Chaela Rachmawati. Chaela is her favorite nickname since she was born in 1996
Don't wanna be here? Send us removal request.
Text
Skrg yg dipantengin seputar ini ya bun. Almost warlok prabumulih 🤣🙏🏻
0 notes
Text
tapi sekarang
ada seseorang bertangan besi yang sudah menghabisi 99+1 nyawa. tetapi Allah menerima taubatnya karena saat meninggal, dia lebih dekat ke kota yang menjadi tujuannya hijrah.
ada seorang wanita yang pekerjaannya menjajakan diri. tetapi Allah mengampuninya karena dia pernah memberi minum seekor anjing yang kehausan.
Umar dulunya sangat membenci Islam. tetapi beliau wafat sebagai sahabat Rasul. Ikrimah yang ikut melawan Islam dalam perang-perang, hatinya dibalik oleh Allah.
masih banyak lagi kisah orang yang dalam hidupnya pernah tersandung dosa-dosa besar, tetapi meninggal sebagai syahid. bukan di masa lalu, orang-orang itu ada di masa kini. bahkan, mungkin di sekitar kita. coba ingat-ingat lagi siapa saja.
manusia itu tergantung bagaimana akhirnya. seburuk-buruknya masa lalu, jika Allah mengizinkan dirinya bertaubat, Allah akan menerima karena Allah Maha Mengampuni (Az Zumar: 53).
maka, janganlah kamu menghakimi orang lain atas masa lalunya. sebab bisa jadi, "tapi sekarang"-nya lebih baik darimu. tapi sekarang, dia sholat taubat setiap hari. tapi sekarang, dia bersungguh-sungguh menebus semua kesalahannya. tapi sekarang, dia senantiasa bergegas mendekat kepada Allah.
dan nggak ada yang tahu bilamana di masa depan, "tapi sekarang"-nya lebih baik lagi, lebih banyak lagi, lebih megah lagi. nggak ada yang tahu bilamana di masa depan, amalan kamu justru tidak ada apa-apanya.
kata orang, dosa itu kelihatan tapi tidak dengan taubatnya. itulah alasan kamu harus berhenti merasa lebih baik dari orang lain.
tapi menurutmu, taubat itu justru terlihat dengan sangat nyata dan terang-terangan. dia yang bertaubat, hatinya tenang. dia yang bertaubat, hidupnya bahagia meskipun banyak ujian dan cercaan. dia yang bertaubat, tidak takut apa-apa.
tapi sekarang, dia sudah bertaubat. lantas, kamu mau apa?
136 notes
·
View notes
Text

