penderitaan terhadap isteri mencapai 195 kasus pada tahun 2018. Tingginya tingkat pelecehan tersebut menggambarkan bahwa seolah-olah perempuan adalah mainan. Hak perempuan atas perlindungan diri diabaikan.
Dikota-kota besar, seperti Jakarta misalnya. Hal tersebut sudah sangat biasa dan dianggap lumrah. Terlalu bebas bukan? Tidak memandang suku, agama, pekerjaan, bahkan jabatan serta status sosial. Para pelaku terus memakan mangsa.
Apakah kita diam saja? Apakah itu diteruskan menjadi budaya? Tidak!
Lalu apa yang perlu kita lakukan?
Mengajari dan Mendidik
Dua kata tersebut mungkin dikatakan memiliki makna yang sama oleh beberapa orang. Namun keduanya memiliki artinya berbeda. Keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan karakter manusia. Tugas itu bukan di tujukan kepada guru semata. Itu adalah tugas semua pihak terutama orang terdekat yang membersamai setiap hari. Mendidik memiliki arti yang lebih dalam. Menjadikan manusia bisa mengikuti intruksi yang baik itulah mendidik sedangkan mengajari itu menjadikan manusia bisa melakukan sesuatu. Dengan memulai dari kita para manusia terpelajar bisa menerapkan hal tersebut sehingga generasi berikutnya dapat menjadi manusia yang berakhlak. Seperti kata pepatah “belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu dan belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air”, maka harapan besar untuk perbaikan generasi adalah anak-anak yang menjadi PR kita untuk mendidik mereka.
Hukum yang Adil.
Hukum yang adil dan tegas membuat orang takut untuk melakukan kesalahan sehingga perempuan  akan merasa aman dalam beraktivitas. Berdasarkan fakta-fakta yang ada kekerasan semakin meningkat. Indonesia harus lebih memperketat hukum-hukum yang ada sehingga tidak bermunculan pelaku-pelaku baru.
Perempuan Sebaiknya Berpakaian Yang Sopan
Tidak menutup kemungkinan kejahatan atau pelecehan terhadap perempuan datang karena perilaku perempuan sendiri. Berpakaian yang terbuka dan tidak sopan dapat mengundang pelaku untuk tertarik melakukan aksinya. Baik itu kekerasan verbal (siulan, panggilan, seruan, dll) ataupun kekerasan fisik. Maka dari itu menutup badan dengan pakaian yang baik dan sopan dapat mengurangi resiko hal tersebut terjadi.
Perempuan Harus Tegas
Ketika berada di keramaian sebaiknya harus selalu waspada dan berjaga-jaga. Biasanya terjadi pelecehan seperti sentuhan saat berdesak-desakan. Jika hal itu terjadi maka tegur di depan orang banyak dengan tegas dan keras agar dapat efek jera. Jika hal yang dilakukan lebih dari itu maka segera laporkan pelaku ke pihak berwajib. Jangan diam dan menyimpannya sendiri. Itu akan membuat pelaku akan beraksi kembali.
0 notes
awesomeviewofeyes · 5 years ago
Text
Paru-Paru Mengecil, Apakah Lombok Akan Mati?
Tumblr media
Orang bilang lombok itu indah, banyak destinasi, surganya wisata pantai. Banyak orang datang untuk menikmati keindahan tersebut. Akhir-akhir ini lombok menjadi destinasi favorit wisatawan. Pulau ini sudah menjadi perhitungan dunia sebagai tempat wisata lokal dan internasional.
Namun, pertanyaannya apakah keindahan itu terus dirawat?
Konon, Lombok dulu terkenal dengan alamnya yang sejuk dan alami. Banyak pohon dan juga hutan yang masih jauh dari jamahan manusia. Semakin mendunia alam itu semakin sirna.
Sebagian besar penduduk pulau Lombok adalah petani. Petani dominan menanam padi saat musim hujan dan tembakau saat musim kemarau, sisanya adalah tanaman hortikultura. Semakin kesini iklim sudah tidak menentu. Musim hujan yang dulu periodenya dari oktober-april dan musim kemarau dari mei-september sudah tidak teratur. Sekarang musim hujan sudah berkurang periodenya. Lombok semakin panas dan kering. Lalu apa yang terjadi dengan pulau Lombok?
Lombok salah satu penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Perusahaan-perusahaan rokok banyak yang membeli hasil tanaman tembakau para petani. Tembakau yang dibeli adalah yang sudah dikeringkan. Penghasilan petani dari menanam tembakau ini bisa dikatakan sangat besar.
Dampak positif dari penanaman tembakau dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Masyarakat yang dulunya hanya punya rumah sederhana dan sawah, sekarang sudah bisa memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier yang lainnya.
Namun, apakah hal itu berdampak positif bagi lingkungan?
Tumblr media
Nyatanya hal itu tidak membuat lingkungan semakin baik. Sejalan dengan penambahan jumlah penduduk yang semakin banyak permintaan tembakau juga semakin besar. Proses pengeringan tembakau memerlukan tahapan yang cukup panjang dan berat. Ada dua cara mengeringkan tembakau. Petani melakukannya dengan menjemur dan bisa dengan mengoven.
