diantaraa
diantaraa
diantara
397 posts
menulis tentang hidup dan harapan serta apa-apa yang berada diantaranya
Don't wanna be here? Send us removal request.
diantaraa 20 days ago
Text
Esensi menikah
Sebenarnya esensi menikah itu seperti apa? Apakah memang beban hidup terasa lebih ringan karena dibagi berdua? Apakah kekesalan kemalingan jadi berkurang karena dibagi juga? Apakah semuanya terasa "mudah" karena dijalani berdua?
Kalau memang (hampir semua) menjadi mudah, lalu kenapa disebut setengah agama? Bukan kah solat 5 waktu saja masih terasa berat bagi sebagian orang? kurban juga masih berat.
Lalu kenapa untuk perkara menikah dikaitkan dengan "hidup lebih ringan" ada yang membersamai? Apakah dengan menikah lantas tidak ada masalah hidup? Klise sekali.
Kalau kemalingan, ya kesel, kesel aja, terlepas ada pasangan atau tidak. Cucian banyak ya makin banyak karena berdua. Beli makan jadi dobel pengeluaran. Itu realita. Bukan segala-gala jadi indah dan manis macam gula.
3 Agustus 2025
89 notes View notes
diantaraa 5 months ago
Text
Another episode with Dinda. Just chilling, eating and having fun. Ga ada yang ga bisa aku syukuri dari memiliki kamu sebagai sahabat selama lebih dari sepuluh tahun ini 馃
Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media
0 notes
diantaraa 7 months ago
Text
Memories of Rose
Kalau ada masa yang mau aku ulang sekali lagi dalam hidupku, maka tahun-tahun di kampus adalah jawabannya. Aku berkali-kali bilang itu adalah masa-masa terbaik dalam hidup. Masa dimana mimpiku bertemu jalan-jalan baru. Masa dimana aku bertemu orang-orang hebat yang membuatku merasa hidup. Tempat dimana rasanya jiwaku bebas dan pikiranku luas. Memang tidak selalu mudah, tapi semuanya terasa meriah dan indah.
Baru saja, seorang temen mengirimkan link google drive yang berisi foto-foto masa itu. Hatiku rasanya hangat dan penuh. Semua memori indah tiba-tiba saja kembali ke kepala. Aku seperti kembali ke masa lalu. Aku bisa mencium bau rumput kering halaman kampus, keramaian mahasiswa yang berlalu lalang, ac ruang kelas yang kelewat dingin, tangga-tangga gedung baru yang tinggi dan melelahkan, pengeras suara dari base camp mapala di sebelah sana, dan masih banyak lagi.
Ajaib betapa waktu yang rasanya baru kemarin, ternyata sudah enam-tujuh tahun yang lalu. Teman-teman yang dulu menemani makan siang, saling pinjem catatan, berbagi contekan atau sekedar saling sapa ketika bertemu di jalan sekarang sudah tak lagi bisa aku jangkau dengan mudah. Mereka menemukan jalannya sendiri dan aku menempuh jalan yang ku pilih sendiri. Aku tidak lagi sedih kehilangan mereka, aku bersyukur karena kami pernah menghabiskan waktu-waktu terbaik ini bersama. Hidup ga akan sama rasanya tanpa kalian. Indralaya tidak akan menyenangkan jika bukan kalian yang disana. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan ini 馃
Melihat kebelakang, tak ada satupun yang aku sesali. Tapi kalau bisa balik lagi, I wish I knew earlier that I need a professional help for my mental health. Aku harap aku lebih cepat mencari pertolongan dan tidak mengabaikan atau menganggap remeh gejala-gejalanya saat itu :)
Bumi,
11/02/2025
Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media Tumblr media
0 notes
diantaraa 1 year ago
Text
Mungkin karna senyummu, wajahmu, suaramu, tawamu yang menyenangkan, sapamu yang hangat, telingamu yang sabar mendengar, penuh pengertianmu, kesabaranmu, kegigihanmu, ibumu yang cantik dan cara kalian saling mencintai, adikmu yang lucu, impianmu, atau sekedar kamu saja.
Aku sudah lama jatuh cinta, hanya tak pernah kusadari saja.
0 notes
diantaraa 1 year ago
Text
I don't know what the difference.
It's i like you, or I just want to be like you?
