Selamat datang. Catatan ini sebenarnya untuk konsumsi pribadi tapi egois kalau nyimpan sendiri. Kubagikan manatau ada yang butuh entah ditahun berapapun itu. Jesus Bless
Don't wanna be here? Send us removal request.
Text
4. 1. Hidup Baru: Part 2 Cara Tuhan
Mengenal Dia Kembali
"Amsal 3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi."
"Amsal 13:24 Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya."
"Ibrani 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. “ 12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?"
Suatu hari di pertengahan 2017, Tuhan sampaikan suatu rahasia ke aku. Disaat aku merasa ingin bertanya sambil kesal sama Tuhan dengan pertanyaan aku nggak mengerti Kamu, Tuhan dan ada rencana pada saat itu aku pengen jadi penganut agnostik sanking kecewa berat dengan keadaan aku(kalau ingat itu malu kali aku, tapi puji Tuhan aku dipulihkan). Aku menatap ke jendela kamarku yang membuat aku teringat dengan aku yang masih kecil menatap jendela mengendap endap sambil nangis, merasa sendiri dan cuma aku sama Tuhan saja yang tahu apa yang aku rasakan pada saat itu karena aku nggak mau membebani siapapun pada saat itu (kuat kali loh aku pada saat itu). Dan pada pertengahan 2017, itu kejadian lagi, tapi dengan masalah yang berbeda tapi ada kaitannya. Aduh netizen jangan kepo ya. wkwkwk.
Disitu aku menanyakan banyak hal yang intinya:
1. Kenapa aku diciptakan? Kenapa aku Tuhan selamatkan waktu lahir?
2. Apakah dunia ini game?
Entah kenapa aku berpikir mengambil hpku. ku searching pertanyaan tersebut. Ketemulah suatu artikel yang ditulis pada tahun 1986/7 kalau nggak salah dan nggak tahu aku kapan di publish. Now, aku cari artikelnya, dan aku nggak nemukan, tapi aku menemukan websitenya http://www.wacriswell-indo.org/old testament.htm ,Tapi artikelnya benar-benar nggak kutemukan sampai saat ini. Rasaku keselipnya itu.
Di artikel itu menceritakan tujuan Tuhan menciptakan manusia, malaikat, alam dan seisinya, betapa sedihnya Tuhan ketika makhluk yang diciptakannya berdosa sampai apa sih tujuan Tuhan itu ke kita sebenarnya? Aku juga gak bisa bilang ini artikel keren berarti benar semua karena nggak ada ayat sebagai bukti, tapi aku cari-cari ayat alkitab tentang pernyataan yang ada di artikel itu, dan hampir seluruh isi artikel itu sesuai dan sisanya, aku belum dapatkan.
Sepertinya artikel itu adalah terjemahan dari bahasa asing dan juga there is no comment from netizen. Bentuknya pada saat itu, seperti layaknya dokumen pdf, tapi bukan pdf ya.
Aku baca artikel itu sambil mewek. Wkwk ingat kejadian itu, ya O Lord hahaha... Dasar Puber! 😂
Begini ringkasan dari artikel itu:
Suatu hari Allah merindukan sebuah persekutuan. Sebenarnya dengan tri tunggalNya Allah, persekutuanNya benar-benar sempurna karena Dia bersifat kekal dan selama-lamanya , tetapi Tuhan karena KasihNya kepada kita dan kerinduanNya untuk memiliki makhluk yang serupa dan segambar denganNya dalam bentuk Roh maupun fisik, sehingga Dia menciptakan surga beserta malaikat-malaikat dan kemudian diciptakan-Nya lah bumi beserta manusia dan segala isinya. Ada risiko yang akan diterima Allah ketika Dia menciptakan makhluk-makhlukNya yaitu ketidaksempuraan semua makhlukNya karena FirmanNya hanya Dialah yang Maha sempurna. Resiko yang diterima Allah adalah makhlukNya pasti akan jatuh ke dalam dosa. Karena kasihNya yang begitu besar dan kerinduanNya untuk memiliki persekutuan kasih, yang sebenarnya tanpa makhluk baik malaikat maupun manusia, persekutuanNya sempurna, dengan harga yang mahal yaitu napas kehidupan yang berasal dari padaNya dihembuskanNya lah kepada kita makhluk – makhlukNya. Sehingga kita benar-benar bagian dariNya, serupa dan segambar denganNya dan dalam persekutuan kasihNya. Dia sudah tahu dari awalNya bakal banyak kejatuhan yang akan terjadi, baik antara malaikat maupun manusia. Tapi, Dia tetap mau menciptakan kita untuk menjadi bagian dariNya. Untuk itu berbahagialah kita yang dipilihNya karena tidak semua makhluk dipilih Tuhan untuk dijadikan serupa dan segambar denganNya dan hidup bersama Dia dalam kekekalan. Dia merancang buku kehidupan semua makhluk Tuhan termasuk di dalamnya, Dia akan disalibkan untuk menebus dosa dunia, akhir zaman dan sampai kekekalan sudah ditulisNya disitu. Jadi, udah di rancang Tuhan semuanya dari awal sampai selama-lamanya. Dia menerima resiko itu semua karena KasihNya kepada kita semua.
Adalah satu malaikat bernama Lucifer. Dia dipercaya Tuhan memimpin puji-pujian bagiNya dan menjadi pemimpin malaikat. Dialah ketuanya. Dia tangan kanan Tuhan, kalau dia berjalan, seluruh makhluk sorgawi memuliakan nama Tuhan karena puji-pujian yang dihasilkannya begitu indah. Karena seluruh makhluk yang Tuhan ciptakan adalah segambar dan serupa denganNya, maka makhluk Tuhan memiliki akal pikiran dan kehendak bebas.
Suatu hari timbul pikiran Lucifer untuk menyamai kedudukan Allah. Sehingga terjadilah hasut menghasut di kerajaan sorga . Tuhan sudah mengetahui itu karena yang aku sampai kan tadi diatas, dan sangat terpukul. Posisi Tuhan benar-benar sedih, ketika mengetahui makhluk-makhlukNya jatuh ke dalam dosa. Karena FirmanNya, tidak akan pernah dan tidak boleh dosa dan kemurnian menyatu, maka Lucifer diusir dari surga karena sifat surga adalah murni dari dosa. Terjadilah pemberontakan yang membuat Allah semakin sedih adalah ketika peperangan pertama harus terjadi antara makhluk-makhlukNya. Maka Tuhan Allah menempatkan Lucifer berserta malaikat-malaikat pemberontak untuk menguasai bumi, menguasai bawah bumi, dan menguasai angkasa karena itulah keinginan Lucifer, bukan? menerima kekuasaan? Disini Allah punya tujuan yang mulia yaitu Dia ingin si Lucifer dan malaikat-malaikat yang jatuh ke dalam dosa itu untuk belajar bagaimana rasanya menguasai versi mereka yang gak akan pernah bisa menjadi sebuah metode layak pakai sepanjang kekekalan. Why, FirmanNya yang menyatakan tidak ada jalan lain kecuali Dia, bukan karena Tuhan gila jabatan, gila di sembah, bukan itu semua, tetapi karena kasihNya yang ingin menyelamatkan makhlukNya. Karena FirmanNya kekal dan abadi, Dialah Alfa dan Omega, permulaan dan akhir, apapun diluar Dia, tiada keselamatan. Dengan kata lain, ketika Lucifer memilih untuk mencari jalan lain diluar Dia, maka Dia tidak akan di selamatkan. Tuhan benar-benar menyayangkan dan sedih ketika Lucifer kekeh dengan pemberontakannya.