Proses pengovenan dilakukan disebuah bangunan berukuran 4x4 meter dengan tinggi 4 meter. Bahan bakar utamanya adalah kayu bakar. Kayu bakar yang digunakan adalah pohon kopi, mahoni, asam, jambu mete, dan kakao. Pohon asam adalah primadona para petani karena tahan lama dan bara apinya yang lebih panas dari kayu-kayu yang lain sehingga mempermudah proses pengovenan.
Sekitar tahun 2000an di wilayah Lombok Timur dan Lombok Tengah bagian selatan dikelilingi dengan pohon-pohon rindang saat melewati jalanannya. Di kebun-kebun warga juga banyak terdapat pohon asam. Sekarang perbedaannya terlihat sangat jauh. Pohon asam sudah hampir tidak ada lagi ditemui dan jalanan begitu panas dan gersang saat dilewati. Alam sekitar rumah penduduk sudah kering dan tak hidup lagi.
Tak cukup sampai disitu. Meskipun bahan bakar kayu disekitar rumah mereka sudah hampir habis dipangkas. Petani tembakau tetap melanjutkan usahanya. Mereka tetap mencari solusi untuk mendapatkan kayu bakar. Melihat kondisi tersebut membuat beberapa orang berinisiatif untuk menjadi penjual kayu. Pohon-pohon yang sudah tidak produktif di kebun mereka ditebang semua. Bahkan pohon-pohon dikawasan hutan pemerintah juga diambil. Terbukti dengan adanya bekas penebangan disekitaran hutan.
Dalam satu hektar sawah perlu 6-8 kali pengovenan. Satu kali pengovenan dapat menghabiskan kayu sebanyak satu truk. Berarti satu hektar sawah membutuhka 6-8 truk kayu bakar. Lahan pertanian yang akan di oven tembakaunya lebih dari satu hektar bahkan sampai puluhan hektar. Itu akan memnghabiskan banyak kayu bakar. Daerah kaki gunug Rijani yang dulunya lebat sekarang sudah mulai terlihat jarang karena penebangan dimana-mana.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus memperketat aturan dan juga razia terhadap penebang liar. Apabila hal ini terus berlanjut sampai bertahun-tahun ke depan bisa dikatakan Lombok akan kering dan tidak sejuk lagi. Hal ini sangat bertolak belakang dengan tujuan SDG’s yang ke 15 yaitu Melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati. Terbukti dengan keringnya mata air saat musim kemarau, banjir saat hujan deras di bagian hulu, dan sekarang sering terjadi longsor di sekitar kaki gunung Rinjani.
Personil Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak bisa bekerja sendiri. Perlu adanya kerjasama dari petani dan juga masyarakat sekitar. Baik itu preventif maupun dengan menebus kesalahan yang sudah terjadi dengan mengimbangi penebangan dengan cara menggencarkan penanaman kembali pohon-pohon dikawasan hutan maupun kawasan permukiman. Mari tumbuhkan kesadaran untuk memperbesar paru-paru kehidupan kita untuk masa depan yang lebih baik agar lombok tetap indah di segala sisi.
0 notes
awesomeviewofeyes · 6 years ago
Text
Pentingkah Memprioritaskan Edukasi Penduduk Yang Sedikit?
Penduduk merupakan benda hidup yang memiliki jiwa dan emosional yang dapat diaturnya sendiri. Tidak mudah untuk mengontrol penduduk seperti yang kita mau. Perhatian harus teus diberikan jika ingin mengubahnya.
SDGs merupakan pembangunan berkelanjutan yang ditargetkan dapat tercapai pada tahun 2030. SDGs memiliki 17 tujuan. Tidak hanya membangun dunia melalui sumber daya alam dan teknologi tetapi juga manusia-manusia di dalamnya.
Tumblr media
Sumber : lomboktimurkab.bps.go.id (data diolah sendiri)
Dari grafik di atas menunjukkan bahwa penduduk usia produktif di kecamatan Sembalun adalah yang paling rendah. Sebagian besar penduduk Sembalun berprofesi sebagai petani. Komoditi terbanyak yang dihasilkan adalah tanaman hortikultura karena letak geografis yang berada di kaki gunung.
Sedikitnya jumlah penduduk usia produktif tersebut sesuai dengan jumlah penduduk yang tinggal di sana yaitu terendah di antara semua kecamatan. Total penduduk kecamatan Sembalun sebanyak 20.193 jiwa pada tahun 2018.
Luas lahan sawah dan pertanian bukan sawah adalah 3.059 Ha. Komoditi yang ditanam penduduk setempat adalah tomat, cabai besar, bawang merah,dan kubis. Sedangkan untuk buah-buahan ada strawberi. Pemasaran hasil panen masih dijual di pasar di Pulau Lombok saja. Untuk produksi yang berlebih masih belum bisa dicapai.
Berdasarkan data statistik Sembalun Dalam Angka 2019 terdapat 478 penduduk Sembalun yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Itu artinya pengolah lahan yang ada di sana tidak sepenuhnya dilakukan oleh semua penduduk.
Dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak pemerintah dapat memberi perhatian lebih untuk mereka. Yang paling utama adalah pendidikan dan keterampilan. Penduduk yang memiliki keterampilan akan lebih bisa bertahan dan mengolah lahan sendiri sehingga dapat meningkatkan penghasilan penduduk maupun pemerintah.
Sangat disayangkan jika lahan pertanian tersebut di olah oleh perusahaan asing. Hal tersebut berhubungan dengan tujuan SDGs yang ke 8 yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua. Meskipun di kecamatan Sembalun jumlah penduduknya paling sedikit namun tetap harus mendapatkan perhatian baik edukasi penduduk maupun bantuan pemerintah untuk mengembangkan daerah tersebut.
0 notes
awesomeviewofeyes · 6 years ago
Text
Tinggalkan Ibu Kota Demi Menata Indonesia
Tumblr media
Ada banyak cara yang dilakukan Indonesia untuk berkembang dan menjadi maju. Semua sektor pembangunan negeri di upayakan maksimal demi mencapai Indonesia yang sejahtera. Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menyebutkan 5 program kerja utama yang akan dilaksanakan untuk Indonesia, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Presiden mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk untuk mendukung pengembangan perekonomian dan kemudahan aksesibilitas.
“Mengembangkan infrastruktur yang berkualitas, andal, berkelanjutan dan tangguh, termasuk infrastruktur regional dan lintas batas, untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahtraan manusia, dengan fokus pada akses yang terjangkau dan merata bagi semua,” SDGs Tujuan 9 Target 1.
Apa itu SDGs?
SDGs atau pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.  Pembangunan berkelanjutan adalah upaya bersama untuk membangun masa depan yang inklusif, berkelanjutan dan tangguh untuk dunia dan planet. SDGs memiliki 17 goals dan 169 target yang harus dicapai dalam kurun waktu sekitar 10 tahun mendatang. SDGs merupakan lanjutan dari Millenium Development Goals atau MDGs. MDGs telah membuktikan bahwa tujuan global dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan.
Lalu apa yang dilakukan Indonesia untuk mecapai goalsnya?
Rumah merupakan salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh semua manusia tanpa terkecuali. Di Jakarta persentase rumah tangga terbanyak adalah tinggal di kediaman milik sendiri yaitu sebanyak 47,12%. Itu artinya bangunan-bangunan rumah yang ada di Jakarta permanen dan hampir setengah bangunan di Jakarta adalah perumahan yang padat. Seperti yang kita ketahui Jakarta bukanlah provinsi besar. Provinsi DKI Jakarta adalah provinsi yang kecil di bagian barat pulau Jawa.
Jakarta Pusat merupakan jantung dari pemerintah Indonesia karena disini terletak Istana Negara Republik Indonesia (Istana Merdeka) dan kantor-kantor Pemerintah Negara Republik Indonesia. Selain itu di Jakarta Pusat juga terdapat Kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Tak salah masyarakat Indonesia menyebut Jakarta sebagai Pusat Pemerintahan Ibukota Negara dan Ibukota Provinsi DKI Jakarta. Tidak hanya pemerintahan tetapi juga sebagai pusat bisnis dan pariwisata. Jakarta Pusat memiliki beberapa destinasi wisata sejarah seperti Monumen Nasional, Lapangan Banteng, dan Museum Gajah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah penduduk DKI Jakarta 2019 mencapai angka 10.5 juta jiwa. Itu bukanlah angka yang sedikit untuk wilayah sekecil Jakarta. Jakarta juga dipenuhi oleh penduduk usia produktif yang memiliki banyak sekali aktivitas. Mobilitas tersebut menyebabkan harus diadakannya pembangunan untuk menunjang dan mempermudah aktivitasnya. Pembangunan tersebut memangkas tanah kosong bahkan Jakarta tidak memiliki sawah.
Untuk memudahkan aktivitas penduduk, pemerintah juga memperbaiki akses jalan yang akan mengubah tanah menjadi beton. Air yang biasanya terserap tanah sekarang sudah tidak bisa lagi. Air yang sudah kotor dan tidak jelas pembuangannya menyebabkan tercemarnya air sungai di Ibu Kota. Penggunaan air sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari menjadi terganggu. Tidak hanya untuk minum bahkan untuk mandi dan kebutuhan lain air sudah langka. Ketidaktersediaannya saluran air itu biasanya menyebaban banjir ketika musim hujan. Seperti peristiwa banjir yang melanda Jakarta bulan Januari lalu.
Pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan akan semakin menekan kontur tanah di wilayah Jakarta. Beberapa tahun ke depan dikhawatirkan Jakarta tidak mampu lagi untuk menampung banyak orang. Salah satu langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah dengan memindahkan Ibu Kota ke daerah lain yaitu Kalimantan Timur.
Pemindahan ini merupakan hal yang positif untuk mendukung kemajuan Indonesia. Pembangunan harus dapat menghilangkan atau memperkecil kesenjangan yang ada, dengan prioritas wilayah desa, wilayah pinggiran, luar jawa, dan kawasan timur Dengan pemindahan ibu kota diharapkan pembangunan tidak hanya terfokus pada pulau Jawa saja. Pembangunan Indonesia di sektor lainnya juga akan lebih tertata dan dapat memudahkan Indonesia mencapai goalsnya dalam 10 tahun mendatang.
