Tumgik
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Aku mencintaimu tidak melebihi cintaku kepada Tuhanku. Tapi aku mencintaimu, selayaknya hadiah terindah yang Tuhan berikan untukku.
13 notes · View notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Kalau kegiatanmu adalah pelarianmu untuk melupakanku. Mengapa tak lari saja kembali kepelukanku, karena aku juga tak mampu melupakanmu.
2 notes · View notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Aku benci insom. Karna membuatku selalu teringat ttgmu.
#kdpp
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Kadang cinta itu lucu. Pacaran atau menikah dengan siapa, tapi cintanya untuk siapa? Kalo begini siapa yang salah?
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Surat Teruntukmu
Ada rasa sesak di dalam relung yang tak terjamah.
Menjadi jerit yang tak bersuarakan.
Mencoba memahami meski raga sudah lelah.
Cinta yang tak terhargai hanya karna sebuah kekurangan.
Teruntukmu...
Coba lihat lukaku...
Coba untuk pahami cemburuku
Jangan hanya pahami suara sumbang sekitarmu.
Teruntukmu...
Sadarkah waktuku terkuras untukmu?
Sadarkah bahwa semua raga dan hatiku hanya tertuju padamu?
Coba resapi itu,
Agar kau tak hanya mendengar seruan jiwa yang membenciku.
Teruntukmu...
Tolong tanyakan pada hatimu.
Apakah cintaku tak cukup buatmu utuh?
Begitu tak ada artinya sedikitpun kah aku?
Tangisku bukan karna apa-apa
Tangisku karna saat para jiwa lain menghinaku dan kau hanya diam.
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Lelah dan sulit mana, jalani hubungan ini bersamaku atau tanpaku?
1 note · View note
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Kamu tau, melepaskan itu tak semudah kata-kata. Jadi mungkin biarkan saja begini, sampai waktu sendiri yang menghapus jejak ceritanya, hingga kulupa bahwa kutelah melepaskannya.
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Ya sudah begini saja dulu, kamu ditempatmu... Aku ditempatku. Saling berdiam meski rindu, dan tetap mencinta yang kita sampaikan kepada masing-masing Tuhan kita. Siapa tau nanti, saat rindu dan cinta ini tak tertahan lagi kita dapat dipersatukan.
-
2 notes · View notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Mungkin cinta sejati itu seperti ini, saling cinta namun tak harus bersama. Dan tetap mencintai dengan mendoakan satu sama lain agar bahagia, meski tak bersatu.
-cinta beda agama
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
"bertanding saling menahan rindu, lalu siapakah diantara kamu dan aku yang kuat menahannya?"
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
"Saat ini Hanya bisa, menyebut namanya dalam Doa. Cara mengobati rindu dan menunggu dengan sederhana"
#kdpp
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Berhenti Saja
Kamu sudah datang, Sudah membuka pintu yang tadinya tertutup rapat. Kamu sudah menjadi penawar, Dari hati yang pernah terluka. Kamu sudah menjadi tawa, Saat duka tak pernah hilang.
Pahamkah, bagaimana duniaku berubah tidak jenuh? Mengertikah, bahwa suaramu sudah menjadi candu? Dan taukah, bahwa hadirmu selalu kuharap dalam tiap langkahku?
Mungkin ini tentang rasa lelah yang bertemu muara. Lega... Menghempaskan semua penat. Layak rumah yang tak pernah ingin ditinggal.
Dan apakah hatimu rasakan seperti ini?
Berhenti saja disini, disampingku. Jangan lari atau hilang mencari yang lain. Tetap saja disini, disisiku. Mari kita mulai saling mengisi hati yang kosong. Mari kita membuat cerita yang berakhir bahagia, sampai janji ini terucap dihadapan sang pencipta.
Maka... Berhenti saja disini, jadi teman hidupku.
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Ini Rindu
Ada gelitik di kalbu, Dingin menyerang hingga ke tubuh. Seperti ada pilu, Tercampur oleh getaran rindu.