Disitu aku mikir dan ku sesuaikan dengan apa yang terjadi dalam hidupku, bagaimana rasanya dikhianati itu sakit banget. Aku merasakan gimana rasanya jadi Tuhan pada saat membaca artikel ini, harus merelakan satu makhluk yang dikasihi dan dipercayakan dia, bahkan menjadi tangan kanan Tuhan artinya kan dia sudah dekat banget sama Tuhan, tapi jatuh, itu sakit kali. Sedih pastinya.
Lucifer beserta sepertiga malaikat merasa senang dan gembira tapi tidak sepenuhnya. Kenapa? Fiman Allah, DiluarNya Dia tiada keselamatan, dan kita adalah makhluk yang diciptakanNya serupa dan segambar denganNya, maka setiap kita berbuat dosa, ada perasaan yang tidak enak bahkan sesenang apapun kita berbuat dosa, hati kecil ini tidak bisa menipu bahwa hati kita sebenarnya nggak enak dan begitu yang dirasakan malaikat-malaikat pemberontak sebenarnya tapi tetap gengsi sampai sekarang untuk mengakui ketidak enakan itu.
Iblis-iblis itu kemudian menggoda Adam dan Hawa, dan mereka jatuh juga. Dalam artikel ini banyak hal yang mengejutkan. Dijelaskan tujuan adanya pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat , bukan menguji manusia, tetapi membuktikan manusia akan mengajari iblis bagaimana hidup dalam rancangan Allah baik jatuh maupun tidak jatuh ke dalam dosa. Dengan kata lain, sebenarnya ketika manusia jatuh, apalagi kita yang mengakui Dia sebagai Juruselamat, kita jatuh, Tuhan sekalian ngajari kita, ngajari mereka juga, ngajari kita dengan menyadarkan kita bahwa hal tersebut nggak baik untuk dilakukan, kita harus berubah. Kalau sama iblis, sejatuh apapun manusia yang percaya pada Tuhan, dia nggak akan jatuh sampai tergletak, sbab Tuhan menolong. Artinya apa, Tuhan pengen iblis bertobat, nggak ada kata terlambat sekalipun sudah mendukakan hati Tuhan, tapi mereka tetap kekeh, ya sudahlah. Ketika manusia jatuh. Tuhan sedih? benar banget. Ini kejatuhan kedua setelah lucifer dan teman-temannya. Tapi ada perbedaan ketika manusia jatuh ke dalam dosa dengan malaikat jatuh kedalam dosa adalah Tuhan benar-benar langsung turun tangan menyatakan diriNya dalam bentuk rupa Yesus Kristus yang rela mati di salibkan, karena Allah belum di kenal manusia, sementara malaikat hidup bersama-sama denganNya. Disinilah keadilan itu ada. Dia menyatakan diriNya dalam wujud manusia, seakan-akan lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dengan tujuan supaya kedudukan manusia dan malaikat itu sama, sama-sama mengenal Dia dan sama – sama berada dihadapanNya. Sementara ketika malaikat jatuh kedalam dosa, Tuhan memandirikannya tapi tetap dalam pengawasanNya. Why, mereka udah hidup bersama dengan Allah di surga. Secara langsung ada komunikasi denganNya. Dan mereka dapat fasilitas Ikut rapat sama Tuhan (dewan surga), berarti mengenal Dia secara langsung.
Ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa, maka ada jurang antara Allah dan manusia yang sudah dituliskan Allah dalam buku kehidupan bahwa jembatan dari jurang itu adalah Yesus Kristus, artinya hanya melalui Yesus Kristuslah kita belajar siapa sebenarnya Allah itu, gak ada jalan lain. Karena melalui jembatanNya kita mengenalNya maka kita selamat, tanpa melalui jembatan itu, yang terjadi adalah kita jatuh kedalam maut. Tiada perantara lain kecuali Tuhan Yesus siapapun tidak ada kecuali Dia.
Kenapa sih Kok bisa gitu? Kenapa Yesus adalah jalan satu2Nya. Dulu aku mikirnya gini. Mungkin karena Dia Allah, kedudukanNya tinggi, cuy. Tiba2 mau merendah. Harga diri, cuy. Seorang Raja mau merendah di depan rakyatNya, itu harga diri di pertaruhkan. Apalagi Dia disalibkan dan sepanjang sejarah umat manusia sampai kiamat bahkan selama-lamanya, Dia dikenal pernah serendah itu, kalau dianalogikan di dalam kehidupan, begini, adalah seorang cowok, demen kali sama seorang cewek, dia udah berjuang mati-matian demi mendapatkan si cewek, banyak hal yang direlakannya demi mendapatkan si cewek. Pada saat nembak di depan banyak orang, eh di tolak, sakit kali kan, apalagi banyak pemirsa yang tahu, rasanya harga diri jatuh kali. Tapi dari sini timbul motivasi dan harapan, liat aja lo, cewek selanjutnya lebih ok dari lo, kalau ku tembak dan dia terima, dia tak kan ku sia-siakan. Sekilas, motivasi dan harapan ini kedengarannya bagus. Netizen suka yang begini. Balas dendam wkwkwk. Tapi ternyata tidak, yang terjadi adalah ketika mendapatkan cewek lain, si cowok menginginkan baik sadar maupun tidak sadar untuk menjadikan si cewek lain itu sebagai icon kemenangan dia, icon pembuktian kalau gua gituloh hebat, sambil membersihkan nama buruknya dengan predikat di tolak, rencana – rencana yang indah itu bahkan lebih indah dari situ yang sebenarnya akan dilakukannya kepada cewek yang menolaknya itu, menjadi diberikannya kepada cewek nya dia itu. Sekilas, netizen masih pro dengan pernyataan ini. Tapi gini loh net, kesannya jadi ngegas kali dan terkesan balas dendam bukan dinikmati. Net, tolong jangan begitu, kedepannya bakal sakit. Solusinya, carilah kehendakNya dengan berdoa memohon solusi atas kejadian tersebut kepadaNya, pasti di dengarNya dan dibenerinNya. Sampai mana tadi? wkwk kok jadi sesi curhat ya. Ku buatlah ke paragraf baru, ya biar gak sakit mata kelen sama mataku juga. wkwk.
Nah, dari analogi tersebut, kek gitu lah aku sebelum baca artikel dari website itu. Jadi, pikiranku Tuhan Yesus ingin Dia diakui karena Dia udah capek loh datang ke dunia, disalibkan, dan salib pada saat itu adalah hukuman mati untuk kelas2 rendahan, kayak penjahat contohnya. Ditolak lagi, ditulis lagi dalam alkitab yang dibaca orang di segala abad dan masa, kalau aku jadi Tuhan Yesus, malu kali itu Loh, jadi aku kira, dengan semua kejadian itu, jadi Tuhan Yesus ngegas kali dengan prinsipNya yang gak dapat mereka, kita yang hidup pada saat ini pun diharuskan (dipaksa) mencapai kriteria2 rancangan Dia yang seharusnya di dapatkan mereka pada zaman Yesus disalibkan, tapi mereka nolak. Jadi kesannya, Yesus pengen bersihin nama burukNya dari alkitab sebagai seorang yang terhina pada saat dulu sampai sekarang, sehingga memaksa orang-orang untuk jadi Kristen. So, aku pernah sampai takut kali ketika gak bertanggungjawab dalam suatu hal, aku takut Tuhan bakal hukum aku, ternyata enggak, Dia lagi menghajar aku, seperti seorang bapa yang sayang anaknya. Beda menghukum sama menghajar, hukum itu seperti karma, lu aku balas kayak gini, biar lu mampus. Kalau menghajar, itu kayak gini, lu aku kasih kayak gini, biar jangan kamu ulangi, nak. Gitu dia.