0 notes
awesomeviewofeyes · 6 years ago
Text
Pengabdian Ibu
Apa yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar kata ibu?
Rencana apa yang sudah kamu rancang untuk menghabiskan waktu bersama ibu ketika kamu bertemu?
Seberapa banyak waktu yang sudah kamu siapkan untuk dihabiskan bersama ibu? Ada? Atau.. tidak ada?
Sudahkah menyapa ibu hari ini?
***
Sebagai seorang anak rantau tentu hal yang paling ditunggu-tunggu adalah pulang. Turun dari kendaraan, mengetuk pintu, dan memeluk ibu. Sungguh kenikmatan yang tiada tara. Bahkan kepulangan itu sudah dihitung mundur sejak kepergian dari rumah. Iya, itu saya. Dan kebetulan hari ini saat menulis cerita ini adalah tepat seratus hari rencana saya untuk pulang ke rumah.
Sebelum menginjak umur 20 tahun, saya merasa rumah itu adalah dimana saya tinggal pada waktu itu. Karena sering berkelana entah kemana, saya lupa diri dengan keseruan yang saya ciptakan sendiri. Namun, seiring dunia semakin menyibukkan hari-hari saya, tempat ternyaman untuk pulang adalah ibu.
Sekarang saya merantau di Ibu Kota. Impian berjuta-juta orang untuk mengadu nasib, berharap tuhan mengabulkan do’a-do’a yang terselip disetiap sujudnya. Antara percaya dan tidak. Saya menginjakkan kaki di tempat asing yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Bertemu orang baru yang juga berjuang untuk masa depannya. Ini adalah kebahagiaan yang luar biasa untuk orang tua saya, ibu terutama.
“Hanya satu mimpi ibu untuk kamu nak, ibu hanya ingin kamu sukses dan bahagia,” itu kata-kata yang terlontar dari ibu saya kala saya masih SMA. Masa-masa pengharapan dan ketidakpastian. Pertanyaan saya adalah mengapa ibu tidak meminta saya untuk membahagiakan beliau di hari tuanya? Kenapa beliau mengharapkan kebahagiaan saya?
Saya terlahir dari keluarga sederhana. Ibu saya seorang guru SD yang sudah mengabdi hampir lima belas tahun. Bapak saya orang yang kuat, serba bisa, kerja sebagai seorang kepala tukang yang mendapat borongan tapi tidak tetap. Kami hidup di sebuah rumah kecil milik orang lain yang sudah terakad untuk beberapa tahun.
Ibu tidak pernah mengajarkan saya untuk hidup mewah. Kesederhanaan adalah hal yang selalu ibu tanamkan untuk saya agar dimana saja saya tinggal saya bisa bertahan sendiri. “Kamu adalah pemimpin untuk adik-adikmu, saat ibu sudah tidak ada nanti kamu harus bisa menggantikan posisi ibu dalam segala hal,” kalimat yang selalu terngiang ketika akan melakukan hal baru dan memutuskan sesuatu. Apakah ini pantas untuk dicontoh adik-adik saya?
Sejak saya SMP, saya diajarkan untuk hidup mandiri. Sebuah pembelajaran hidup yang sangat berharga saya dapatkan waktu itu. Belajar tidak rajin, main sangat rutin. Itulah yang saya lakukan. Akhirnya bapak saya marah dan tidak mau mengantar saya ke sekolah. Sekolah saya berjarak 15 km dari rumah. Ketika bapak marah, ibu tidak berani mengambil keputusan untuk mengantar saya karena ada adik pertama saya yang berusia dua tahun yang tidak bisa ditinggalkan. Saya menangis berjalan keluar gang menuju jalan utama. Pagi itu pukul  enam pagi saya diam-diam berangkat sekolah dan mencari orang yang saya kenal dan mau ditumpangi. Saya baru lulus SD dan saya tidak tahu kehidupan di luar seperti apa. Saya menangis, takut untuk berangkat sendiri. Takut diculik, takut diturunin di jalan, semua ketakutan itu ada dalam diri saya. Tak hentinya air mata penyesalan mengalir dipipi saya. Hati ini bertanya kenapa saya nakal?
Tanpa disadari ibu mengikuti saya dari belakang. Meski ibu juga marah dengan saya, tapi beliau tidak tega melihat saya pergi sendiri. Ibu menunggu angkot untuk saya yang bisa di tumpangi sampai di sekolah. Ibu juga marah. Saya tidak diajak bicara banyak oleh ibu, hanya diarahkan untuk pergi hati-hati.
Bapak membiarkan saya pergi seperti itu setiap harinya. Sampai berminggu-minggu dan menjadi terbiasa pergi dan pulang sendiri  kala itu. Diturunkan dari angkot, dioper ke angkot yang lain, menunggu sendiri di dalam angkot untuk menunggu penumpang lain sampai diturunkan lagi karena tidak ada yang naik, semua sudah saya rasakan. Bahkan pulang sekolah bersama kambing karena tidak ada angkot lagi yang bisa ditumpangi, sudah pernah saya alami. Tidak pernah saya keluhkan semua itu, rasanya nikmat saja punya banyak cerita, meskipun mungkin bagi sebagian orang itu menjijikkan.