Istriku memang pelupa, sering banget dari lupa kunci, lupa kalau lagi masak sampai panci gosong, lupa naruh barang, dan lain-lain. Tapi itu sama sekali tidak mengurangi nilainya dariku sebagai orang yang amat bersyukur ditakdirkan menikah dengannya. Melalui tulisan ini, aku ingin sekali mengabadikan rasa syukurku agar nanti - kalau lagi sebel karena dia lupa lagi - aku tahu, aku selalu punya alasan yang lebih besar untuk tetap mencintainya. Agar tulisan ini juga bisa dibaca siapapun yang sedang dalam perjalanan mencari pasangan hidup, yang dilanda ketakutan "salah pilih pasangan". Karakter itu akan melekat, kita nggak akan bisa mengubah pasangan kita karena cinta, nggak akan bisa mengubahnya sehari semalam. Untuk itu, sejak awal. Sadari bagaimana karakternya. Aku pun sulit mengubah karakter istriku yang sering lupa, akhirnya aku berdamai dengan mengubah kunci-kunci rumahku dengan kunci elektronik. Aku yang menempatkan dan mengatur barang-barang di rumah. Menyiapkan keperluanku dan keperluannya jika bepergian. Dia juga mungkin sulit mengubahku pada hal-hal yang ia kurang berkenan. Tapi, ia mampu menerimaku yang demikian itu bukan hal yang mudah. Bukankah ia luar biasa? Ia berlapang dada menerimaku yang penuh kekurangan. Bukankah ia begitu luas penerimaannya? Sembilan tahun ke belakang, perjalanku dengannya penuh dinamika. Setiap tahun selalu ada. Dan obrolan kami beberapa waktu terakhir menyimpulkan bahwa kami selalu berhasil melewatinya, dan hikmahnya, setiap dinamika itu membangun pondasi keluarga kami semakin kuat. Ibarat kata, mau bikin "rumah tangga" 100 lantai sama 2 lantai, tentu pondasinya berbeda. Kami menyadari bahwa mimpi kami berdua, sejak awal kami membuka pembicaraan sebelum menikah, mimpi kami begitu besar. Kini kami sadar kalau mimpi besar itu konsekuensi-nya mahal sekali untuk bangun pondasinya. Mirip sekali kayak bangun rumah. Di tahun kesembilan ini, ternyata kami masih bangun pondasi. Jadi, kalau kamu punya mimpi - carilah pasangan yang bersedia untuk ikut bersama-sama menanggung risiko dari mimpi itu, tidak hanya bersedia mewujudkannya, tapi juga menanggung risikonya :) Salah satu hal terbaik yang kami miliki saat ini adalah kepercayaan. Aku percaya dia mampu, begitupun sebaliknya. Aku percayakan semua hal kepadanya, begitupun sebaliknya. Belajar untuk saling bergantung, bukan justru merasa harus "independen" - berdiri sendiri-sendiri. Agar rasa cinta, rasa kasih, terus bertumbuh. Karena membangun keluarga membutuhkan kesalingan.
Selama sembilan tahun terakhir pula kami hidup dengan mode freelancer, sebuah pilihan yang membuat kami terbiasa dengan ketidakpastian. Tapi, kepercayaannya padaku saat kondisi finansial lagi naik dan turun adalah hal yang amat berharga. Karena menyadari bahwa keluarga ini adalah satu tim. Bukan masing-masing. Akhirnya keyakinan kita tumbuh, kita nggak menyadarkan diri pada materi. Ketidakpastian telah menempa kami bahwa rezeki akan datang dari banyak arah, dan arah-arah yang tak terduga.
Sembilan tahun dan seterusnya, aku merasa banyak sekali hal yang telah kami pelajari. Apa ditulis jadi buku tersendiri aja ya? (melanjutkan buku Menentukan Arah yang ditulis 9 tahun yang lalu saat kami menikah) Oh ya, sama satu hal lagi. Jangan pernah iri sama keluarga orang lain. Karena, hal yang bisa kita kendalikan adalah keluarga kita sendiri. Fokuslah untuk menjadi apa yang kita impikan. Fokuslah untuk membuka jalan, memulai pembicaraan, mewujudkan keluarga impianmu sendiri. Karena kalau kita hasad/iri sama keluarga orang lain, kita akan menghabiskan banyak energi yang sebenarnya bisa kita pakai untuk memperbaiki keadaan diri dan keluarga. Tugas laki-laki sebagai kepala keluarga itu berat banget (Surah At-Tahrim ayat 6 ), maka kalau kamu mau berkeluarga, siaplah sama tugas itu (kalau kamu cowok), dan bantulah tugas itu (kalau kamu cewek). Pasangan yang baik itu menenangkan, sama-sama belajar bisa menjadi orang yang menenangkan. Karena gejolak kehidupan luar sana, jangan sampai menggoyahkan ketenangan keluargamu :) Semangat!
365 notes
·
View notes
Text




Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimussholihat 🥹🤍
Seru lagi lagi lagiiiiiiiiiiiiii
0 notes
Text




Barakallahu fiik suamik
Semoga Allah Al Hafizh jaga kita & keluarga kita
Aamiin Allahumma Aamiin 🥹🤍
1 note
·
View note
Text