Nah, dari situ pikiranku jadi berubah seperti ini. Yesus itu pengennya kita mengakui dan belajar dari Dia semasa Dia hidup di sini, supaya kita selamat, loh. Baik di bumi maupun di kekalan. Bukan supaya diakui karena dia telah merendahkan diriNya. Disini tujuanNya mulia banget. Kenapa sih, kita harus mengakui pengorbananNya? Supaya kita ingat pelayananNya di dunia, kita buka lagi alkitab, kita pelajari cara dia melayani di dunia, kita ikuti, kita selamat. Ada satu firman Tuhan yang sampai sekarang sulit kali ku taati, yaitu mengampuni. Wajarlah yah kan, kalau kita disakiti orang, kita merasa sakit. Ya, iyalah, kalau kita disakiti, kita merasa happy, sakit jiwa ya kan. wkwkwk. Aku sulit mengampuni, bertahun-tahun bahkan dari kecil banget, disaat mental aku itu belum cukup umur untuk berhadapan dengan situasi itu. Terbawa sampai besar. Jadi ini menimbulkan dendam tersendiri yang meledaknya saat ini. Makanya sebenarnya aku lagi memerangi ini dan besar harapanku untuk keluar dari sini di tahun ini. Makanya aku lagi gak care sama teman2ku saat ini, membatasi pertemanan karena lagi pengen fokus dan menyelesaikannya secara mandiri. Apa yang kurasakan, sepanjang hidup, gak ada yang pas kurasa. Sewaktu aku diutus untuk menjadi pelayan musik di pelayanan kampus, selalu divisi acara nanya ke aku, bagaimana persekutuanmu kak? kujawab baik. Terus kutanya sama kakak rohaniku apa tujuan mereka nanya kek gitu terus pertanyaan aku selanjutnya, kalau seandainya persekutuanku baik sama Tuhan tapi gak baik sama manusia, apa itu disebut persekutuanku baik? Dia jawab, nggak. Aku protes. Karna selama ini, aku tetap merasakan stay sama Tuhan sampai sekarang, buktinya aku masih dipakai Tuhan. Tapi setelah ku sadari sekarang, aku gak baik ternyata. Sepanjang hidupku aku merasa nggak pas. Bahkan, lebih parah semasa kuliah aku kosong, melayang, hampa, lebih baik gak pas, dari pada kayak gini keadaan aku. Padahal kawan2 aku baik, lingkungan aku baik, masih bisa pulang pergi tiap minggu ketemu mama bapak, tapi kosong. Nggak kunikmati. Dan setelah mau semester akhir kuliah ini, dendam itu kurasakan kuat pengen diwujudkan. Aku udah berusaha sambil bilang ke diri sendiri, sadarlah deb...tapi dianya ingin meledak. Makanya aku benar2 fokus untuk menghilangkan itu.
Aku tak berharap itu selesai. Masalah itu selesai adalah sebuah mimpi yang tak untuk jadi nyata. Why, belum siap aku jika suatu saat aku kecewa lagi. Aku hanya berharap, Desember ini, aku bebas dari pikiran itu semua dan keluar dari akar pahit itu. Itu salah satu contohnya. Tuhan nggak ngasal, ketika di taman getsemani ngajari orang-orang berdoa, Doa Bapa Kami terutama isinya ini, “...dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Bukan supaya, kita naati firman Dia, kita masuk surga. Supaya kita sehat, supaya kita selamat. Aku nggak selamat selama ini. Ternyata kakakku itu benar, sekuat apapun, serajin apapun aku ikuti kegiatan rohani, kalau hubungan dengan sesama itu buruk, aku nggak selamat dari sesuatu yang mengikat, baik dendam, kebencian, sehingga anugrah Tuhan yaitu teman2 aku dan lingkunganku yang baik2 itu, kosong. Alhasil, aku gak gembira, terus ada yang kurang. Itu masih satu contoh.
Satu lagi contoh, di Mazmur dikatakan, hati yang gembira adalah obat. Gak ngasal itu loh. Dan itu benar. Waktu aku nggak gembira. Aku stress, aku kena syndrom perut. Dimana perut aku terasa penuh tekanan. Ya begitulah firman Tuhan. Menyelamatkan. Bukan karena supaya masuk surga. Sebenarnya udah ditangan kitanya surga. Kenapa orang Kristen sudah pasti masuk surga? supaya kita menikmati persekutuan dengan Dia, Maha Pengasih sepenuhnya bukan karena iming2. Kalau karena iming2, yang timbul adalah ketakutan kearah pencapaian diri (takut masuk nerakalah, takut hilang dari peradabanlah), bukan ketakutan karena takut kehilangan Yesus sebagai seorang tri tunggal yang Maha Pengasih. Surga itu sudah ditangan, asalkan mengakui Dia sebagai Juruselamat, artinya mau menyangkal diri (mengakui kesalahan), memikul salibNya (berlaku sesuai FirmanNya), dan mengikuti Dia (meninggalkan kehidupan yang lama, mau di hajarNya dan menerima ajaranNya), maka kita akan diselamatkan.
Semasa di bumi, Yesus pernah berfirman, intinya, ini semua udah Ku tunjukkan ya sama kelen semua, terserah mau kelen ikuti atau nggak. Pokoknya 11 12 kek gitu lah isinya. Lupa aku pasal sama ayat berapa. Intinya apa, segalanya nggak dipaksakan Tuhan karena kita punya kehendak bebas cuy. Tapi bukan berarti, tidak dipaksa, bakal dibiarin. Siapapun manusiaNya Kristen atau nggak, kita diawasiNya. Ditegur kalau salah, tinggal pilih, mau ikuti atau abaikan.
IntiNya Yesus itu Maha Pengasih dan Penyayang.
Bahkan yang buat aku terharu, ya baca artikel itu, ketika si Adam dan si Hawa berbuat dosa, dan diusir dari taman Eden, disitu para malaikat disuruh Tuhan untuk menjaga pohon kehidupan. Aku kira disitu tujuan Tuhan adalah sebatas manusia gak hidup selamanya. Karena kalau manusia hidup selamanya, gak berlaku dong hukuman neraka dan hadiah surga, toh juga udah hidup kekal kan, ternyata bukan itu.
Setelah pada hari manusia menyentuh dan memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, manusia akan mati. Dihari itulah manusia menyatu dengan tanah. Sehingga setiap tahun, manusia akan bertumbuh dan pada akhirnya menyusut.