I think both.
I want your kind heart, your pure soul, your sweet smile, your big brain, your lovely family, your passion and energy.
All of those things also make me fall for you :)
It's kinda sad that I don't realize it before.
But we still have good memories :)
Thanks for being here. To be someone i look up, to make me feel special, to be a very good friend, to make me feel proud and strong and to always look at me with that look in your eyes.
0 notes
diantaraa 1 year ago
Text
Sadar Diri
Bagian yang disyukuri dari menjadi dewasa adalah bahwa aku makin bisa 'mendengarkan' tubuhku. Aku jadi makin tahu apa yang aku butuhkan, apa yang aku tidak suka, dan apa yang seharusnya aku lakukan.
Aku mengerti kalau kadang-kadang ada hari aku bersemangat dan penuh energi, tapi ada juga hari-hari aku bernafas saja sulit. Dan itu gapapa. Hidup(ku) memang begitu. Proses 'sembuh' itu panjang dan lama. Kalau kadang rasanya kok balik-balik ke titik awal lagi padahal udah bergerak jauh, itu juga gapapa. Aku ga berjalan mundur. Tapi seperti mobil, ada masanya habis bensin dan harus menepi.
Aku tau saat kurang tidur, aku tidak bisa fokus pada bekerja. Saat aku lupa makan kepalaku akan sakit sekali. Aku jadi bisa mendengar tubuhku untuk memperlakukannya dengan baik. Untuk memberikan hak tubuh. Untuk tidak dzalim pada diri sendiri.
Aku juga tau ada hari-hari dimana rasa cemas dan kelelahanku sampai pada batasnya. Seperti kemarin, aku menangis lama sekali di kamar mandi. Aku duduk menjeplak di lantai sambil memeluk kedua lututku. Perasaanku tidak keruan. Aku sedih sekali sampai tidak bisa merasakan badanku. Padahal itu 'hanya' karena sabun yang baru aku beli tumpah sampai habis. Aku sedih dan marah karena merasa tidak ada yang peduli pada sabunku.
Aku sadar bahwa itu bukan tentang sabun. Tapi itu akumulasi perasaanku selama beberapa pekan yang aku tahan. Aku overwhelmed dengan segala pekerjaan dan urusan rumah. Fisikku lelah. Badanku juga. Aku cukup baik menahannya selama ini. Tapi kemaren aku lepas.
Kesadaran itu cukup untuk membuatku melepaskan emosi dengan cara yang lebih baik. Aku tidak asal marah dan mengumpat kata kata kasar pada orang di rumah. Aku tidak membanting barang. Dua hal itu hampir saja aku lakukan. Sudah siap meluncur dari mulutku. tidak jadi terucap karena aku sadar bahwa itu bukan salah siapa-siapa.
Aku hanya sedang sangat sedih dan sangat lelah. Emosiku perlu dikeluarkan. Jadi aku menangis lama sekali.
Tertanda,
20 Mei 2024
0 notes
diantaraa 2 years ago
Text
Mampu
Tau ga sih, Bu? hidup makin berat tanpa adanya ibu. Makin kacau, makin tak terkendali, dan makin di luar kemampuan. Dulu tuh kukira aku akan baik-baik saja. Aku cuma butuh waktu buat membereskan semuanya. Tapi masalah ini bertubi, berpangkat, dan bereksponen tak hingga. Jauh lebih besar dari yang ku kira.
Apa dari dulu ini memang ada ya Bu? Aku aja yang ga tau karna ibu menghalangiku untuk tau. Sekarang setelah aku tau semuanya, rasanya berat sekali. Apa hidup ibu dulu juga seberat ini? Apa ibu dulu juga selelah ini? Apa ibu dulu juga terluka banyak sekali ?
Aku mampu ga ya Bu menghadapi semua ini? Mampu ga ya bu aku menyelesaikan semua ini sampai akhir nanti? Karna kalau ini ga selesai dan tetap harus diwariskan, aku tidak tega orang lain merasakannya lagi. Biar aku saja. Biar aku saja.
Aku tahu Bu bahwa semuanya bukan (hanya) salahku. Bahwa ada banyak faktor lain, kemungkinan lain, pendorong lain, dan segala sesuatu yang membawa sesuatu yang lain. Tapi aku tetap tidak bisa menyalahkan diri sendiri.