Ingatan cerita berawal indah, Memberi mimpi yang ingin terus terlelap. Kini saat nyata ku tau semua menyobek asa, Karna jumpa tak mengerti kapan lagi kan tiba.
Ada getar suara tertahan dalam hati, Ragu untuk berbisik. Lidah berubah menggigil, Menjadi bisu saat ingin menyuarakan hati.
Rasa ini sungguh pilu, Tak paham bagaimana cara membendung. Mungkin cukup kamu sebagai pelipur, Rasa kuat ini ternyata rindu.
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Kau Mimpiku
Hadir dalam lelap, Memberi cahaya dalam penat. Tawanya khas, Senyumnya memberi nyaman, Dan cintanya memberi harap.
Seperti khayal dalam terik, Mengalunkan syair dalam bisik. Mempercayai kisah dalam mimpi, Yang meyakini akan berakhir cantik.
Waktu bergulir tanpa gelombang, Memberi makna yang teramat dalam. Cinta yang gesit tumbuh dalam jiwa, Meyakinkan rasa ini benar.
Rajutan jemari dalam genggam kerpercayaan. Tak termakan oleh ragu suara sumbang. Pelukan mendarat dalam raga, Mengehentikan dunia dan hanya ada kita.
Sosokmu begitu cepat ada di hati. Cintamu berlari ke jiwaku dengan gesit. Memberi warna baru dalam hari-hari Kau adalah mimpiku yang tak ingin ada akhir.
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Tak ada yang salah
Tak ada yang salah, saat kau pertama melihat dan langsung jatuh cinta
Tak ada yang salah, saat kau pertama mengenal langsung yakin dengannya.
Tak ada yang salah, saat awal berbicara dengannya dan kau tak ingin pisah.
Semua tak ada yang salah, saat ia pun merasakan yang sama.
Cinta itu antik Tak terpahami dan tak terselami
Cinta itu angan, yang terimpikan indah terkadang merapuhkan.
Dan cinta itu kamu. Tersimpan dihati secara tiba-tiba, dan menetap didalamnya.
Salahkah? Tidak... Tidak salah. Bukan kamu atau cintanya yang salah. Namun aku, aku yang salah. Jika ku tak dapat menjagamu dengan baik.
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Cahaya Dalam Gelap
Dalam merangkai tiap kata, ada banyak huruf yang terurai. Tersusun demi sedikit hingga menjadi sajak indah untukmu.
Begitu juga dalam tiap langkah, banyak cabang yang bebas kupilih.
Masih dijalan yang sama ku berhenti. Tepat dipersimpangan gelap. Lurus kah? Berbalik kah? Atau ku mencari jalan lain.
Saat itu gelap, sangat gelap.
Hingga diujung sana kutemukan ada titik cahaya. Ku tau, itu bukan cahaya yg kuharap. Namun iya mendekat. Terus mendekat hingga merajut jemariku menggenggam erat.
Langkahku mengikuti tiap larian kecilnya. Hingga kutemukan beribu kunang-kunang. Wajahnya masih samar. Namun ada lirih halus yang menengakan. "Gelap mu sudah usai. Percayalah tetap ada sepercik cahaya dalam gelap. Tetap ada kemungkinan ditengah benang kusut."
Mungkin aku bermimpi, Mungkin halusinasi.
Tapi senyum dan hangat tubuhnya nyata.
"Berjalanlah disampingku, percayalah ini tak akan berakhir gelap. Karna ku datang dalam gelapmu, untuk memberimu sinar... bukan untuk memadamkanmu."
0 notes
kdppchaca-blog · 6 years
Text
Tulisanku
Aku menulis, sesuai dengan apa yang kurasa... Tulisanku adalah sebuah kejujuran yang kadang tak dimengerti oleh sekitarku... Aku seperti miliki duniaku sendiri dari tiap kosakata yang kurangkai, menjadi titik temu dimana itu semua adalah jati diriku. Menjadi tiap cermin dalam hariku, menjadi sahabat dalam tiap kisahku, dan menjadi telinga dari setiap suara yang ia dengar.