Kebayang nggak, kita udah kempot, permintaan sama Tuhan cuma satu, pengen mati karna badan ini udah sakit2an, tapi karna Adam dan Hawa udah makan pohon kehidupan, kematian adalah mitos, sampai kiamat kita akan tersiksa. Aku pernah dengar orang yang menggunakan ilmu gaib berupa pakai susuk, matinya susah, dia mau minta mati sama Tuhan, nggak bisa2. Dia tersiksa kali. Begitulah kalau seandainya sempat Adam dan Hawa udah makan pohon kehidupan setelah makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Tapi begitupun Tuhan baik sama mereka, di kasih Tuhan mereka baju dari kulit hewan, dari situlah dunia sudah tidak damai lagi. Ketika hewan melihat darah mengalir untuk dikorbankan sebagai baju Adam dan Hawa, hewanpun yang tadinya bersahabat dengan manusia, sampai sekarang jadi takut dan tidak bisa berbicara lagi.
Sebenarnya masih panjang.
Apa yang kudapat dari artikel tersebut:
1. Hidup itu bukan game. Siapa masuk neraka, siapa masuk surga. Hidup ini, kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Artinya hidup ini adalah persekutuan.
2. Bukan perbuatan – perbuatan baik yang dinilai Tuhan (karna makhluk Tuhan itu rentan jatuh ke dalam dosa), tapi bagaimana kita mencari Dia bukan hanya ketika kita sukacita, ketika kita ada masalah pun, kita datang ke Dia, bahkan dosa sebesar apapun atau pikiran sesalah apapun, kalau kita datang ke hadapanNya, memohon ampun, Dia bakal memulihkan biasaNya dihajarNya dulu. (poin kedua ini aku punya kisah ntar ku ceritakan di part 3)
3. Hidup ini adalah kesempatan. Kita dipilihNya, artinya kita diperhitungkanNya untuk bersama Dia dalam kekekalan. Disaat lantai yang kita pijak pada saat ini pengen hidup, tapi kita yang dipilihNya untuk hidup bersamaNya, maka jangan sia-siakan segalaNya dari Tuhan biarlah itu menjadi berkat karena kita sudah diberkatiNya terlebih dahulu.
4. Sekarang kalau liat orang, bukan sebagai partner untuk bersaing, tapi teman untuk bersama-sama bertumbuh dan melayani dalam Tuhan.
Selanjutnya bakal aku jelasin lagi di Part 3.
0 notes
Text
4. 1. Hidup Baru Part 1: Jangan Lelah.
Well, aku udah cari dan fix bukunya ilang. Gak tau ntah kemana. Masa aku beli lagi? Copy lah ye kan? 😂. Aku udah cari di segala sudut hingga ke kamar mandi sekali pun, nggak nampak ya O'Lord. Kakak aku udah tanya jadwal kami. Dek, kapan kita semua ketemuan. Mampuslah aku minimal dinasehati karna buku aku ilang. Gampang sih ngelesnya, kak, kan bisa difoto atau di kopi?. Yakin seyakin yakinnya pasti di bilang, Deb, capek loh orang yg buat buku, kau tinggal kopi. Huh sudah lah, kuputuskan fotokopi aja. Ribet mikirinnya.
Nah, aku jelasin setiap topik aku pakai part. Gak langsung jleb. Ntar disangka curhat karna panjang-panjang. Tapi memang begitu kan 😂. Semoga bisa terkontrol dan terstruktur bawaannya. Karna di tumblr aku ini, pengennya kayak ngomong sih bawaannya, nggak puebi kali lah, atau eyd, jd gak ada mana baku tak baku. Ya kayak ngomonglah. Karna suatu hari nanti, kalau aku jatuh lagi, aku baca catatan ini, bawaannya nggak ngejudge diri. Harus baper kalau aku baca tumblr ku ini. Suatu saat ketika jatuh aku gak baper membacanya, berarti sia2 aku buat catatan atau manatau ada yang perlu dan baca catatan aku ini, dianya gak baper, sia2 dong waktuku terkuras membuat catatan ini. Baper disini bukan mewek, panic atau manatau kesem2 sama aku yang dalam hatinya, deb wa suka pikiran you apalagi sama you (ngarep kali aku 😂) No! Pengennya bapernya, oh aku harus memperbaiki sisi ini dari hidupku. Oh aku gak boleh tiru debdeb yang suka main hape kalau di kamar mandi😂. Misalnya begitu. Wkwk. Bukan mewek, trus berdiri sambil nangis sambil mukul2 dada, aku harus berubah. Nggak perlu lah kayak begitu. Kasian dada you dipukul pukul, mending sini aku senderin. Wkwk becanda 😂 . Why aku nulisnya kayak ngomong. Biar disamping pengakuan dosa, ada ketawa2nya. Dalam hati, ya ampun kok alay kali aku pada saat itu ya, O'Lord 😂.
Btw, aku kesel tadi. Karna udah capek nulis catatan ini dari smalam, eh paginya kehapus gara2 kami beli makan, aku lupa nyimpan di draf. Pas waktu mau ngepostnya, ilang. Padahal udah bagus ku buat.
Ahsudahlah...ulang lagi 😑
Ok. Jadi aku mau cerita. Aku punya teman. Teman tidak sepermainan. Kemana ada dia selalu tak ada aku. Eh bukan. 🤣 kok malah pengalaman ya 🤣
Ada teman aku. Taun lalu datang ke rumah. Nginap dia nya karena nyampek bandara tengah malam. Bus ke rumah dia gak ada kalau malam hari. Jadinya dia memilih untuk ke rumah aku nginap, biar besoknya berangkat dari rumah aku ke kampungnya. Trus pagi2nya, kita sate (saat teduh), masing2 karena bahan kami beda. Dia dari buku, aku dari hp. Trus selesai kami sate, dia bilang gini, deb kau udah hidup baru? Trus aku jawab, udah. Tapi hati aku gak enak menjawabnya. Karna aku nggak ngerti konsep hidup baru sebenarnya gimana.
Jujur aku disitu salah ngartiiin hidup baru itu apa. Definisi hidup baru aku tahun lalu itu dan tahun2 lalunya lagi adalah aku terima Kristus, aku rajin doa, sate dll lah yang baik2 dan aku rasa kalau aku terima Kristus bakal hidup aku baik-baik saja sampai akhir hayat. Nggak akan pernah berdosa lagi. Suci terus sampai akhir hayat. Jadi anak alim dan beda kasta dengan orang-orang yang nggak hidup baru. Terkadang aku juga bisa tangkap lewat apa yang kuliat dan kurasakan dari teman2 persekutuan ku selama zamannya sekolah sampai sekarang bahwa maaf banget aku harus terbuka, teman-teman yang aktif di aktivitas atau kegiatan-kegiatan persekutuan merasa aku itu suci kamu tidak karena kamu gak kayak aku yang ikut persekutuan sehingga kamu itu gak level lah sama aku. Kamu itu dosa banget. Atau paling parahnya, Tuhan itu gak dekat sama kamu, kamu titisan iblis. Judge nya banyak. Atau salah ngartiin ayat yang bilang kamu adalah pemberontak dunia. Jadi idealisnya tinggi banget. Semua yang dilakuin orang dimata dia salah. Sehingga, yang tadinya dia mikir ini baik supaya orang2 berubah, eh, orang2 malah jadi takut. Takutnya disini ke arah negatif ya, bukan takut sama Tuhan tapi takut ke dianya. Jadinya bukan malah ngajak orang sama2 bertumbuh dalam Tuhan, tapi nambahin dosa ke orang karena orang jadi gak suka sama dia dan terbentuklah pemikiran orang-orang kalau mengikuti persekutuan hanya untuk orang-orang suci. Tapi almost overall, we are God's best teams but sometimes there are several of us have many different minds. Termasuk aku dulunya. Semoga kita gak ada yang sombong rohani lagi, itu buruk buat kita dan oranglain.