Sebagian besar rasanya memang salahku. Salah pilihan hidupku. salah keinginanku. Salah kebutaanku. Dan sekarang pun, salah ketidakbecusanku dalam hal apapun. Aku tidak membantu apa-apa. tidak bekorban apa-apa, tidak menyelesaikan apa-apa. Bahkan tidak ada gunanya.
Seberapun aku ingin menghibur diri kalau semua itu salah, semakin banyak fakta yang rasanya mengarah ke arahku.
Mungkin benar ucapan ibu dulu di saat marah, kalau ga ada aku, ibu ga akan menderita. atau ucapan ayah tempo hari. Akulah yang membuat keluarga ini makin terpuruk. Akulah sebab segala masalah yang terjadi.
Kukira ayah jahat sekali menyakitiku. Tapi mungkin itulah kebenarannya. Semua ini tersebab aku.
Aku minta diakui dan dihargai tapi ternyata memang tak ada yang bisa diakui dan dihargai dari diriku.
Untuk apa aku hidup ya Bu? tapi kalau aku mati pun, tetap akan membebani banyak orang.
Aku ga sanggup bercerita ke siapa-siapa bu. Tapi aku juga ga tau seberapa kuat aku akan menahannya sendiri.
Katanya Allah ga akan ngasih ujian di luar kemampuan hambanya. Tapi apa iya ya Bu aku sekuat ini?
Atau ternyata ini bukan ujian, tapi hukuman atas segala perbuatanku.
Jujur aku masih takut mati Bu, tapi aku juga ga tau sampai kapan aku mampu untuk tetap hidup.
Ujung Hari,
31 Oktober 2023
0 notes
diantaraa 2 years ago
Text
How long you have been living like this ?
Sadar dan nangis pas ngaji karena udah lama sekali ya Allah ga duduk dengan tenang dan ngaji dengan bener. Membatin dulu tuh semua ini rutin dan seneng banget dilakukan. Sekarang kok udah lupa rasanya setenang ini. Kok lupa sama ayat-ayat yang dulunya familiar banget. ada rasa nyaman yang udah lama sekali ga dirasain. Ada rasa dan keyakinan yang ternyata udah sempet hilang.
0 notes
diantaraa 2 years ago
Text
Tidak menyangka bahwa hidup setelah itu akan sangat berat, sangat menyakitkan, dan sangat tidak bisa ditebak. Hujan ini deras dan lama sekali sampai aku tidak tahu harus menghindar bagaimana lagi. Helaan nafas makin berat hingga aku tidak tahu harus bernafas dengan apa. Aku tidak tahu harus bertahan dengan cara bagaimana. Apakah kakiku masih kuat sampai ke ujung hari? Apakah masih akan kurasakan hangatnya cahaya matahari?
0 notes
diantaraa 2 years ago
Text
Aku termasuk orang yang lebih baik takut menikah dengan orang yang salah daripada ga menikah.
Bayangkan menjalani sisa hidup di dunia dengan orang yang 'buruk' tuh lebih menakutkan daripada disebut 'perawan tua'.
Tiap ada yang bilang 'jangan milih-milih nanti jodohnya susah'. Langsung otomatis menjawab 'Lah beli tomat aja milih, masa suami ga boleh milih?'. 馃槍
Memang bukan nyari yang sempurna tapi mencari yang visinya sama dengan kita dan kekurangannya bisa diterima.
Tumblr media Tumblr media
Baca twitnya teh @urfa-qurrota-ainy dan berasa ada yang memahami isi otak gue selama ini. Buat perempuan, memilih suami itu artinya memilih bagaimana kelangsungan hidupnya nanti.
Apakah ia bisa tetap menjaga kebaikan-kebaikan yang sudah disemai? Atau justeru malah memberatkan?
Sudah lama banget berpikir bahwa pernikahan itu bukan perkara cinta. Di usia segini, gue tuh udah cukup realistis sampai level udah suka sama orang aja masih mikir apakah worth buat melanjutkan masa depan sama dia?
Pada akhirnya kita tuh pasti ingin kehidupan yang baik dan tenteram di dunia sekaligus mempersiapkan akhirat.