Bu, maafkan anakmu ini. Anakmu masih nakal.
***
Bergeser sedikit lebih jauh dari SMP saya, saya melanjutkan ke jenjang menengah atas. Ada rasa pesimis yang terlihat di raut wajah kedua orang tua saya karena biaya yang tidak murah, tapi hal itu mampu tertutupi oleh besarnya rasa percaya bahwa anaknya mampu melaluinya. “Apapun yang terjadi, kamu harus lanjutkan sekolahmu, dan menjadi kebanggaan ibu,” pesan ibu ketika saya baru masuk SMA.
Umur tujuh belasan sudah mulai mengerti kemana hidup ini akan berbakti. Semua rahasia tersimpan rapi tidak boleh ada orang yang mengetahui. Setiap pagi ibu selalu membagi uang untuk kebutuhan kami. Untuk Bapak, saya, beliau, dan juga adik-adik saya. Bulan-bulan itu adalah masa-masa sulit dalam hidup keluarga kami. Ibu menyimpan banyak cerita yang tak tahu harus ditumpahkan kemana. Beliau pendam sendiri. Ingin rasanya saya cepat besar agar ibu bisa berbagi pikiran dengan saya, ucapnya.
Setiap hari, biasanya sudah ada uang 15 ribu untuk saya di atas meja samping televisi tua yang hampir sepuluh tahun. Namun, terkadang ibu hanya memberi 10 ribu saja untuk membeli bahan bakar motor mio bekas yang dikredit beberapa tahun terakhir.
Pagi buta, ibu sudah terbangun sebelum azan mendahuluinya. Berjalan setengah sadar ke luar. Melewati dapur dan menyempatkan diri untuk mengambil beras yang akan dicuci sembari berwudhu. Berisik memang, tapi tak terdengar oleh kami yang masih pulas. Sengaja ibu membangunkan belakangan agar tidur kami cukup untuk bekal hari itu.
Saya sering kesal ketika dibangunkan, karena itu masih sangat pagi. Saya selalu diminta untuk membantu ibu masak untuk sarapan. Setiap pagi ibu selalu masak untuk kami. “Hari ini ibu kasi bekal ya, uangnya hanya cukup untuk beli bensin,” tak sekali ibu berpesan seperti itu, sering sekali. Dalam waktu 2 jam ibu harus memasak, menyiapkan bekal untuk saya, adik pertama saya, memandikan adik bungsu saya yang masih bayi, dan juga beliau harus bersiap-siap pergi mengajar agar tidak terlambat. Semua dilakukan cepat, gesit, dan harus selesai. Tak jarang ibu terlambat ke sekolah karena mengurusi kami pagi-pagi.
Pukul 06.30 makanan dilantai sudah bejejer. Nasi hangat, tempe goreng, sambal khas ibu, atau terkadang tumis sayuran, itulah menu yang hampir rutin di rumah kami. Dua gelas teh hangat selalu menjadi minuman wajib setiap pagi. Tidak untuk satu orang, melainkan diseruput bergantian. Ibu selalu mewajibkan kami sarapan agar tidak banyak jajan sembarangan.
Suatu pagi, saya sudah sarapan dan akan berangkat ke sekolah. Saya lihat di meja tidak ada uang untuk saya. Ibu ada di kamarnya dan saya masuk untuk mencium tangannya dan berharap ibu memberikan uang di kamar untuk jajan di sekolah.
Tiba-tiba ibu memeluk saya, “maafkan ibu ya nak, ibu tidak punya uang sepeserpun untuk kamu. Ibu tidak dapat pinjaman tetangga,” bisiknya sambil menangis.
Suatu tamparan untuk saya. Mungkin ibu tidak ingin mengucapkan itu, tapi harus. Saya jarang menangis karena terlatih kuat dengan keadaan sejak kecil. Saya tidak ingin semua keterbatasan itu ditangisi. Sulit saya untuk menangis. Tapi pagi itu, melihat raut wajah ibu yang sedih dan terlihat merasa gagal untuk memenuhi kebutuhan anaknya, genangan air mata yang tertahan jatuh dan suara yang dicoba untuk kuat mampu membuat saya lemah. Saya usap air mata ibu, “Bu, saya pamit” saya berjalan keluar. Di atas motor saya menangis sekeras-kerasnya. Mengatakan Tuhan tidak adil. Mengapa saya dibiarkan begini? Saya menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi.
***
Pulang sekolah saya menunggu ibu pulang. Namun sampai sore ibu masih belum pulang. Tiba di depan rumah ibu memanggil saya. Tak tahu apa yang ada dibelakang ibu. Ada sesuatu yang dibawa di dalam karung besar yang diikat di motor bagian belakang. Entah apa yang akan ibu buat.