Sebenarnya apa sih hidup baru?
Teman aku bilangnya hidup baru itu pekerjaan Roh Kudus. Yang satu lagi bilang ketika kita terima Kristus, kita mengikuti kehendakNya. Yang satunya lagi bilang, kita harus meninggalkan kehidupan kita yang lama, yang buruk-buruk itu.
Semua benar.
Kalau aku pribadi setelah mendapatkan banyak pengalaman 😁 aku bisa menyimpulkan bahwa hidup baru itu ketika terima Yesus, berarti aku anakNya sekarang. Otomatis aku harus ikuti kehendak Dia. Aku harus mau di hajar Dia, seperti bapa sayang anaknya dan percaya yang Dia lakukan terbaik untuk semua anak-anakNya.
Ibaratnya gini, bapak aku melarang aku main hujan, padahal aku pengen kali main hujan, bapak ngelarang karna ntar aku demam ntar gak bisa datang ke sekolah karna kalau gak bisa datang ke sekolah ntar ketinggalan materi pelajaran, aku sambil liatin teman-teman aku yang ayik main hujan dengan sedih. Ketika aku dengarin nasihat bapak aku, aku jadi sehat. Gak sakit. Otomatis aku gak ketinggalan matapelajaran, kan. Teman aku yang main2 hujan tadi, besoknya gak datang dan dia ketinggalan mata pelajaran, dan harus merelakan waktu istirahatnya untuk mengejar materi, misal ngerjain tugas dihari dimana dia nggak datang. Padahal seharusnya kalau dia gak main hujan, dia bisa melakukan waktu dia untuk istirahat, biar fit melakukan kegiatan yang lainnya.
Begitulah yang kurasakan.
Ada dua sisi yang kurasakan. Ketika Tuhan nyuruh aku naatin perintahNya dan aku taati walaupun nggak sepenuhnya, aku bersyukur sekarang. Oh, thank you God masa mudaku Engkau pakai. Dulu, waktu zaman2 aku sekolah. Hang out dengan kawan bisa diitung pakai jari-jari tangan, kaki dan minjam jari orang lain 😂karena banyaknya kegiatan dan porsir kali sehingga, buat aku suka banding2kan aku dengan teman2ku. Selalu aku ngeluh gini, Tuhan dia kok enak kali. Waktu dia main2 ada. Terus dia supel bawaannya, aku kaku. Dia punya banyak teman, aku kok kayak gak nyambung gitu temanan sama siapapun, dia menikmati masa mudanya dengan normal, aku kok Tuhan tuntut untuk yang begini, sih. Capek loh aku Tuhan. Merelakan hari2 ku untuk setiap kegiatan yang Tuhan tunjukkan. Disaat anak2 seumuranku bisa merasakan indahnya kehidupan FTV dalam hidupnya, aku melaksanakan rutinitas yang buat aku mual. Tapi dampaknya sekarang kurasakan puji Tuhan. Thank you Jesus. Kalau Tuhan gak kayak gitu ke aku yang lalu-lalu, gak ku kenal Tuhan kalau Tuhan itu kasih. Kalau aku gak kayak gitu, aku hanya tahu Tuhan didalam alkitab, dalam kehidupan sehari-hari hanya sekedar berdoa waktu makan.
Bukan berarti yang punya waktu hangout atau punya cerita masa muda kayak ftv, gak baik ya. Tuhan beda2 metode mendidik anak2Nya. Karna kita semua diciptakan unik, kebutuhannya beda-beda. Tuhan didik aku, metode serius. Disamping itu benar2 kebutuhanku karena ada sesuatu yang terjadi dihidupku, aku gak rusak. Dan potensi aku untuk rusak itu, tinggi loh setelah kusadari kalau aku jalan sendiri pada saat itu sampai sekarang. Aku udah rasakan sekarang. Andai ku ikuti aturan mainku, keinginan dagingku pada waktu zaman2nya sekolah, rusak aku dan juga merusakkan anak orang. Rahasia kenapa bisa ku bilang kayak gitu. Cuma aku dan Tuhan yang tahu why didikan Tuhan metode ftv gak diizinkanNya samaku sampai sekarang. Bisa saja seseorang dididik Tuhan metode ftv, karena itu kebutuhannya. 20 tahun umurnya, udah 20 orang dikenalnya special di kehidupannya. Sampai di list 😂 atau sebanyak ex nya sperti di film tamvan keterlaluan. Wkwkwk. atau Tuhan kasih jalan atau metode dalam hidup seseorang itu yang sulit banget yang kalau aku jalani bisa aja aku gak sanggup, tetapi seseorang mampu melewatinya. I cnt jugde evryone in his/her life because of her/his ways. Jesus know you so well than me.
Aku sendiri memutuskan hidup baru itu waktu aku dikasih buku ini, pertengahan 2016. Tapi cuma dimulut doang. Nggak ngerti aku soalnya. Gak ngertinya prosesnya bukan teorinya. Teorinya mah kau tinggalkan semua yang gak sesuai kehendak Tuhan, dan mulailah mengikuti kehendak-Nya. Dan apa yang kau harus tinggalkan? Blabla, ini itu. Begitu kira2. Aku cuma ngangguk. Ahsiyap! Dan ternyata semua itu prosesnya panjang cuy sampai sekarang. Aku sampai gelagapan dalam prosesnya. Dan aku baru sadar sebenarnya udah diproseskan Tuhan begini dari dulu, bahkan sebelum aku tahu apa itu hidup baru.
Dalam prosesnya banyak sih yang diluar dugaanku. Bahkan aku nanya2 dan aku merasa kusut kayaknya perasaan aku 😂 , aku gak tau mau bilang kan gimana mendeskripsikannya. Ku bilanglah kusut. Cenat cenut kayaknya gak tepat. Aku pun gak tau apa itu cenat cenut. Walaupun, dulu masa puber2nya teriak2, "Mor...gan ganteng kali ya ampun", lanjut terus nyanyi "you know me so well", sisirpun jadi microphone. 😂.
Jadi, baru skarang ku sadari, oh jadi semua yang terjadi ini namanya proses, toh. Bahkan sekarang juga proses. Dan bahkan, proses ini berlanjut terus sampai kapan dipanggil Tuhan.