Makanya setiap ada omongan aneh-aneh tentang usia segini masih lajang, tidak ada balasan yang lebih baik selain:
"Mohon doa biar dapet jodoh yang baik di dunia dan akhirat"
503 notes View notes
diantaraa 2 years ago
Text
Orang tu suka lupa, kalau beban yang saya tanggung itu berkali-kali lipat dari yang mereka kira. Suka mengajari, bilang harus begitu begini. Mengukur orang lain dengan diri sendiri.
Engga. Ini mah bukan ngeluh. I am totally grateful with my life. This is the best life that God's choice for me. Cuma emang berat aja, dan itu gapapa. I knowwwwwww everything shall pas dan gw mampu.
Tapi seperti sound populer di Instagram, I just need time. Butuh waktu untuk put my life together, untuk ngeberesin dan take control hidup yang super berantakan dan chaos ini.
2 notes View notes
diantaraa 2 years ago
Text
Busy surviving~
0 notes
diantaraa 2 years ago
Text
Dicintai
Kapan waktu tuh ada temen yang mayan lama ga ngobrol tuh nge-chat. Doi anak fakultas ujung. Jauh bet dari FE. Dulu sempet satu organisasi. Dia nge-chat nanyain si X yang temen sekelas w. Kayaknya sih lagi deket atau mau deket gitu sih.
gw tuh ga terlalu deket sebenarnya sama X. Emang teman satu bimbingan, tapi ga sesering itu juga bareng. Tapi selama kenal x, emang w ngerasa si x ini anaknya baik banget. Humble. ramah sama banyak orang. sopan dan tau menempatkan diri. gw suka sih temenan sama dia.
Terus tiba-tiba, temen yang nanyain tadi bahas senior kita di organisasi dulu. Senior yang baiknya kebangetan. Senior yang super peduli dan mengayomi. Gw aja kalau ingat belio tu masih amaze aja. Ada yang orang kayak gitu.
Si temen tadi juga bahas betapa supportifnya si senior ke gw. Dia bilang sering banget kak senior itu ngepost di grup nyemangatin w atau ngucapin selamat pas jaman-jaman w sering banget pergi lomba. Karna itulah w juga jadi ingat potongan lain di organisasi dulu, oh iya iya, dulu tuh supportif banget 'kakak' gw itu.
Gara-gara itu gw jadi inget kalau gw sempet naksir si kakak senior ini. Karena ya itu tadi, emang baiknya kelewatan. Perhatian tapi bukan modus. Peduli tapi bukan tebar pesona. Perfeksionis tapi juga sangat mengapreasiasi usaha dan kerja keras. Tegas mengevaluasi kesalahan tapi juga lapang memaafkan. Inget detail kecil-kecil tentang adek-adeknya. Emang pada dasarnya orangnya baik banget sih. Orangnya juga pinter banget. Bukan pinter yang akademis tapi punya pikiran kritis dan keberanian menyampaikan kebenaran.
Poin plusnya lagi, gw bisa bahas apa aja sama belio. Dari bahasan politik yang berat, sampe isu receh macam film Marvel yang tayang jaman itu.
Gw pun jadi sadar oh ternyata gw tuh suka ya diperlakukan dengan baik. Merasa aman berada didekat dia karena gw jadi tidak merasa kecil di dekat dia yang 'besar'. Gw tidak merasa sebagai debu pas dia lagi berkilau. Simply because dia memang memperlakukan semua orang yang didekatnya dengan baik.
I don't feel insecure because he made me comfortable with my self.
Seperti yang temen w bilang tadi, dia juga sesuportif itu dengan apa yang waktu itu sedang gw kerjakan. Bikin bar kepercayaan diri w naik karena gw yang super insecure ini merasa dipercaya dan berharga.
Ini ga bilang bahwa belio juga punya ketertarikan dengan w, no it's not. Memang begitulah cara dia memperlakukan semua orang (terlebih adek-adeknya). Bukan cuma gw aja yang merasa begitu, semua orang di tim gw pun senyaman itu kerja dan hang out bareng dia. Kakak angkatan yang baik bsnget yuyur zuzur ga paham lagi sumpah.
Lalu gw juga tiba-tiba teringat beberapa orang (cowok) yang pernah deket dengan gw in a romantic way.
Meskipun 'hubungan' gw dengan mereka tuh dah lama banget, tapi gw masih ingat betapa beratnya gw menjalani itu. Hari-hari gw selalu dipenuhi perasaan bahwa gw tidak layak dan tidak cukup baik untuk dia.