Ternyata itu adalah pisang. Ibu berencana mengolah pisang itu untuk dijual kembali. Dengan modal yang dipinjam dari orang lain ibu membeli bahan-bahan untuk membuat pisang sale. Selain pisang sale ibu juga membuat keripik talas.
Waktu itu saya telah menyaksikan perjuangan seorang ibu yang rela berjuang untuk keluarga. She is my Hero. Pagi buta ibu bangun untuk menyiapkan kebutuhan kami. Pagi hari ibu mendidik muridnya sebagai tugas pengabdian pada negeri ini. Pulang mengajar beliau tidak langsung pulang ke rumah. Beliau mengambil pisang dan talas yang selalu diikat dibagian belakang motor tanpa rasa malu meski menggunakan seragam. Sore adalah waktu menyiapkan semua bahan-bahan dagangan, dan malam untuk menggoreng dan membungkusnya. Ibu hampir tidak punya waktu untuk istirahat. Sering sekali ibu melampiaskan rasa lelahnya kepada kami. Beliau marah saat kami melakukan kesalahan sekecil mungkin tanpa beliau sadari.
Semua itu terjadi ketika saya semester terakhir di SMA. Saya iri kepada teman-teman saya yang bisa belajar dengan tenang untuk ujian.  Sementara saya harus membantu ibu mencukupkan kebutuhan. Saya harus membantu menjual makanan tersebut di kelas. Namun, karena saya anaknya pemalu, saya hanya menaruh di atas meja tanpa menawarkan ke teman-teman. Alhasil saya bawa pulang kembali dan mengatakan bahwa makanannya tidak ada yang mau beli. Sungguh bersalah rasanya. Ibu terus menyemangati saya untuk mencoba di hari berikutnya.
***
Setelah lulus SMA saya gagal untuk masuk perguruan tinggi yang saya inginkan. Saya diterima di salah satu universitas di Lombok tetapi saya masih bertekad untuk mencoba universitas yang saya inginkan tahun depannya lagi. Selama setahun tidak kuliah orang-orang memandang saya bodoh dan tidak mampu meneruskan pendidikan. Orang-orang hanya melihat dari segi itu. Ada mimpi yang ingin saya wujudkan dan ibu mengiyakan saya untuk tidak kuliah.
Saya sering ditanya-tanya tentang mengapa saya tidak kuliah. Bahkan ada beberapa orang yang mengejek dan meremehkan saya kala itu. Mungkin ibu malu punya anak yang belum bisa membanggakannya. Saya selalu menguatkan diri untuk percaya bahwa ini kesempatan saya untuk berbakti dan dekat dengan orang tua saya sebelum saya meninggalkan mereka untuk merantau.
Tuhan punya cara lain untuk membahagiakan hamba-Nya. Selama setahun, saya belajar untuk mengikuti tes di universitas yang saya inginkan. Tidak hanya plan A, tapi ada plan B. Saya gagal lagi untuk plan A. Saya sudah pasrah dengan semua ini. Saya tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk ibu.
Plan B adalah daftar STIS. Dari tahap pertama sampai terakhir ibu lah yang menemani saya. Saya yang minta. Saya ingin diperjalanan itu ibu lah yang menjadi saksi perjuangan saya yang akan terkenang sampai kapanpun.
Waktu itu pengumuman keluar tanpa saya beritahu ibu terlebih dahulu. Pagi-pagi dengan rasa cemas dan takut menyaksikan kenyataan pahit lagi, deg deg deg… saya cek nomor peserta saya. Ada. Ter-list di daftar peserta yang lulus tahap terakhir. Saya lega. Ada yang bisa saya berikan kepada ibu saya.
Hari itu daftar ulang diundur. Saya bilang ke ibu,
“Bu, pengumumannya sudah keluar. Saya ngga jadi ke Jakarta Bu.” Ibu nangis memeluk saya. Beliau kaget dan menatap saya dengan pandangan kosong, seakan tidak percaya bahwa anaknya gagal lagi.
“Kamu beneran ngga diterima nak?” tanya ibu.
“Saya ngga jadi ke Jakarta tanggal itu Bu, soalnya daftar ulangnya diundur”
“Hah?! Jadi kamu lulus nak?”
“Iya Bu,” saya lemparkan senyum bahagia untuk ibu. Ibu langsung sujud syukur dan menangis bahagia.
Perasaanku campur aduk. Bahagia, terharu, lega, sedih, semua jadi satu.
Bu, terima kasih untuk segalanya.
0 notes
awesomeviewofeyes · 6 years ago
Text
Bonus Demografi Jangan Disia-siakan! Gencarkan Sensus Penduduk 2020
Tumblr media
Indonesia terdiri dari banyak pulau yang beraneka ragam bentuk dan karakteristik. Setiap pulau yang berpenghuni memiliki keunikan masyarakat dan juga budaya masing-masing. Pulaunya saja sudah terpecah pecah, bagaimana dengan penduduknya? Eits jangan salah! Semua bisa diatasi dengan data. Data yang jujur dapat membantu pemerintah untuk memberikan kebijakan yang tepat sasaran pada daerah kalian.
Bicara mengenai sensus penduduk pasti yang terbesit di pikiran orang adalah seorang petugas yang berseragam dan membawa berbagai dokumen mendatangi setiap rumah untuk ditanya-tanya. Bener ga?