Terlalu sayang untuk dibongkar! 🤣🥹🤍
Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimusshalihat
0 notes
Text
The one whose heart is full of Allāh’s love doesn’t get bored in solitude nor proud in crowds.
— Ibn al-Qayyim رحمه الله
152 notes
·
View notes
Text
Allah Subhanahu Wa Ta'ala will stay and remain <3
Assalamu'alaikum kak,
izin bertanya untuk sekedar sharing ya.. :)
apa yang dilakukan kakak saat menunggu jodoh? jika jawabannya memperbaiki diri, perbaikan apakah yang kakak lakukan untuk meyakinkan Allah agar jodoh disegerakan? :) terimakasih kak..
hai dear @imladeeo , apa kabarnya? semoga selalu dalam lindungan Allaah dimanapun engkau berada ya..:"))
apa yang dilakukan saat menunggu jodoh? satu hal yang pasti adalah penjagaan diri. meminta agar Allaah senantiasa menjaga diri ini. sebab melihat pergaulan dalam masa sendiri itu sungguh tidaklah mudah.
kedua adalah menyibukkan diri dengan menjaga dan memperbaiki hubungan dengan kedua orangtua. setahun sebelum menikah, aku bener-bener tidak tau dan nggak nyangka kalau tahun depannya akan menikah. karena emang nggak punya crush, nggak punya calon, nggak ada orang yang mau dikenalin juga.
setahun sebelum menikah aku benar-benar memperbaiki komunikasi ku dengan Bapak dan Ibu dirumah. menjadi anak yang lebih banyak menyediakan telinga atas nasihat yang diberikan. terutama dengan Bapak. setahun sebelum menikah benar-benar waktu dimana aku deket banget dengan Bapak. Bapak lebih banyak bicara dari tahun-tahun sebelumnya. dan setahun itu aku merasa Bapak lebih luwes dan lebih banyak cerita ke anak perempuannya ini.
ketiga, lebih banyak ikhlas aja. setahun sebelum menikah aku belajar tentang bentuk penyerahan diri. belajar untuk lebih lapang, lebih ikhlas atas sesuatu hal. dan ini yang membuat aku merasa tenang. saat itu aku sudah dititik dimana kalau emang takdirnya menikah ya akan bertemu dengan jodohnya. kalaupun takdirnya lain, ya dijalani aja sampai bertemu dengan takdir yang lain.
anehnya setelah aku belajar untuk lebih lapang, aku lebih banyak berdiam diri dirumah. padahal sebelumnya tidak demikian. sibuk kuliah, sibuk kerja, sibuk kegiatan yang aku sendiri kalau ingat capek juga ya ternyata :D
aku belajar untuk ikhlas dan menyerah kepada Allaah ketika aku mendengarkan kajiannya ustadz Nuzul hafidzhahullaah ta'ala yang saat itu membahas tentang cerita seorang sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yaitu Ka'ab bin malik radhiyallahu. itu nampar diriku sekali betapa saat semuanya berpaling, pada akhirnya hanya Allaah yang tetap kekal delan tinggal.
dan terakhir adalah tidak lepas dari berdoa. yang akhirnya aku sadari adalah barangkali aku menikah di usiaku saat itu salah satunya adalah kriteria ku yang cukup banyak. setiap kali berdoa aku selalu menempatkan diriku dalam kondisi "ya Allaah, aku ini orangnya begini, maka aku butuh orang yang seperti ini. dst" aku selalu menceritakan perihal kurang dan lebihku, sebab aku percaya doaku tidak akan kembali dalam kesia-siaan.
lalu hasilnya bagaimana? Allaah kabulkan seperti yang aku minta. dan saat pengabulan doa itu tiba, seperti doaku "ya Allaah, jadikan aku bersyukur menjadi pasangannya, dan semoga dia juga bersyukur menjadikanku pasangannya"
dan aku sangat bersyukur ketika Allaah menggerakkan hatinya untuk memilihku. semoga diapun sama bersyukurnya sepertiku.
lalu terkahir, eh ada lagi hehe.
mendoakan kebaikan untuk siapapun yang sedang kita temui, siapapun tanpa tapi. ini aku terapin setahun sebelum menikah dan ini berlanjut hingga sekarang. sebagaimana aku menginginkan kebaikan untuk diriku, maka akupun sebisa mungkin mendoakan kebaikan kepada siapapun yang aku temui. rasanya hangat dan menyenangkan sekali. sekalipun dulu aku belum menikah, kalau ada temen yang sama-sama sedang menunggu jodohnya saat itu, aku juga berdoa untuknya agar Allaah memudahkannya untuk bertemu dengan jodohnya.
pada intinya, doa nomer satu. minta sama Allaah menjadi upaya nomer satu yang nggak bisa digeser dengan banyaknya upaya yang lain. semoga hal kecil ini bisa sedikit menjawab dan ada kebaikan yang tertinggal ya kak.
aku berharap, semoga di masa penjagaan diri kakak, kakak bertemu dengan seseorang yang juga menjaga dirinya dengan baik. Allaah mudahkan segala sesuatunya. sehat dan bahagia selalu, yaaa...:))
sudut ruang || 11.34
86 notes
·
View notes
Text

Merasa bahwa Allah Ar-Rahman kalau udh kasih rasa tenang itu mahaaaaaaal rasanya 🥹
Ngga bisa dibayar atau ditebus pakai apapun selain minta ke Allah dan dikasih Allah…
0 notes
Text
"May you find someone whose soul is familiar to yours."
841 notes
·
View notes
Text

Udah jelas-jelas seperti ini, masih ngga tawakkal sama Allah? Masih ngga percaya sama yang Allah kasih ke kamu? Sebaik ini loh Allah tuh sama kamu, kelaaaaa
0 notes
Text
Several people might be agree, or disagree
“Why people are getting married? Because they are lonely, and because they are hopeful (have faith towards the future)”
Among all of those what will happen in the future, have faith, have tawakkul to Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Barakallahu fiik 🤌🏻✨
1 note
·
View note