Gw selalu merasa insecure dan ga nyaman. Gw merasa kecil didekat dia yang besar, gw merasa cuma remahan wafer tango sementara dia adalah emas permata. Apalagi gw merasa kalau gw ini ga ada apa-apanya dibandingkan orang-orang di sekitar dia. Rasanya gw capek banget berjuang sebegitunya agar gw merasa cukup layak untuk orang itu.
Ditambah perlakuan dia juga ga se-'nice' si kakak tadi ke gw. Ga jahat sih, tapi ada beberapa hal yang gw ingat terasa menyakitkan dan menusuk.
Setelah pisah pun, gw berusaha keras mengembalikan self worth dan self esteem gw. Sulit banget untuk punya kepercayaan diri yang besar lagi. Dan itu butuh waktu yang cukup lama sampai akhirnya gw bisa nerima diri gw sendiri lagi.
sebuah pengalaman yang cukup traumatis sebenernya karena abis dari situ, gw bener-bener menghindari hubungan dalam bentuk apapun.
Setelah ngobrol dengan temen itu tadi gw menyadari bahwa ternyata perasaan inferior tuh ada juga yang disebabkan oleh orang-orang disekitar kita.
Memang menerima diri sendiri, self love tetep harus didahulukan sebelom bisa mencintai orang lain. Tapi ternyata dengan 'dicintai' terlebih dahulu, kita bisa mencintai diri sendiri dengan lebih baik juga.
Gw itu rapuh dan vulnerable banget, tapi dukungan dan apreasiasi kecil pun ternyata mampu menguatkan.
I like me better when I'm with you tuh bener banget asalkan kita bersama orang yang tepat.
Gw selalu takut akan menghabiskan hidup gw dengan orang yang salah. Orang yang ga nge-treat gw dengan baik, orang yang bakalan bikin w merasa inferior dan kecil lagi, intinya orang yang bikin gw merasa ga nyaman sebagai diri gw sendiri.
Apalagi karena menghindari banyak hubungan, gw beneran clueless tentang orang yang w suka tuh gimana. Ga punya kriteria.
Tapi setelah inget-inget kalau gw tuh sempat punya kakak yang sangat baik, dan gw suka diperlakukan dengan sebaik itu.
Gw sadar kalau gw tuh harus nyari orang yang setidaknya memperlakukan w sebaik itu juga. orang yang minimal se-supportif dia juga. Orang yang se-caring itu.
Bukan, bukan berarti gw malah berharap sama si kakak itu. Engga sama sekali engga.
Tapi pertemuan gw dengan kakak itu bikin gw sadar kalau meminta orang yang memperlakukan gw dengan baik dateng ke hidup tu ga salah.
Karna kalau orang biasa dan bukan siapa-siapa aja bisa baik dan peduli ke w, harusnya orang yang nantinya hidup sama w lebih baik lagi memperlakukan gw.
0 notes
diantaraa 3 years ago
Text
Waktu yang Beku (?)
Besok itu tepat setahun kepergian Ibu. Ga nyangka udah setahun lebih bu kami belajar merapikan banyak hal setelah ibu pergi. Bener deh, setelah ibu ga ada semuanya berantakan. Bukan cuma rumah, hidup dan hati juga amburadul. Bingung juga gimana benerin dan rapiinnya. Kok ga rapi-rapi. Kok ga bener-bener.
Waktu pun rasanya beku, Bu. Hidupku udah berhenti di Februari 2022. Berhenti gitu aja. Aku mendadak jadi lupa caranya bertahan hidup. Terus tau-tau, tahun udah berganti aja.
Maafin ya, Bu. Aku masih sering nangis. Ga sesering dulu memang tapi pedih dan sakitku masih sama aja. Aku ikhlas tentu saja. Karna aku tau Allah mah lebih sayang sama Ibu. Kalau ibu disini, mungkin akan lebih banyak hal yang menyakiti ibu. Jadi Allah letakkan ibu disisi terbaiknya, biar ibu ngerasain kasih sayang-Nya langsung.