Ada banyak yang kulakukan dalam proses pelepasan hal2 gak sesuai dengan kehendak Tuhan. Sampai aku panik kali karena aku gak sadar melakukannya. Tapi sekarang aku ngerti. Oh, Tuhan baik kali... gitu. Ya, untungnya waktu aku gelagapan, aku terus doa. Karna jujur aja, aku tertekan dan larinya jalan2 ke Brastagi sama kawan2ku. Pelarian aku kalau stress, Berastagi, bok. Sampai uang aku gak balance. Dan mommy aku curiga, because aku bisa kekurangan uang pada saat itu, padahal biasanya cukup. Tapi biasanya selalunya my mom curiga dengan keuangan aku karena semenjak adek2 aku kuliah, mereka nabung. Aku jarang. Tapi mana mau aku kasih tau larinya kemana. Gak ke berastagai ya. Udah tobat aku 😂. Beda dong. Adek2 aku rata2 planning mereka simpel. Tamat kuliah-kerja. Aku itu bandal sebenarnya. Kacamata aku aja nutupi 😂. Aku banyak organisasi. Bukan supaya keren2an ya. Alasanku invest uangku ke komunitas2: 1. Belajar. 2. Aku sayang sama mamak bapakku makanya aku ikut organisasi. 3. Hidup cuma sekali. 4. Aku gak punya apa2 untuk kuhibahkan ke masyarakat. 5. Latihan untuk bisa jadi wanita carrier disamping ngurus keluarga. 6. Latihan dunia kerja. 7. Aku gila kerja 😨 walau terliha tidak terlihat 😂. 8. Dunia itu luas gak hanya kampus doang, dan aku udah laksanakan ini sejak masa sekolahan. Why, aku gak terlalu aktif di sekolah karna aku suka mengkotak2 kan, aku suka terstruktur, tempat belajar ya belajar, organisasi beda dunia dengan sekolah. 9. Tempat kerja tidak selalu menyenangkan sehingga perlu latihan di bawah tekanan. 10. Latihan untuk tulus2 lah dalam bertindak.
Tapi uangku gak hanya disini doang. Masih banyak ku buat, tapi semua positif kok. Nggak ke negatif. Terakhir kali 2015-17. Janjalan kerjaku. Rasaku janjalan bukan hal yang negatif 😂 Soalnya, setelah itu ku tulis tempat2 yang menarik di SumUt, tapi belum ku post. Ini aku bingung. Apakah ku post di flatform atau blog pribadi aja ya? 😁
Why aku invest uangku. Logikanya. Hidup ini tidak terlepas dari berusaha dan nasib. Dua2nya ini penuh kejutan. 1. Berusaha. Semua orang mikir dan emang logikanya. Anak yang juara bakal berhasil. Ternyata tidak sodara. Nasib megang peran penting. Banyak yang pintar tak punya nasib bagus. Banyak yang malas nasibnya bagus kali. Hal ini mengajarkan jangan sombong.
Aku disisi berusaha dari dua pilihan itu. Gila aku liat lowongan kerja sekarang. Fresh graduate. Pengalaman kerja minimal setahun. Gmn caranya coba? Mata kuliah penuh. Tugas ini itu ada. Kerjanya kapan supaya tamat bisa masuk ke kantor atau perusahaan itu karna minta minimal kerja setahun. Terus, ortu punya harapan anak2nya bakal sukses dikemudian hari. Hanya bermodalkan percaya nasib, satu dari sekian ribu orang yang dapatin itu. Dan aku pribadi kalau aku gak berusaaha, percaya nasib doang, terganggu kepercayaan diriku bahwa nasibku bagus dikemudian hari.
Aku gak menyayangkan adekku ya yang kerjanya kuliah pulang kuliah pulang. Ntah merekanya yang lebih sukses dari aku.
Why, aku nganggap organisasi2 itu investasi terbesar di hidupku. Bukan hanya organisasi, tapi ada beberapa juga yangvku kerjakan untuk bisa bertahan hiduplah minimal, puji Tuhan sukses berat 😊 dikemudian hari. Bukan menghasilkan kekayaan tapi gimana cara terus menjadi berkat bagi banyak orang dan terus mengenal Tuhan, itu investasi yang ku mau. Dan puji Tuhan aku masih dijalanNya sampai sekarang dan semoga bakal terus begini walau hidup sepait kopi tanpa gula 😂.
Aku tipikal cewek yang megang dua2nya prinsip modern dan tradisi ya. Misal, cewek itu gak usahlah kerja keras, toh yang cari nafkah bakal suami, paling utama dari cewek merawat keluarga. Aku tentang itu. Satu, bapak sama mamak aku capek nyekolahkan. Kedua, aku capek ngabisin waktu ku lakukan ini itu, ketiga, capek Tuhan kasih ini itu ke aku, tapi gak ku tanggungjawabi. Why, menulis adalah jawaban penengah dari keadaan dimasa depan dimana aku tidak memungkinkan untuk bekerja karna keadaan keluarga aku yang sangat memerlukan aku untuk stay cantik dirumah. Dan sekarang aku lagi berusaha untuk merebut kepercayaan diposisi itu, karna kalau gak ada yg ku kerjakan nantinya, bisa sakit kepalaku. Semoga aku kerjalah dimasa depan. Kedua, aku bukan tipikal yang menjadikan cowok punya tanggungjawab besar dalam menafkahi. Jadi dia sampek mau mati, banting tulang demi menjadikan keluarganya bahagia. Terus sesuka hatiku makei duit dia demi jadi wanita sosialita misalkan. Aku tahu gimana capeknya kerja 😭, pastinya aku manajer keuangan keluarga nantinya, harus pintar menghandle dua gaji menjadi satu, kalau aku kerja, dan gaji dia aja, kalau aku gak kerja. Disisi tradisi. Aku harus tunduk sama suamiku. Dan itu bukan hanya tradisi doang, udah ada di alkitab, lho. Kalau aku pribadi, aku ngerti laki2 itu terlahir jadi hero, kalau aku sistem keras, biar susis, kepercayaan dirinya bakal down cuy, dan aku gak suka itu. Cukup sekarang aku keras dan idelis untuk jadi wanita lembut kedepannya. 😂
Gitu lohh. Kok jadi kayak promosikan diri ya? 😂. Next..next..
Dan aku bersyukur. Masih mengandalkan Tuhan sehingga, ini semua masih dituntunya. Walau aku mewek jalaninya, tapi tidak mengurangi rasa senangku dan syukurku melewati hidup ini. Ini lah sisi pertama.
Sisi kedua. Aku gak sepenuhnya taat sama perintah Tuhan. Ketika aku melepaskan banyak hal dari kehidupanku, ada beberapa yang kekeh aku gak mau melepaskannya dan beberapa yang sulit melepaskannya. Alhasil, tetap terbawa pikiran bahkan merugikan, sekarang kurasakan dan proses memperbaikinya, betul2 menguras otak sekarang. Dan itu masih terjadi sampai sekarang. Susah banget. Karna udah aku bawa terus dari dulu-dulunya. Dan ini yang sedang aku perangi. Inilah proses yang gak mudah itu. Tapi aku yakin, aku pasti bisa melakukannya.
Nah, cara Tuhan melepaskan hal2 yang buruk yang menjadi kebiasaan kita atau akibat dari aksi yang dilakukan kita atau oranglain sehingga imbasnya yang buruk kena ke kita itu, unik dan mengejutkan.
Ntar ku bahas di part 2.
0 notes
Text
3. Topik Part 1
Entah kenapa kehidupan kampusku terkonsep kali dengan buku dari komunitas kampus aku yang berjudul memulai hidup baru. Aku dapatinnya pertengahan tahun 2016 yang sampai sekarang nggak habis-habis 😂, soalnya sistem kelompok kecil aku nggak efektif kali. Mainnya gini: satu nggak datang, nggak bahas bahan, jadinya jam doa. Jumlah kami 8 orang dan gak ada yg mau dipecah karna kami se-geng 😂, resikonya nggak maju-maju, bahannya ya. Iman masing2 orang, hanya masing2 orang itu dan Tuhan yang tahu.