Tahun 2020 Badan Pusat Statistik akan menyelenggarakan pesta demografi yang ke tujuh. Slogan yang selalu di ucapkan yaitu Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan bersama sebab itu adalah pijakan Indonesia untuk membangun bangsanya sendiri.
Ada yang baru dari sensus penduduk tahun 2020 yaitu adanya sensus penduduk online. Di negara maju sudah menerapkan sistem registrasi untuk mendata penduduk di negaranya. Kesadaran masyaraktnya akan data memudahkan jalannya pembangunan. BPS mencoba cara ini untuk mendata penduduk seperti yang dilakukan negara maju karena BPS yakin Indonesia mampu melakukannya.
SP2020 online ini akan dilaksanakan pada 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020. Dimana saja kalian berada dan pukul berapapun kalian sempat mengisi form di sensus.bps.go.id memudahkan kalian untuk berpartisipasi tanpa harus didatangi petugas. Efisien bukan?
Tidak semua penduduk memiliki gatget sehingga sensus penduduk 2020 masih menggunakan cara lama yaitu door to door. Petugas akan mendatangi setiap rumah penduduk yang belum tercatat secara online pada 1-31 Juli 2020.
Sensus Penduduk 2020 ini sangat penting untuk mengetahui perubahan jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia selama satu dekade terakhir.
Puncak demografi akan berlangsung pada 2020-2023 mendatang. Semua hal harus dipersiapkan dari sekarang agar kesempatan ini tidak terlewat begitu saja. Penduduk usia produktif dapat menyeimbangkan proporsi penduduk tidak produktif.
Penduduk yang siap kerja harus dipersiapkan lapangan pekerjaan dan juga fasilitas lainnya. Namun tentu saja harus ada data yang menjadi landasan pengambilan keputusan.
Pada tahun 2045 diprediksikan Indonesia akan mengalami peningkatan jumlah penduduk menjadi 319 juta jiwa. Dapat dilihat bahwa peningkatan ini sangat tinggi. Lalu bagaimana Indonesia menyikapinya? Tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Semua elemen masyarakat harus berpartisipasi untuk kemajuan Indonesia di masa mendatang.
Pastikan kalian berpartisipasi dalam sensus penduduk 2020 untuk mencatat satu data kependudukan Indonesia.  
Sensus Penduduk 2020. Mencatat Indonesia!
0 notes
awesomeviewofeyes · 6 years ago
Text
Peningkatan Suntikan Sebagai Alat Kontrasepsi di Kecamatan Sikur Tahun 2017
Badan pusat statistik dalam Publikasi Kecamatan Sikur Dalam Angka Tahun 2018 menyatakan bahwa terjadi peningkatan jumlah rumah tangga di kecamatan sikur. Tahun 2015 jumlah rumah tangga sebanyak 20.720. tahun berikutnya meningkat sebanyak 173 rumah tangga dan tahun 2017 meningkat lagi sebanyak 168 rumah tangga. Dengan meningkatnya jumlah rumah tangga di kecamatan sikur tentu saja akan menambah jumlah penduduk beberapa tahun ke depan. Untuk menjaga kestabilan jumlah penduduk perlu dilakukan pembatasan jumlah anak atau memprogramkan kehamilan sehingga anak yang dilahirkan mendapat pelayanan yang baik dari ibu maupun pemerintah sendiri.
Ada beberapa metode kontrasepsi yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Berikut adalah alat kontrasepsi yang di catat oleh BPS yang digunakan oleh masyarakat kecamatan Sikur.
Tabel Pencapaian Akseptor KB Aktif di Kecamatan Sikur Menurut Metode Kontrasepsi Tahun 2015-2017
Tumblr media
Sumber : PPLKB Kecamatan Sikur
Kecamatan Sikur merupakan daerah yang sebagian besarnya adalah pedesaan. Pelayanan pendidikan dan kesehatan belum mendapat pelayanan maksimal dari pemerintah. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan kesehatan juga masih rendah. Hal tersebut menyebabkan kurangnya persiapan yang matang untuk masa depan masyarakat terutama bagi anak muda yang hendak menikah.
Bagi masyarakat yang baru menikah mereka sering menggunakan suntikan sebagai alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Selain pengetahuan akan jenis-jenis alat kontrasepsi yang kurang luas mereka juga terpengaruh oleh lingkungan yang sebagian besar penduduk perempuannya menggunakan suntikan. Di daerah tersebut juga banyak perawat yang dapat didatangi untuk membantu menyuntikan obat tersebut.
IUD atau yang lebih dikenal dengan spiral merupakan alat kontrasepsi yang disarankan pemerintah sejak tahun 1997. Alat ini kecil dan berbentuk huruf T. Pemasangannya dengan cara memasukkan alat ini kedalam rahim atau istilahnnya menanamnya di dalam rahim. Pada tahun 1997 itu telah terjadi krisis ekonomi sehingga pemerintah sangat menggencarkan penggunaan KB. IUD dapat mencegah kehamilan selama 3 sampai 5 tahun.