Maafin juga Bu ternyata aku ga sesering itu doain, Ibu. Ga sesering yang ibu kira ngirim doa dan lantunan ayat-ayat-Nya. Anak ibu ini ternyata ga sesholih yang ibu kira :")
Adek-adek dah mulai bisa melanjutkan hidup. Ayah juga. Aak suka sekali dengan sekolah barunya. Semangat sekali cerita pelajaran baru disekolah. Semangat baca buku di perpusnya, nyobain lab pangan dan dapur sekolahnya yang katanya bagus banget. Matanya berbinar tiap kali bahas sekolahnya.
Kakak diterima kerja beberapa bulan setelah ibu pergi. Ibu dulu sering khawatir bisa ga kakak kerja. Sekarang ibu ga perlu khawatir lagi. Gajinya lumayan tapi kerjanya juga lumayan capek. But he's look happy. Bisa beli apa aja yang dia mau.
Adek sekarang juga udah mulai mandiri. Ga perlu lagi dibangunkan pagi-pagi untuk sekolah. Ga nangis lagi kalau ketemu pelajaran sulit. Puasanya udah kuat hampir sebulanan. Mungkin tahun ini bakalan full.
Kayaknya cuma aku sih yang jalan ditempat. Beneran lupa Bu caranya bertahan hidup ru gimana. Lupa caranya punya mimpi dan berjuang tu gimana. Gimana dong, berat banget emang bu :") Aku rasanya ga punya tempat pulang lagi. Dan itu bikin aku merasa dunia ini berbahaya sekali.
Tapi aku juga ga akan ngecewain Ibu. Aku bakalan bertahan dan berjuang sekuat yang aku bisa. Aku bakalan nemuin cara untuk kembali ke jalanku lagi.
Aku sering merasa ga mampu menjalani hidup ini. Tapi aku jadi kuat kalau ingat ibu. Ibu dulu ditinggal nenek kecil banget kan? Seumur adek kan? Sementara aku, sudah dewasa waktu ibu pergi. Udah lebih matang dan punya kompetensi yang lebih baik.
Maka kalau ibu hidup dengan baik meski sendirian, aku juga pasti hidup dengan lebih baik lagi.
Bismillah ya bu.
Kalau aku nangis lagi ibu jangan khawatir. Aku bukan ga ikhlas atau menyesal, aku cuma rinduuu.
1 note View note
diantaraa 3 years ago
Text
I hate my life
0 notes
diantaraa 3 years ago
Text
Yang berani "hard conversation" biasanya hubungan akan lebih "easy". Yang cuma berani "easy conversation" biasanya akan lebih "hard"
Nemu quote ini di quora
---
In my opinion, ini berlaku untuk berbagai jenis hubungan; pertemanan, rumah tangga, orangtua-anak, bertetangga dll.
Makin kita menghindari hard conversation, makin renggang hubungannya. Makin menjauh. Nggak connect.
Namanya berinteraksi dgn manusia lain, pasti ada gesekan/konflik. Ya itu seninya.
Nah yang membedakan adalah... ketika ada konflik, ada jenis orang yg menghindar, ada yg menghadapi.
Menghindar sekilas memang terlihat sebagai solusi. Atau bahkan terlihat sebagai sikap yang positif karena terkesan sabar dan nggak mau memicu keributan. Tapi itu jangka pendek. Dan justru membahayakan hubungan. Karena jika dibiarkan, cepat atau lambat akan menjadi bom waktu.
Mengurai dan menghadapinya; lebih tepatnya mengkomunikasikannya adalah solusi jangka panjang. Memang nggak enak. Memang capek. Memang menguras emosi. Tapi setelah itu, perasaan jadi lebih lega. Dan terpenting: jadi sama2 tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan satu sama lain. Jadi bukan juga hard conversation tidak berujung macem debat kusir ya.
Well, ....this part of life is probably hard and tiring.
But we have no other choice except: face and accept it.
Until this struggle become easier.. Lighter... And give back to us in form of stronger and healthier relation.
552 notes View notes
diantaraa 3 years ago
Text
Gw pernah sebegitu berjuangnya untuk jadi orang cukup layak dan cukup baik buat seseorang, dan sejauh apapun usaha gw waktu itu, rasanya gapernah cukup.
Sekarang gw mau hidup untuk diri gw sendiri. Untuk membahagiakan dan menjadi baik versi gw sendiri. I love my self without youu~
1 note View note