Nih, 12 topiknya:
1. Hidup Baru
2. Waktu Teduh
3. Doa
4. Belajar Firman Tuhan
5. Bersekutu
6. Bersaksi
7. Melayani
8. Mengetahui Kehendak Allah
9. Godaan dan Pencobaan
10. Seks, Cinta, dan Pernikahan
11. Harta Benda
12. Waktu, dan Bakat
13. Berbangsa dan Bernegara
Sejujurnya, udah nggak tahu lagi aku dimana buku ku. Bulan lalu seingatku, ku buat di lemari di kos ku. Kuperiksa nggak ada. Ntah lah di rumah. Tapi kayaknya nggak mungkin. Terlalu rajin aku bawa-bawa itu ke rumah 😂. Mau ngapain aku bawa2 itu ke rumah. Kurasa keselipnya itu entah dimana.
0 notes
Text
2. Tujuan Part II
Nah, aku buat catatan ini karena terinspirasi dari oppungku yang bagiin bukunya ke anak-anaknya (konsumsi keluarga) yang berjudul "Jujur Ngolu" kalau bahasa Indonesia nya Riwayat Hidup. Jadi aku udah coba baca buku itu sejak pertama kali di bagikan sekitar kelas 2 atau 3 SD, tapi sampai sekarang lumayan ngerti, gak semua aku mengerti di dalam buku itu karena overall, oppung aku gunakan bahasa Batak Toba. Mirisnya, aku batak dalle, apa ya bahasa Indonesianya 😂 intinya nggak nguasainya lah.
Yang aku dapat dari buku oppungku, beliau ceritain mulai dari masa kecilnya, gimana dia berusaha untuk sekolah, gimana kisah cintanya bukan hanya kisah cinta sama oppung boru (nenek) aku aja, tapi juga gimana tidak jadi menikah dengan paribannya (anak pamannya), gimana beliau berjuang mendapatkan harta-hartanya. Jadi, sayang kali kalau keluarga aku nggak baca buku oppung dan aku yang kepo dari tahun ke tahun dengan buku oppung aku, jadi terinspirasi untuk buat kayak begitu ntar dimasa tua nanti biar bisa jadi inspirasi anak cucu. Makanya dari sekarang aku belajar untuk membagikan apa yang aku pelajari, kalau membagikan apa yang aku alami belum mau ya, karena masih jaga privasi dan aku pemalu loh sebenarnya 😁 (aku agak geli dengar kalimat kayak gitu kalau teman2 ku ngucapin. Misalkan ada suatu kejadian apalah.. misalnya disuruh jadi mc, terus teman aku yang dipilih jadi mc nyeletuk sebenarnya aku pemalu wee, atau sebenarnya aku pendiam. Terus teman aku yang ngucap ini tipikal sengklek, easy going, perusuh, jadi ngezelin gitu dengarnya.) Semoga aku benar2 pure membagi tanpa ada embel2 nunjukin privasi. Semoga 😁
Tujuan selanjutnya, nah ini curhat ni 😁. Jadi aku itu malu kali sama diriku yang ketiban masalah-masalah, wajar ya kan ada masalah-masalah, namanya manusia yang hidup di dunia pasti ada aja masalah. Nah, suatu hari aku malu sama diriku di masa kecil kalau ada masalah ceritanya ke Tuhan, trus waktu bapak nasihatin aku secara personal kira2 Desember lalu, "doain masa depanmu", seketika teringat masa kecilku, pure ngandalin Tuhan bukan manusia. Jadi, aku mikir gini, kok aku baru ingat sekarang, ya. Andai aku ingat dari kemarin, nggak bakal seribet ini. Jadi, selak aku lupa pula dengan hadiah yang diberikan Tuhan samaku berupa pelajaran-pelajaran yang aku terima selama masa ngampus, aku tulislah disini.
Why nulisnya di tumblr dan sharenya ke twitter?
1. Pengen di fb tapi aku ngerasa awkward makenya.
Nah, fb aku ada wkwkwk banyak. Udah ku matiin semua, tinggal 1 yang temannya cuma teman-teman kampus dan teman-teman komunitas dan itu aku komit, bukanya kalau emang butuh. Misal komunitas bagiin sesuatu lewat fb, atau tugas komunitas di share harus pake fb dan bukanya juga sekali 2 bulan atau kalau emang perlu. Terus, aku pribadi nggak terlalu suka sosmed yang fiturnya nyemak, nggak teratur versi aku maksudnya. Fitur fb itu ramenya gak teratur, jadi aku gak suka yang begituan trus mau fb spam iklan, kan. Disamping itu juga, kalau aku bagiin ini, mikir "gimana ya kalau orang-orang pada liat", gak nyamanlah pada saat ini utk share ke fb.
2. Share di blog itu ribet.
Nah, kalau pakai blog, lagi-lagi tampilannya. Ribet menurut aku. Jadi kalau aku share tulisan ke blog komunitas, mau naik darah. Mau kepencet posting, padahal seharusnya di simpan dulu supaya bisa diedit sebelum di konsumsi orang-orang. Trus kan kalau kita nulis kiriman/tulisan tampilannya kayak word, melebar, gak enak ngetiknya di hp. Enaknya di laptop dan buka laptop aku malas kali kalau bukan karena tugas.
Aneh juga kalau misalkan nulis pake bahasa informal di blog. Aku pernah buat tulisan kayak gini nih gaya bahasanya, kayak gak pantas gitu. Bayangin, kau udah buat tampilan cantik di blogmu, trus kau pakenya bahasa alay, kesannya jatuh kali gitu, loh. Tapi ini tergantung selera masing-masing, ya.
3. Nulis di ig atau share di ig.
Apalagi ini. Aku lagi gak aktif dulu di ig2 aku. Ig aku banyak. Alay kali ya banyak akun. 😂 Jadi gini, kebiasaan aku itu, gak suka liat sosmed nggak teratur.
Nah, ig dulu belum banyak fitur kan. Teman dekat belum ada, hide belum ada, nampilin story belum ada. Jadi pengen buat banyak tema dalam satu akun nggak bisa dan itulah kenapa aku banyak akun ig.
Satu ig aku, ku buat untuk puisi-puisi aku atau tulisan2 aku, tapi ini lagi nggak ku mainkan. Komit nggak mainkan setaun karena takut tergoda liat beranda atau story followingku. Buang-buang waktu untuk saat ini. Lagi nggak tepat waktunya untuk ngabisin waktu. Ig ku yang utama ku juga nggak aktif. Kejadiannya sama, buang2 waktu aja. Terus ada ig untuk travelling. Seiring berjalannya waktu aku hide semua kirimanku, kuganti jadi lapak jualan, ini juga bakal ku hide. Bosan soalnya.
Terus, otw buat ig khusus bahasa Inggris. Ini proyek aku, semoga kesampaian.
Nah, yang aktif itu, ig aku untuk tugas2 komunitas, dan share sesuatu kalau ikut lomba. Teman juga satu komunitas aja. Jadi teman aku kusengaja dikit supaya bebas ngeposting dan juga nggak kepoin kiriman following kan. Aku sempat jahat ya. Kan fb aku untuk tugas2 komunitas yang sekarang lagi aku jalankan berteman sama teman2 kampus. Ku block mereka weee 😂... supaya jd gak temanan lagi... jangan tiru ya weee. Bukan berarti rusak hubungan di kehidupan nyata, kan. Memang pure lagi perlu ig utk tugas2 aku wee...