Tulisanku sederhana, bukan kata-kata indah... Bukan sajak bermelody. Tulisanku adalah kejujuran, dari tiap rasa yang menggelitik dalam jiwa, dari tiap pemikiran yang kulihat, dan tiap fakta yang kudapati. Bukan dari kumpulan cerpen-cerpen yang mengutamakan kemanisan, tapi ini seperti fakta labil yang berganti kisah pada tiap harinya, tiap jamnya, tiap menitnya, tiap detiknya, bahkan tiap hembusan nafasku.
Mataku adalah pintu dari bangunan jiwaku, telinga adalah jendela yang terpampang disisi-sisinya. Semua menyatu, menjadi sebuah rasa... Yang terfikirkan oleh akal budi dan dinikmati oleh hati. Kemudian turun menjadi tiap tulisan-tulisan yang ku rangkai. Sepenuhnya  adalah  putih tak bernoda.
Semua mengalir bagai aliran sungai jernih yang tenang, mencari tiap muara yang dapat istirahatkan penat. Aku berada dalam titik nyaman yang tak terucap, beristirahat dalam muara duniaku sendiri, mencari kenikmatan yang tak terlihat kasat mata, yang tak tersentuh oleh belaian tangan duniawi.
Seperti awan… Yang terlihat, namun tak terjamah, yang indah namun tak ternikmati. Semua hanya klise keindahan yang dapat dirasa oleh jiwa-jiwa terabaikan.
Sore itu, serdadu air turun ke bumi, menjadi teman secangkir kopi dimasa kegalauan alam, mengundang sepoi angin merdu yang membelai wajah tak terlukis, menusuk tiap kalbu yang telah membeku… Membuka tanya dari tiap asa yang tak terucap.
Wahai dewi langit… Kau berikan rasa dari tiap nyata yang terpampang jelas dari penglihatanku, kau gerakan tiap jemariku mengalun indah diatas kertas putih tak bernoda. Dengan gesit pena itu menciptakan kosakata indah ungkapan tiap jiwa yang terangkum menjadi saksi dari tiap plot kehidupan.
Bukan raga yang tak bernyawa, bukan jantung yang tak berdetak… namun ini hanya sebatas penat yang mencari muara. Jiwa yang mencari kedamaian, arwah yang mencari surga, dan anak yang mencari bunda.
Tulisanku bagai muara yang kucari, dunia yang kukejar, mimpi yang kuraih, dan sahabat yang kudekap. Ia tidak dengan mudahnya lepas begitu saja, terlupakan begitu saja… Ia akan tetap disini, dihati yang paling dalam.
                                                                          ****
Bagai cinta yang buta akan gelapnya dunia, bagai indahnya petikan gitar yang ia mainkan, bagai petir yang menggelegar ditengah badai… Semua menjadi satu, menjadi harmoni dalam saksi kehidupan. Seperti aku mencintanya, tak dibuat-buat, tak dipaksakan, dan hanya aku yang bisa nikmati itu.
Aku bersyukur pada Sang Pencipta, ia berikan rasa yang tak semua termiliki oleh tiap jiwa-jiwa yang hidup.
Aku mencintainya seperti aku cinta menulis, putih tak bernoda… Seperti kosakata yang kurangkai, merdu seperti tiap alunan gitar yang kau mainkan. Semua menjadi rangkaian kehidupan yang kumiliki dalam tiap nafas yang kuhembus.
Seperti nelayan-nelayan ditengah laut, yang takut akan adanya ombak besar… Seperti pendaki gunung yang takut akan melutusnya gunung yang ia daki, seperti penulis yang takut kehilangan tangannya. Begitulah aku saat ini, aku takut apa yang kulihat saat ini hilang tak berjejak, aku takut tak dapat nikmati tiap keindahan yang Sang Pencipta berikan pada dirimu, aku takut tak dapat merekam itu semua dengan tulisan-tulisan sederhanaku.
Aku tak miliki apapun yang dapat buatmu bertahan disini, aku hanya sediakan kertas kosong tak bernoda ini untuk ku lukiskan keindahan yang kau punya.
Itu saja……
0 notes