Di kecamatan sikur pengunaan IUD semakin berkurang karena masyarakat takut dengan pemasangan dan juga efek sampingnya yaitu dapat terjadi infeksi rahim dan kehamilan di luar rahim. Selain itu, banyak juga perempuan yang tidak ingin di sentuh organ reproduksinya oleh tim medis.
Berdasarkan tabel di atas implan masih banyak digunakan oleh masyarakat di kecamatan Sikur. Pemasangannya di lengan bagian atas dengan cara menanam sebuah tabung Implan sebesar korek api. Pemasangan yang dirasa masih aman karena berada di luar tubuh menyebabkan masyarakat cukup banyak yang tertarik untuk menggunakannya karena berpengaruh cukup lama sekitar 3 tahun.
Bila dilihat dari tabel, suntik menjadi pilihan yang semakin diminati pada tahun 2017. Terlihat peningkatan yang sangat signifikan sebesar 103 menjadi 6409. Alat KB lain yang peminatnya sangat tinggi adalah pil. Suntik menjadi pilihan terbanyak pada tahun 2017 sebagai alat KB lantaran dianggap minim resiko dan praktis.
Meningkatnya penggunaan suntikan juga dikarenakan penggunaan pil yang kurang efektif. Pil harus diminum setiap hari selama sebulan dan kendala yang dialami masyarakat adalah terkadang lupa untuk meminumnya. Ketidakteraturan tersebut dapat menyebabkan pil tidak bekerja di dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kehamilan. Sedangkan suntikan hanya dilakukan sekali sebulan sehingga tidak perlu mengingatkan diri sendiri untuk menggunakannya setiap hari.
0 notes
awesomeviewofeyes · 6 years ago
Text
Cukupkan
Lampu merah sudah sepi. Kendaraan yang berlalu lalang sudah berkurang. Ya, dia menunggu giliran untuk menyebrang. Tak biasa ia berjalan sendiri semalam itu namun tidak ada teman yang mengantarnya pulang. Berjalan ia sembari memikirkan bagaimana menyelesaikan urusannya yang begitu banyak. Nafas panjang ditarik sambil memejamkan mata. Dihembuskannya pelan sambil menenangkan diri. Ia menengadah ke atas. Terlihat bulan tersenyum ke arahnya membuatnya tersenyum sendiri. Merenung ia, ternyata masih ada harapan untuk hari esok yang lebih baik dengan semangat yang baru.
Tiit.. sesekali ia kaget dengan suara klakson kendaraan yang membuatnya tersadar dari lamunan aneh di kepalanya. Jalanan yang sepi membuat dia mempercepat langkahnya sambil memperhatikan sekitarnya , takut ada orang yang berniat buruk kepadanya. Tibalah ia di persimpangan jalan yang cukup ramai. Banyak penjual makanan yang menyalakan lampu membuatnya sedikit merasa aman. Ia belok ke kanan jalan menuju arah rumahnya. Sangat capek. Ya itulah yang ia rasakan malam itu. Hanya kasur dan bantal empuk yang terbayang akan menemani tidur nyenyaknya malam ini. Jarak rumah yang lumayan jauh membuatnya kadang menggerutu sendiri di perjalanan.
Dia adalah Laras. Seorang perempuan mandiri yang bekerja di salah satu perusahaan negara di ibu kota. Setiap hari ia pulang malam bersama teman-temannya tetapi malam itu ia kerja lembur dan pulang lebih malam.
Malam itu Ia melewati sebuah toko yang lampunya mati dan sudah tutup. Eh eh.. asyik memperhatikan sekitar, hampir saja ia menabrak sebuah gerobak. Diperhatikannya gerobak tersebut. Berisi kardus bekas yang menumpuk. Bisa disimpulkan bahwa itu adalah milik pengumpul kardus bekas yang biasa keliling di sekitar perumahan di kota tersebut. Tapi kenapa ditinggal di jalan ya?, pikirnya. Lalu ia menoleh ke kanan dan terdiam. Ia melihat sosok seorang bapak yang sudah tua tertidur di lantai teras toko tanpa alas dan juga bantal yang empuk. Hanya menggunakan celana pendek di bawah lutut dan baju kemeja yang sudah lusuh karena jarang diganti. Terbayang dinginnya malam menusuk kulit membuat si bapak menekuk kakinya seperti membutuhkan selimut dan ruangan yang hangat untuk berteduh.
Suara kendaraan dan ramainya orang yang masih berlalu lalang mengurusi urusan yang belum selesai pastinya mengganggu tidur si bapak. Udara yang kotor di pinggir jalan serta kotoran-kotoran bekas makanan yang dijual di pinggir jalan membuat nyamuk suka berada di sana. Sungguh pemandangan yang mengiris hati. Laras seperti tertampar menyadari dirinya yang sering mengeluh padahal sudah banyak nikmat Tuhan yang ia dapatkan bahkan jauh lebih indah dari yang si bapak dapatkan.
Malam itu ia mengucap banyak syukur atas semua nikmat Tuhan yang ia dapatkan. Sampai di rumah ia segera membersihkan diri dan tidur dengan penuh rasa syukur.
1 note · View note