Nah, aku punya kebiasaan gitu. Makanya mamaku bilang aku ngeselin karena kalau aku ngirim sesuatu, besok barangnya ilang bisa ilang atau seminggu kemudian ilang, atau sebulan kemudia ilang😂 sia2 orang ngelike, gitu kata mamakku. Wkwkwk.
Aku mau gini. Ini kejadian di ig utamaku ya. Aku rada2 aneh gitu. Ngirim postingan kebanyakan di teman dekat. Ya, aku mikir, gunain dong fitur teman dekat, hargai yang ciptakan 😂 karena aku orangnya tampilan harus sesuai tema, postingan teman dekat, aku share ttg keluarga dan teman2 atau tentang kehidupan sehari-hari gitu. Awalnya begitu, terus aku merasa awkward kalau aku liat tampilannya gak ok. Ku hide 😂. Gitu juga kiriman utama di ig utamaku. Awalnya pengen buat tema musik, menurut aku awkward dan jujur aja setiap kali aku ngepost musik itu, aku jantungan. Bukan karna yang ngomen atu ngelike siapa. Aku bakal deg2an dengan siapa yang liat postinganku ini. Walaupun kalau kita share 1 postingan banyak video jadi nggak ditampilin berapa yang view, tetap aja sejujurnya keringat dingin mostingnya. Tapi apa boleh buat, aku perlu share musik itu juga untuk latihan mental. Tapi bentar lagi ku hide, kalau aku berhasil beli kamera dslr. Bakal ku buat postingan ala2 fotografer. Kalau share puisi atau kutipan quote dari literatur2. Kesannya menurutku awkward. Alasannya, awkward, 😂 aku juga bingung kenapa awkward. Terus story yang aku tampilin rencananya semua buku2 buatan aku. Ntar di bioku, aku tampilin link blog travelingku atau mengenai makanan atau warisan-warisan negara. Jadi kesannya kayak aku punya galeri pribadi gitu lohh. Sayang aku nggak pintar melukis. Keren kali kalau postinganku penuh lukisan. Kesannya wow... ini baru galeri sebenarnya.
Membagikan tulisan beginian di ig, terbatas jumlah katanya. Aku pernah nyoba buat caption panjang, mau ngukur, ig bisa, nggak jadi media sejenis blog. Nggak bisa ternyata, terbatas. Padahal seru juga ngeblog pake ig.
4. Ini dia tumblr.
Aku senanglah waktu tumblr di blokir karena isu bokep. Jadi bukanya pakai vpn. Berasa eksklusif para penggunanya. Wkwkwk. Tapi sekarang, beberapa kartu perdana dan wifi sudah bisa buka tumblr tanpa vpn. Yahh... bakal rame dong bentar lagi.
Nah, kenapa aku suka tumblr. Gak ribet tampilannya. Ngetik tulisan seakan ngetik status di sosmed. Trus karna tampilannya gak ribet, gaya bahasaku pun tergoda untuk nggak ribet. Bawaannya kayak ngomong sehari-hari kalau udah ngetik disini. Nyaman.
Gitu aja sih alasan aku.
Trus kenapa aku sharenya di twitter. Karena teman aku dikit. Aku add sekitar sembilan puluhan yang follow cuma belasan. Jadi nyaman ngesharenya dan juga aku memang udah komit buat share yang bermanfaat di twitter aku dan twitter yang aku baru buat saat ini aku lagi nggak mau aktifkan setaun ini karena lagi ada sesuatu alasan ntar aku sharing disini kenapa begitu, dan aku juga pengen kali gitu buka twitterku di desember ini, dan aku terkejut. Wow, aku udah nulis sebanyak ini. Seru bukan?
Itu dia alasan kenapa tujuanku buat catatan dan kenapa sharenya disini.
Aku jadi ingat, ujian aku smalam kena coret di bagian conclusion esai aku. Aku nulisnya gini: that's all about the reasons why blablabla.. bahasa Indonya "itu dia alasan-alasan mengapa..." seharusnya in conclusion, baru kalimat restatement dari pendahuluan wkwk. Pokoknya nyaris satu kelas dapat nilai rendah termasuk aku di dalamnya. Habis dinasihatin kami satu kelas. Wkwk.
Ok aku bakal mulai ngeshare setelah ini.
0 notes
Text
1. Semua Punya Tujuan
Aku bersyukur punya hidup yang diberkatiNya selama masa ngampus. Sebenarnya, catatan ini ingin aku simpan sendiri karena untuk konsumsi ku pribadi kalau aku lagi galau ataupun dilanda masalah, atau suatu waktu aku jatuh ke dalam dosa entah tahun berapa terjadinya. Namun, aku ditegur. Kalau simpan sendiri artinya egois. Manatau ada yang butuh. Jadi, kusebarkan saja pelajaran-pelajaran kehidupan yang kuterima selama masa ngampus. Pelajaran-pelajaran ini segede berapapun ukt ku, gak bisa membayarnya. Mahal harganya. Bahkan, sampai sekarang aku gak nyangka semua itu kuterima karena anugerah-Nya yang selama prosesnya tak ku sadari Dia sedang mengajariku, memperbaiki, dan membentuk aku. Sehingga, selama melewati ini gak luput dari derai airmata karena manjaku, akunya yang suka ngeluh, dan aku yang gak ngerti Dia mau gimanain aku. Tetapi puji Tuhan ada satu kesempatan digerakkanNya hatiku untuk menyadari semua ini. Semua yang terjadi adalah teramat baik. Seperti bapa sayang anaknya, Dia memperhatikanku.
Awalnya aku malu menunjukkan tulisanku ini ke banyak orang, makanya sempat aku punya catatan yang hanya aku yang tahu. Takut di judge sok sucilah, entahlah... banyak kali judge untuk orang yang suka menyebarkan firTu. Terus banyaknya orang2 yang suka melayani Tuhan, didapati mereka jatuh ke dalam dosa, membuat makin banyak orang yang menghindari diri menjadi saksi Dia. Termasuk aku pernah seperti itu. Namun, untuk sekarang aku gak peduli. Orang-orang yang se aktif apapun di pelayanan gereja, atau sebaik dan se hero apapun dia, bisa jatuh ke dalam dosa karena mana ada manusia yang sempurna. Besokpun aku bisa saja jatuh ke dalam dosa bahkan aku pernah mengalaminya. Se saleh apapun manusia pasti pernah diuji dan ada saatnya remedial karna gak berhasil melewati ujian. 😊
Catatan ini ku bukakan ke orang2 (sebenarnya masih deg2an kalau orang baca catatanku karna gak pede aku nunjukin ini, cuma gak boleh egois.) karena betapa enaknya hidupku ditolong Dia sampai sekarang. Banyaknya orang-orang disekitarku yang kujumpai penuh dengan inspirasi. Jadi ingin ku bagikan saja karena seiring bertambahnya umur, kapasitas memori juga terbatas, mending ku tulis disini semua sebelum lupa. Karena sayang kali kalau lewat begitu aja tapi hampa.
Sekian. 😊
0 notes